
"Jangan kau berbicara dengannya, berani sekali kau berbicara dengan istriku di depanku, tandatangani ini dan kau pergilah dari sini." ucap pak Robert sambil memberikan sebuah kertas.
"Pak dengarkan aku dulu pak." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Robert.
"Diam, diam aku tidak ingin reputasi istri tercemar itu sebabnya aku memintamu mengundurkan diri." ucap pak Robert dengan marah.
"Pak itu tidak benar." ucap Ridwan mencoba untuk menjelaskan.
" Kau sudah melakukan perbuatan memalukan, pergi, pergi dari sini, aku ingin surat ini ditanda tangani dalam waktu 24 jam." ucap pak Robert sambil mendorong Ridwan keluar dari ruangannya.
"Pak Nova telah berbohong kepada mu pak." ucap Ridwan.
"Sudah sayang hentikan, nanti tekanan darahmu naik." ucap Nova sambil merangkul pundak Robert.
__ADS_1
"Dia sungguh keterlaluan, tidak tau malu." ucap pak Robert sambil berjalan meninggalkan Ridwan.
Semua orang staf kantor melihat pertengkaran Ridwan dengan pak Robert.
"Kenapa kalian tidak percaya padaku pikirkan nya saja tidak, Ali Nova mencoba menyalahkan ku dia yang memanggil ku kerumahnya dan dia mencoba menggoda ku dan saat aku menolaknya lihat ini dia memberi ku surat pengunduran diri mereka menyuruhku untuk menandatanganinya kenapa aku harus melakukannya, katakan kepada ku kau teman ku ayo katakan." ucap Ridwan mencoba menjelaskan kepada Ali yang menundukkan kepalanya.
"Jadi kau tidak percaya padaku, kalian tidak percaya kepadaku, kau teman baikku kenapa tidak percaya." ucap Ridwan lalu pergi keluar dari kantor.
"Ridwan aku telah mencoba menceritakan ini kepada yang lain tapi tidak ada yang mempercayaimu." ucap Ali sambil memegang pundak Ridwan.
"Apa maksudmu, kalau memang tidak ada yang percaya haruskah aku mengundurkan diri." ucap Ridwan sangat menatap wajah Ali.
"Tidak, aku tidak ingin kau mengundurkan diri dengar semua orang melakukan kesalahan, kalau aku di tempatmu pasti aku melakukan hal yang sama, Ridwan walaupun aku mempercayaimu bisakah kau membuktikan kalau kau tidak bersalah, lupakan lah semua kau harus memikirkan pekerjaanmu, kau telah meminjam uang dengan jumlah yang besar untuk membeli rumahmu kalau kau mengundurkan diri bagaimana kau bisa membayar rumah mu, pergi lah kepada pak Robert dan minta maaf lah dan katakan kalau kau tidak akan melakukan kesalahan." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Kau tahu kau sudah gila." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.
"Apa yang kau katakan aku harus meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah aku lakukan, simpan saran mu untuk dirimu sendiri." ucap Ridwan sambil berjalan meninggalkan Ali sendirian.
Malam harinya Ridwan teringat akan kredit rumahnya dan tanggapan Sani tentang kasusnya dengan Nova.
"Kalau anda tidak memberikan jaminan lain kepada bank, kami akan menyita rumah anda." ucap pegawai Bank.
"karena kau tunangan mu bukan berarti aku memaafkan mu, aku akan memutuskan hubungan ini." ucap Sani dengan nada marah.
Pikiran Ridwan mulai ketakutan dan keesokan harinya Ridwan menjumpai Putri.
"Dengarlah Ridwan pelecehan seksual adalah bukan hal yang baru di perusahaan dan di kantor besar pria sering melakukan pelecehan seksual kepada pekerja wanita, tapi kasus ini terbalik seorang wanita melakukan pelecehan seksual terhadapmu, cara berpikir masyarakat mereka hanya bisa menerima hanya pria yang bisa melakukan hal ini." ucap Putri sambil meminum kopinya.
__ADS_1