Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan melihat buku berjudul kebetulan sebuah tanda dari Tuhan


__ADS_3

"Kau menikah karena cinta iyakan." ucap Sani sambil melirik ke arah Novi dan terus berlarian.


"Tidak.. kau tidak bisa menebaknya aku istri keduanya." ucap Novi sambil melihat ke arah Sani.


"Maksudmu." Istri pertamanya adalah harta dan bisnis istri keduanya adalah aku." ucap Novi sambil tersenyum.


"Aku mempunyai rumah yang dikontrakkan dan mempunyai saham di perusahaan tambang batubara di Kalimantan, aku sudah punya uang yang, banyak tapi aku tidak mempunyai ketenangan dalam hidup, karena itu kami merencanakan pertaruhan sebuah proyek, kalau berhasil maka semua impian Novi dan aku akan tercapai." ucap Hendri sambil berlari.


"Oh semoga berhasil." ucap Ridwan sambil menepuk pundak Hendri sambil berlari menuju ke rumah Hendri


Setelah sampai di rumah Hendri, di teras rumah Ridwan melihat buku dan majalah di atas meja.


"Kebetulan sebuah tanda dari yang kuasa."ucap Ridwan sambil membaca judul buku dan membaca isi buku itu.


"Siapa yang membaca buku seperti ini." ucap Ridwan sambil membolak-balik halaman buku.


"Novi, karena aku orang yang tidak pernah percaya dengan takhayul, menurutku segala sesuatu terjadi karena adanya alasan." ucap Hendri sambil menghidangkan makanan dan minuman di atas meja.

__ADS_1


"Tidak Hendri, ada beberapa alasan yang terjadi secara kebetulan, lihat saja kita, meski kita berada di negara asing kita kebetulan jadi tetangga" ucap Ridwan sambil mengambil buah anggur yang sedang dihidangkan Hendri, lalu duduk di kursinya.


"Itu juga ada alasannya kan." ucap Hendri sambil duduk di kursinya.


"Apa alasannya." ucap Ridwan sambil memegang buku.


"Percuma saja kau membahas masalah ini dengan Hendri, Ridwan jika kau ingin membaca buku itu kau boleh meminjamnya." ucap Novi sambil berjalan mendekati Ridwan dan Hendri lalu duduk didekat Hendri.


"Hai semuanya aku sudah siap, ayo kita makan." ucap Sani sambil membawa bungkusan kecil samb duduk didekat Ridwan.


"Oh..apa itu." ucap Hendri sambil melihat makanan yang di bawa Sani.


"Oh... aku suka sekali, mari sini." ucap Hendri sambil mengambil dari dalam bungkusan yang dibawa Sani


"Roti kentang." ucap Ridwan sambil mengambil dari piring Novi.


"Ini pasti enak." ucap Hendri sambil memakan sandwich.

__ADS_1


"Banyak keuntungan makan bersama - sama." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.


"Benar Hendri, kalau tidak aku tidak dapat kesempatan makan roti kentang." ucap Ridwan sambil menatap wajah Novi.


"Apa maksudmu atau mengeluh." ucap Sani sambil menepuk manja lengan tangan Ridwan.


"Sani tidak pernah makan makanan Indonesia, dia memang orang Indonesia, tapi kebiasaan dan kesukaannya persis seperti orang Inggris dia menyukai selera makan Eropa dan melihat tempat - tempat yang mewah.


"Tempat mewah dan musik yang indah semua itu adalah hal yang aku sukai." ucap Hendri sambil memakan sandwich yang ada di tangannya.


"Benarkah, wow.. " ucap Sani sambil tersenyum menatap wajah Hendri.


"Apalagi yang kita inginkan dalam hidup ini kalau ada yang heboh dan seru." ucap Hendri sambil menatap wajah Sani.


"Dan Ridwan apa yang kau sukai." ucap Novi sambil menatap wajah Ridwan.


"Biar aku yang menjelaskan biar apa yang disukainya, dia tidak suka berpesta porak atau melakukan sesuatu yang heboh." ucap Sani sambil melirik ke arah Ridwan.

__ADS_1


'Aneh sekali itu adalah kesukaan Novi." ucap Hendri sambil melirik kearah Novi.


__ADS_2