
"Aku sampai di rumahnya pembantunya mempersilahkan masuk kemudian nyonya Nova datang." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Tunggu.., nyonya Nova datang kenapa kau ke sana?."ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Kenapa aku ke sana?."ucap Ridwan dengan emosi.
"Iya." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku sudah jelaskan kenapa aku ke sana ." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Tidak.. kau belum mengatakan kepadaku saudara Ridwan, aku akan memberitahu mu yang mulia saat nyonya Nova masuk dan dia kemudian mengatakan ya tuhan kau kelihatan mengagumkan." ucap Kurniawan sambil memperagakan cara bicara Ridwan kepada pak hakim.
"Aku tidak mengatakan seperti caramu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Sebaiknya kau katakan saja iya atau tidak semuanya bisa selesai dengan cepat." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku mengatakan." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim dan Sani hanya sedih mendengar cerita Kurniawan.
"Itu dia.. benarkan tolong di catatan yang mulia, apa yang terjadi setelah itu?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Begitu aku bicara tentang android nyonya Nova mendekat dan duduk di sampingku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
__ADS_1
"Di sampingmu?." ucap Kurniawan sambil terkejut.
"Suaminya meneleponnya dan aku merasa tidak nyaman dan aku pergi." ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya.
"Benar." ucap Kurniawan sambil tersenyum menatap wajah Ridwan.
"Tiba-tiba saja dia berada di belakangku dan memelukku."ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya.
"Itu artinya tiba-tiba saja kau merasa bahaya." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Iya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Lalu naluri kejantanan mu mendorongnya bukan?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Ha..ha.. tunggu dulu aku belum paham, kau terkejut setelah nyonya Nova tiba-tiba mendadak mencium mu, itu saja itu yang terjadi." ucap Kurniawan sambil tersenyum menatap wajah Ridwan.
"Aku sudah bilang aku tidak mengerti apa - apa saat itu aku sangat bingung." ucap Ridwan dengan sangat marah.
"Kau seperti berlian, orang yang ingin mendapatkan berlian memuji keindahannya sepenuh hati bahkan mereka mencoba untuk mendapatkannya tapi berlian itu tidak bergerak dan bernyawa dan tidak mungkin dia meminta untuk diselamatkan nya hahaha." ucap Kurniawan sambil tertawa melihat Ridwan.
"Tenang.. tenang." ucap pak hakim sambil menatap wajah Kurniawan.
__ADS_1
"Setelah itu apa yang terjadi?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Lalu dia mendorongku sampai aku terjatuh." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Apa...apa kata sekali lagi." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Dia mendorongku dan terus menciumi ku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Nyonya Nova mendorongmu sampai jatuh, nyonya Nova?."ucap Kurniawan sambil menatap wajah para tamu.
"Bukankah sudah kukatakan, aku sedang bingung." ucap Ridwan dengan keras.
"Ha... apa yang kau lakukan saat itu." ucap Kurniawan sambil memegang dagunya.
"Bingung karena aku tidak tau apa yang harus aku lakukan." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim.
"Apa?."ucap Kurniawan sambil terkejut.
"Aku bingung saja." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Ha..ya di bagian mana dia mencium mu?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Di wajah ku dan di bahu ku?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.