Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan membeli rumah


__ADS_3

Setelah kasus Serly selesai Ridwan mengajak Sani kesebuah rumah yang yang sangat indah lalu keduanya berjalan memasuki rumah.


"Bagaimana menurut mu rumah ini." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Indah sekali." ucap Sani sambil melihat ke arah sekeliling ruangan.


"Benarkah,ayo." ucap Ridwan sambil menarik tangan Sani dan mengajak Sani ke taman rumah.


"Sekarang katakan bagaimana rumah ini dilihat dari sini." ucap Ridwan sambil tersenyum manis melihat Sani.


"Indah sekali, tapi ini rumah siapa?." ucap Sani sambil terheran melihat Ridwan.


"Sekarang itu milik yang membangun, tapi satu dua hari lagi jadi milik kita." ucap Ridwan sambil meletakkan kedua tangannya di pundak Sani sambil menatap wajah Sani.


"Apa kau membeli rumah ini?." ucap Sani tersenyum bahagia.


"Selamat Ridwan, pinjaman mu telah disetujui." ucap Dicky seorang pegawai bank sambil berjalan mendekati Ridwan dan Sani.


Sekarang kamu bisa menempati rumah ini dalam 1 atau 2 hari lagi, ini suratnya."ucap Dicky sambil mengeluarkan surat dari dalam jas nya.


"Oh ..iya ini calon istriku, Sani." ucap Ridwan sambil memperkenalkan Sani kepada Dicky sambil mengambil surat yang diberikan Dicky.

__ADS_1


"Halo."ucap Sani sambil tersenyum kepada Dicky.


"Halo." ucap Dicky sambil tersenyum.


"Sani ini Dicky teman baikku dia seorang manajer di bank dan dia yang mengurusi urusan pinjaman kita." ucap Ridwan sambil tersenyum manis kepada Dicky


"Kakak ipar bagaimana menurutmu rumah ini?." ucap Dicky sambil menatap wajah Sani.


"Sangat bagus." ucap Sani sambil menatap wajah Dicky sambil tersenyum.


"Bagus, baik Ridwan aku pergi, semoga sukses." ucap Dicky sambil bersalaman dengan Ridwan.


"Sampai jumpa." ucap Dicky sambil berjalan meninggalkan Sani dan Ridwan.


"Sampai jumpa." ucap Sani dan Ridwan.


"Ridwan berapa harga rumah ini ?." ucap Sani yang menatap wajah Ridwan yang sedang melihat surat yang di berikan Dicky.


"300 juta." ucap Ridwan sambil melihat isi surat.


"Tapi Ridwan semua gaji mu akan habis untuk membayar angsuran." ucap Sani sambil berjalan bersama dengan Ridwan keluar dari rumah dan keduanya pun memasuki mobil dan kemudian Ridwan mulai menyetir mobilnya ke sebuah restoran.

__ADS_1


"Sani aku akan mengambil pinjaman 300 juta dan aku punya sedikit simpanan, dan sudah ku pakai untuk uang muka." ucap Ridwan sambil menghentikan mobilnya di parkiran lalu Sani dan Ridwan turun dari mobil dan memasuki restoran.


"Itu berarti kau habiskan semua simpanan mu untuk rumah ini?." ucap Sani sambil duduk menatap wajah Ridwan.


"Kau jangan khawatir aku telah memikirkan semuanya, dengar ini acara tahunan di kantor kami dan aku akan di beri posisi sebagai pengawal Infrastruktur jendral polisi jadi aku sekarang dapat gaji dari kepolisian dan dapat gaji tambahan jadi pengawal." ucap Ridwan sambil tersenyum.


"Apa?." ucap Sani sambil tersenyum melihat Ridwan.


"Ya, dan gaji ku naik 2 kali lipat selain itu aku tahun depan akan naik pangkat." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Ini memang kejutan besar Ridwan." ucap Sani sambil tersenyum.


"Tapi ini bukan apa-apa, kalau orang tuamu belum merestui kita, aku mencintaimu Sani." ucap Ridwan sambil mencium tangan Sani.


Keesokan harinya Ridwan dan Ali dan beserta tim pengawal Inspektur Jenderal Polisi Eddy Santoso telah berkumpul di kantor kepolisian.


"Selamat pak." ucap staf kantor polisi bernama Lenny.


"Terimakasih." ucap Ridwan sambil berjabat tangan dengan lenny.


"Hari ini kau akan menjadi pengawal pak Eddy Santoso kau mau mengadakan pesta?." ucap lenny sambil tersenyum kecil melihat Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2