
"Setelah itu aku tidak sadarkan diri." ucap Ridwan sambil menundukkan kepalanya, mendengar cerita Ridwan Sani sangat terkejut.
"Mr judge Mr. Hendri." ucap pengacara sambil menunjuk ke arah Hendri.
"Pak hakim tuan Hendri ingin mengatakan sesuatu." ucap petugas penterjemah sambil menatap wajah pak hakim.
"Silahkan." ucap pak hakim sambil menatap wajah petugas penterjemah bahasa Indonesia, lalu Hendri berjalan ke meja saksi dan petugas membawa Alkitab lalu menyentuhnya.
"Yang mulia semua yang dikatakan Ridwan adalah kebohongan, pembicaraan menukar pasangan itu pernah dilakukan tapi bukan dilakukan pada malam itu dan hal itu bukan dikatakan olehku tapi Hendri yang mengatakannya." ucap Hendri sambil menunjuk Ridwan.
"Jangan berani kau berbohong." ucap Ridwan sambil memukul meja dengan tangannya.
"Yang mulia yang dikatakannya itu bohong Sani adalah saksi atas semua ini dan dia bahkan memohon maaf padaku." ucap Hendri sambil melihat ke arah Ridwan.
__ADS_1
"Kurang ajar." ucap Ridwan sambil melompat dari tempat duduknya dan langsung menarik kerah baju Hendri.
"Lepaskan Ridwan." ucap Hendri sambil melepaskan genggaman tangan Ridwan.
"Dasar tak tahu diri kau." ucap Ridwan sambil menarik kerah baju Hendri sampai - sampai Hendri terlempar ke lantai, melihat hal itu para tamu di pengadilan berdiri dari tempat duduknya.
"Hentikan.." ucap petugas polisi sambil menarik tubuh Ridwan.
"Dasar kurang ajar kau." ucap Ridwan sambil mencekik leher Hendri yang tersungkur di lantai setelah itu Ridwan memukul wajah Hendri dan langsung melompat dari jendela pengadilan dan Ridwan melarikan diri dari petugas polisi.
"Kelihatannya dia sudah berhasil melarikan diri." ucap petugas polisi yang sedang memegang pistol ditangannya.
Keesokan harinya petugas asuransi jiwa yang di Geneva bernama Andika datang untuk bertemu dengan Hendri, dan Hendri membawa semua berkas istrinya Novi agar asuransi jiwa Novi secepatnya dikeluarkan, setelah itu Hendri menemui Sani di penginapannya.
__ADS_1
"Mereka yakin Ridwan akan mencoba untuk menghubungimu atau menemui mu yang dilakukan Ridwan ini tidak baik masih ada waktu lebih baik dia menyerahkan diri jika tidak aku takut dia akan terbunuh oleh polisi."ucap Hendri sambil menatap wajah Sani, setelah itu pergi meninggalkan Sani.
Sore harinya Sani pergi masuk kedalam Gereja yang biasa di kunjungi Ridwan, dan tiba-tiba saja Ridwan sudah ada di belakangnya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Ridwan dan Sani membalik wajahnya lalu berjalan meninggalkan Ridwan.
"Sani aku mohon dengarkan aku dulu." ucap Ridwan sambil mengikuti Sani dari belakang.
"Aku tidak melenyapkan Sani, Hendri yang mengatakan itu di Mauritius Island." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani yang terus berjalan keluar dari dalam gereja.
"Kalau memang Hendri mengatakannya kenapa kau tidak mengatakannya dan memberitahu ku karena aku sudah berulang kali bertanya padamu." ucap Sani sambil berjalan.
"Itulah kesalahan terbesarku, tapi aku tidak melenyapkan Novi, semua ini semua rencana Hendri untuk menjebak ku." ucap Ridwan sambil menarik lengan Sani dan menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau melarikan diri." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Karena pengadilan tertinggi untukku adalah kau."ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.