
"Pandanganlah mataku ini kalau menurut mu aku bersalah maka aku yang sendiri yang akan menyerahkan diri pada pihak berwajib." ucap Ridwan sambil memegang pipi Sani dan menatap matanya.
Mendengar hal itu Sani langsung melepaskan tangan Ridwan dari pipinya, dan berjalan keluar dari dalam gereja, lalu Ridwan terus mengejar Sani.
"Ketika kau akan belajar rasanya jatuh cinta, kau akan tahu perasaan." ucap Ridwan sambil memegang lengan Sani sambil menatap wajahnya, setelah itu Sani melepaskan tangan Ridwan dari lengannya dan terus berjalan ke tempat duduk yang dipinggir jalan.
"Rasa sakit yang kau rasakan saat patah hati datang dan tanyakan kepada kekasihmu." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati Sani yang sedang menangis.
"Hatiku hancur tuhan pun marah, aku bersumpah demi tuhan, aku mencintaimu lebih dari tuhan." ucap Ridwan sambil memegang lengan Sani dan menatap wajah Sani yang menangis.
"Janji pertama dalam cinta." ucap Ridwan sambil melihat Sani yang berlari.
__ADS_1
"Sayang jangan lupakan itu, langkah pertama dalam cinta." ucap Ridwan sambil mengejar Sani yang terus menjauh dari dirinya.
Saat di stasiun kereta api Sani duduk dan teringat akan kata-kata Ridwan.
"Aku tidak melenyapkan Novi kau adalah pengadilan tertinggi untukku kalau kau merasa aku juga bersalah maka aku akan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib." ucapan Ridwan yang terngiang di telinga Sani dan kemudian Ridwan berjalan ditengah rel kereta api dan saling bertatapan dari kejauhan, dan tiba-tiba kereta api melintas dari hadapan mereka.
Saat kereta api sudah jauh, Sani tidak ada lagi di tempat duduknya, melihat itu Ridwan berjalan lemas dan sangat sedih, dan saat petugas polisi sedang razia di jalan Ridwan berjalan kearah petugas, dan saat itu juga Sani muncul di hadapan Ridwan.
"Karena aku tahu cinta dan kasih sayangmu ada bersamaku, sekarang aku buktikan aku tidak bersalah." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
"Tapi bagaimana kau melakukannya." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Hati itu Hendri mengatakan bahwa aku pergi ke bar dengannya jika aku bisa membuktikan bahwa aku tidak pernah pergi ke sana, aku pasti bisa dapat jalan keluarnya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani, tapi Sani teringat akan perkataan pak Joko.
"Aku bersumpah pada malam itu aku melihat dengan mata ku sendiri yang pergi ke bar itu bukan dua orang tapi hanya satu orang, tapi saat kembali dari sana ada dua orang yang didalam mobilnya." ucap pak Joko menyakinkan Sani.
"Iya waktu Joko dan Dono datang ke rumah, Joko ingin mengatakan sesuatu, mungkin dia mengetahui sesuatu." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Kau pulanglah ke rumah kalau tidak Hendri akan curiga, aku akan menemui Joko di tokonya, oke." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
"Pemirsa hari ini telah terjadi pembunuhan di kota yang tertuduh adalah Ridwan seorang perwira polisi warga Indonesia yang saat ini sudah melarikan diri."Siaran langsung di tv tempat restoran pak Joko.
Saat itu polisi Bangkok datang untuk makan siang di restoran pak Joko dan melihat siaran TV, sedangkan pak Joko berjalan membawa pesanan para tamu.
__ADS_1
"Hidangan sudah siap." ucap pak Joko sambil membawa makanan dan berjalan kearah tamu.