Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
kematian Ali


__ADS_3

Saat melihat kebelakang, ada 10 mobil keluar dari stadion, dan anak buahnya Ali keluar dengan membawa senjata dan mengepung Riko, Ali dan teman- temannya.


"Cepat berikan pistol mu kepada ku." ucap Ali sambil tersenyum.


"Atau pacarmu itu akan terbunuh." ucap Riko sambil menunjuk ke arah Sani yang telah di tangkap anak buah Ali.


"Ayo..." ucap Ali sambil tersenyum,


Melihat Sani di sekap dan teman - teman nya Ridwan memberikan pistol nya kepada Ali.


"Bagus sekali ada pepatah di Malaysia lebih baik memiliki musuh yang bijaksana dari pada teman yang bodoh seperti dirimu." ucap Ali sambil menunjuk kearah Ridwan.


"Sekarang Riko kau akan menyerahkan hidup mu sekali lagi, tapi untuk sekarang ini aku akan pertama membunuh polisi ini." ucap Ali sambil mengarahkan pistol ke arah Ridwan.


"Ridwan." teriak Sani sambil menangis.

__ADS_1


Melihat Ridwan yang di tembak Ali, tapi sayangnya tembakan Ali tidak mengenai Ridwan, dan Ridwan berhasil mengelak dari tembakan Ali dan pura - pura tersungkur di lantai kemudian anak buah Ali datang menghampiri memastikan Ridwan sudah mati.


Saat itu Ridwan dengan sigap memukul anak buah Ali, kemudian Riko dan Adi menghajar anak buah Ali satu persatu.


Setelah itu Ridwan melihat Ali sedang berdiri mau menembak Ridwan, tapi sayangnya peluru sudah habis, lalu Ridwan memukul perut Ali sehingga Ali tersungkur di tanah.


Satu persatu anak buah Ali mati di hajar Riko dan Adi, melihat kejadian itu Ali berusaha melarikan diri dan berlari menjauh dari Ridwan, Ali terus berlari masuk kedalam stadion dan tiba-tiba Riko muncul di hadapan Ali dan langsung mengarahkan senjata kearahnya.


"Aku ingin sekali membawa mu ke India dan menembak mu di sana, tapi aku merasa takut jika kebenaran terungkap, orang akan kehilangan kepercayaan dalam persahabatan." ucap Riko lalu menembak kaki Ali.


"Ah .. " teriak Ali kesakitan dan terus membuka pintu mobil satu persatu, dengan terpincang-pincang, setelah kelelahan Ali bersandar di dinding mobil.


Pada saat itu Ridwan dan Adi tiba dan melihat Ali sudah tewas di tangan Riko.


Dan kemudian Fitri terbangun dari lantai dan melihat dia sudah berada di rumahnya, dan di sekelilingnya sudah banyak polisi Malaysia.

__ADS_1


"Nyonya namaku Ridwan dari kedutaan Indonesia." ucap Ridwan sambil menatap Fitri yang ketakutan.


"Ada apa ini siapa orang- orang ini." ucap Fitri sambil teriak.


"Kau ditangkap nyoya." ucap polisi Malaysia.


"Apa kesalahanku." ucap Fitri sambil terkejut.


"Kau dapat melihat sendiri kejahatan yang kau lakukan." ucap Ridwan sambil memperlihatkan mayat Ali yang sudah tertembak.


"Nyonya Fitri kau sudah melihat sendiri, kau telah membunuh tuan Ali." ucap Ridwan.


Setelah itu Fitri di bawa ke penjara dan di interogasi polisi Malaysia.


"Bukan kah kau dan pacar mu, sudah berselisih sejak awal, aku di beri tahu kau keadaan mental yang sehat, kau mengancamnya akan membunuhnya di sebuah pesta." ucap polisi Malaysia.

__ADS_1


"Aku tidak membunuhnya." teriak Fitri sambil memegang kepalanya.


"Kalau kau tidak membunuhnya, ada sidik jarimu di pistol ini dengan pistol inilah Ali di bunuh." ucap polisi kepada Fitri yang hanya menangis


__ADS_2