
"Melihat Ali ke lantai dua kapal, Ridwan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Maya dan Abi, setelah itu Ridwan duduk di kursi dihadapan Maya.
"Kenapa aku harus membawamu ke Bangkok." ucap Ridwan sambil menatap kearah Abi, Sani yang mendengar kata- kata Ridwan hanya terdiam melihat ke arah Ridwan.
"Kau tidak tertarik padaku kan?" ucap Abi sambil menatap wajah Ridwan, mendengar hal itu Sani lalu berjalan menjauh dari Ridwan, Abi dan maya.
"Tapi bagaimana dengan uang milik jutaan rakyat Indonesia." ucap Abi kebingungan.
"Jangan menguji kesabaranku atau aku akan langsung membunuhmu, wow..kau membuatku bersemangat." ucap Ridwan sambil menatap wajah Abi.
Tanpa di sadari Ridwan dan teman- temannya, ada 2 boat kecil yang bersenjata mendekati kapal yang di tumpangi Ridwan dan teman- temannya.
"Mall terbesar Thailand di Bangkok, aku butuh kuncinya, loker Mall nomor 032 ucap Abi sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Kunci itu yang dipakai untuk membuka loker di Bank ku." ucap Abi sambil menatap wajah Ridwan yang melirik kearah Maya.
"Setelah aku dapatkan uangnya maka aku akan lakukan sesuai kesepakatan kita."ucap Abi sambil menyakinkan Ridwan.
"Disini terasa membosankan." ucap Ridwan mengejek Abi.
"Baiklah segera telpon loker 032 terminal 02 tanyakan kepada mereka siapa pemilik loker nomor 032 lalu telpon bank nasional Bangkok, untuk memastikan apakah aku memiliki rekening atau tidak di bank itu." ucap Abi mengalihkan pandangannya ke arah Ridwan.
Mendengar hal itu Ridwan dan Maya saling bertatapan mata, sedangkan Sani hanya memantau Ridwan dari kejauhan.
Ali dengan cepatnya mencari tahu informasi bank tersebut dengan menggunakan laptopnya, sedangkan Maya dan Ridwan terus saling bertatapan mata dari kejauhan.
Saat petugas sedang patroli melihat keadaan di bawah kapal, tiba-tiba seorang penjahat melempar pisau arah tubuh petugas yang mengakibat terjadi perkelahian.
__ADS_1
Satu persatu petugas kapal di bunuh penjahat dengan menikam tubuh petugas lalu melempar kelaut, setelah itu para penjahat menembak Ali dengan pistol, dan untungnya Ali dengan cepat bisa menyelamatkan diri.
Melihat hal itu Maya langsung membalikkan meja dan mendorong Abi keluar dari kursi roda, dan bersembunyi di balik meja agar terhindar dari tembakan penjahat.
Sedangkan Sani langsung di lindungi oleh Ali agar tidak terkena tembakan penjahat
Sedangkan Ibrahim bersembunyi di bawah sofa agar tidak terkena tembakan, Ali terus menembaki para penjahat dengan pistolnya.
"Stelah itu Ridwan membuka jaketnya dan membuangnya kelantai, lalu berlari mengejar penjahat yang sedang menaiki tangga kapal lalu menendang penjahat dengan kaki kanannya mengakibatkan penjahat terjatuh kelantai dan dua orang penjahat datang bersamaan ke arah Ridwan dengan cepat Ridwan memukul dada penjahat dengan tangannya dan melemparkannya ke kaca kapal, dan yang satunya lagi penjahat di tendang Ridwan di bagian dadanya sehingga jatuh ke lantai,
Setelah itu Ridwan berlari mendekati Maya, Ali dan Sani.
"Kita perlu bicara." ucap Ridwan sambil menatap ke arah Ali, Sani, Ibrahim.
__ADS_1
"Kita harus berlabuh di pelabuhan yang berbeda bukan yang seperti yang dikatakan pak Aziz ." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani, dan Ali.
"Ridwan aku tau kau gila, tapi aku tak tahu kalau kau benar - benar gila." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.