Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Sani kagum akan kepintaran Ridwan


__ADS_3

Sani dan Ridwan telah berada di sebuah gereja dimana Susi telah bertemu dengan orang yang didalam video itu.


"Dimana ada tempat burung berlindung dan MC.donalds di seberangnya." ucap Ridwan sambil menatap gedung gereja.


"Lain kali, jika kau lakukan hal seperti ini lagi, kukatakan padamu bahwa aku jatuh cinta padamu, dan akan mencium bibirmu." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan dan mendengarkan hal itu Ridwan langsung menatap wajah Sani.


"Anggap itu sebagai peringatan atau pujian." ucap Sani sambil tersipu malu.


"Dan kedua.." ucap Sani Ridwan lalu berjalan meninggalkan Sani dan berjalan mendekati pintu masuk gereja


"Hey.. kau ini, main pergi saja." ucap Sani sambil mengejar Ridwan, dan saat di depan pintu gereja Ridwan melihat kearah atas ada sebuah Cctv-nya di pasang


Setelah itu Ridwan meminta kepada petugas gereja agar membuka rekaman cctv-nya dan ternyata, Susi dan seorang lelaki berjaket hitam setelah menerima Alkitab lelaki yang berjaket hitam meninggalkan Susi dan tiga langkah dari Susi lelaki itu memperbaiki tali sepatunya agar tidak ketahuan.


"Dia sangat tepat memilih tempatnya." ucap Sani sambil melihat rekaman cctv-nya dari gereja.

__ADS_1


"Tak ada seorangpun yang mengangkat alisnya, jika kau menyerahkan Alkitab pada. seseorang diluar gereja, dia sangat cerdik." ucap Sani sambil berdiri dari tempat duduknya, dan kemudian petugas memperlambat video dan melihat wajah seorang lelaki.


"Pertanyaannya adalah.. pesan apa yang di sampaikan Abi melalui Alkitab." ucap Ridwan sambil menatap video Susi dan seorang lelaki berjaket.


"Tapi yang lebih penting lagi siapa pria ini?" ucap Sani sambil menatap wajah pria yang di video itu.


"Delon dia orang Indonesia."ucap pak Azis sambil menyerahkan biodatanya kepada Ridwan.


"Dia datang kesini karena ada kontrak kerja." ucap pak Azis sambil menatap Ridwan yang sedang membaca berkas Azis.


"Dia seorang hacker terkenal dan juga seorang pengembang perangkat lunak, bekerja dengan sistem kontrak." ucap pak Azis sambil menatap wajah Ridwan.


"Kita harus menangkapnya, dialah harapan terakhir kita untuk menangkap Abi." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Azis.


Sedangkan Abi sedang memikirkan Delon.

__ADS_1


"Aku takkan meninggalkan Delon sendirian bahkan sedetikpun, awasi dia." ucap Abi kepada Ali dan Frenky.


"Tapi nyonya dia seorang kriminal, mengawasi terlalu beresiko." ucap Frenky sambil menatap wajah Abi.


"Meskipun beresiko Frenky, tapi kita harus tetap mengawasinya." ucap Ali sambil menatap wajah Abi.


Sedangkan Sani, Ridwan dan pak Azis ngopi di ruangan sambil membicarakan rencana Abi selanjutnya.


"Mereka takkan meninggalkan Delon sendirian bahkan sedetikpun, kita ingin Delon seorang diri." ucap Ridwan sambil meminum kopinya.


"Jika kita mengawasi Delon, well know what Hess up to, pak Azis kita akan membuat beberapa pengalihan." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Azis.


"Untuk apa membuang- buang waktu ? kita akan tangkap Delon dan mengintrogasi nya, dan dia akan menceritakan semuanya." ucap Sani sambil menggerakkan telapak tangannya.


"Pak Azis, apakah anda siap." ucap Ridwan sambil menatap kearah pak Azis yang lagi meminum kopinya.

__ADS_1


"Hari ini Ridwan dan Sani dideportasi." ucap Frenky kepada Abi.


"Tidak - tidak ini pasti jebakan jangan percaya mereka." ucap Ali sambil menyakinkan Abi.


__ADS_2