
"Kami butuh detail produkmu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Bayu
"Kami tidak dapat memberikan dalam waktu singkat , karena apapun itu kau perlu suratku tentang hal itu." ucap Bayu dengan nada merayu.
"Mr. Bayu." ucap Ridwan dengan nada marah.
"Ridwan." ucap Adi sambil memegang pundak Ridwan.
"Terimakasih waktunya Mr. Bayu, kami akan kirimkan detailnya, ayo pergi." ucap Adi sambil menepuk pundak Ridwan kemudian Ridwan dan Adi berjalan keluar dan mendekati Joko, dan Ali.
"Jalan pemeriksaan latar belakang padanya." ucap Ridwan sambil berbisik kepada Joko.
"Sudah, menteri pusat Joyo Kusumo adalah ayah Bayu."ucap Joko sambil menatap wajah Ridwan.
"BPOM RI telah memberikan izin tentang produk mereka." ucap Ridwan sambil menatap wajah Joko.
"Kita tidak bisa apa-apa tanpa bukti yang kuat." ucap Joko sambil menatap wajah Ridwan.
"Jalan buntu." ucap Ridwan sambil geleng kepala.
__ADS_1
"Aku tidak percaya jalan buntu, teman ada jendela yang terbuka di whitening." ucap Adi sambil menatap wajah Ridwan.
Maria dan ibu yang hamil makan siang.
"Lihat apa berikutnya." ucap Lela sambil melihat makanan yang dihidangkan perawat untuk mereka.
"Telor dadar dan sambal." ucap Lela sambil memegang perutnya.
"Lela ini bagus untuk kesehatanmu." ucap Yanti sambil tersenyum menatap Lela.
"Terserahlah, telur ini seperti dosa bagi ibu hamil." ucap Maya sambil menunjuk telor yang di hidangkan di atas meja.
"Hai Maya apakah kau mengambil tablet Android ku, apa kau melihatnya?." ucap perawat sambil mendekati Maya.
"Tablet android apa?."ucap Maya sambil kebingungan dan mengusap perutnya dan kemudian ibu hamil lalu tersenyum.
"Jika kau melihat tablet Android ku tolong kembalikan aku tidak bisa kerjakan apa pun tanpanya itu berisi detail resep semua orang." ucap perawat sambil menatap wajah Maya.
"Aku tidak mengerti kau perawat pribadiku kenapa kau datang ketika ada sesuatu yang salah." ucap Maya sambil melihat ke arah perawat
__ADS_1
"Kenapa aku malah ribut - ribut denganmu, makanlah." ucap perawat dan lalu pergi meninggalkan Maya.
Setelah selesai makan Maria datang menghampiri perawat.
"Apakah kau punya balsem?." ucap Maria sambil menatap wajah perawat yang gelisah.
"Ok sebentar." ucap perawat sambil membuka lemari mejanya, dan dengan cepat Maria meletakkan tablet Android di bawa buku perawat.
"ini " ucap perawat sambil memberikan balsem kepada Maria.
"Tidak jadi, sakit kepalaku hilang setelah melihatmu." ucap Maria lalu pergi meninggalkan perawat.
Sementara itu Ridwan, Adi dan teman -teman nya mencari kandungan apa di dalam whitening, Ridwan pergi ke rumah orang yang ada di video Jesica yang bernama Henry, sesampai di depan pintu masuk Henry.
"Pintunya terlihat tidak terbuka selama dua hari, dobrak." ucap Adi sambil menatap Joko dan kemudian saat pintu terbuka Ridwan dan teman-temannya melihat Henry sudah meninggal di atas sofa.
"Makanan disini sudah di pesan dua hari yang lalu." ucap Adi sambil melihat bon makan yang terletak di atas meja.
Sedangkan Ridwan dan teman- temannya memeriksa seisi ruangan Henry dan Adi memeriksa lemari es Hendry.
__ADS_1
"Irfan..Dimensi pendingin sangat aneh bagiku periksa ini." ucap Adi sambil melihat ke arah pendingin kulkas.