
"Ah..ah.." teriak lelaki misterius sambil meraba kepalanya dan betapa terkejutnya dia melihat darah yang ada ditangannya.
Sedangkan Ridwan telah sampai di bioskop dan bergegas masuk mencari lelaki misterius.
"Tes..tes."suara percikan air dari pel lantai yang membuat langkah Ridwan terhenti dan Ridwan melihat ke belakang dan melihat seorang wanita sedang mengepel lantai dan Ridwan teringat setiap kejadian pasti ada air Ridwan melihat sekeliling bioskop dan melihat tulisan TOILET UMUM, lalu Ridwan berjalan masuk ke dalam toilet dan melihat lantai telah tergenang air dan melihat lelaki misterius sedang memasukkan kepalanya sendiri ke dalam air yang ada di wastafel.
"Ah.." ucap lelaki misterius sambil memegang kran air, setelah itu arwah Serly muncul lalu memukulkan kepala lelaki misterius ke kaca
"Prang..prang.." kaca pecah karena benturan kepala lelaki misterius.
"Hei.. hentikan." teriak Ridwan sambil berlari ke arah lelaki misterius dan saat itu juga Ridwan tersungkur di lantai yang tergenang oleh air.
"Prang..prang.."Serly terus memukulkan kepala lelaki misterius sampai dia tewas dan terletak di lantai dan Ridwan terus berlari mendekati lelaki misterius yang terletak di lantai.
__ADS_1
"Hei...bangun." ucap Ridwan sambil memegang pundak lelaki misterius.
"Sial." ucap Ridwan
"Tes..tes.." Ridwan mendengar percikan suara air dan melihat jejak telapak kaki Serly di air dan dengan cepat Ridwan mengambil senjatanya.
"Dor..dor..dor.." Ridwan menembak ke arah jejak kaki Serly dan peluru hanya mengenai tembok bukan arwah Serly.
Setelah itu petugas polisi semua datang ke tempat kejadian.
"Dan aku ingin laporan lengkap setelah posmortem." ucap pak Bambang sambil masuk ke dalam mobilnya.
Setelah kejadian tadi Ridwan duduk termenung di kantor dan tiba- tiba Ali datang mendekatinya.
__ADS_1
"Kau mengatakan kalau kita dapat menemukan lelaki misterius kita akan tahu siapa pembunuhnya, tapi apa yang terjadi sekarang? bahkan dia sudah mati." ucap Ali sambil berdiri di hadapan Ridwan.
"Dia tersandung di air, terluka di kepalanya dan meninggal, kau berada di tempat bahkan kau tidak mengatakan apa-apa apakah dia gila atau Psikopat?." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.
"Bahkan setelah empat orang meninggal terus menerus dalam kasus tertentu, jika kita masih berfikir kita bisa gila." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Apa..? siapa itu, katakan kepadaku, siapa yang dituduh itu." ucap Ali sambil kebingungan.
"Akan ku beritahu, penjahat yang kita cari tidak hidup, dia sudah mati tapi dia tidak akan pernah berhenti membunuh, SERLY yang sudah mati adalah penyebab kematian ketiga lainnya." ucap Ridwan sambil mengalihkan pandangan dari Ali.
"Hei..kau telah mengatakan sesuatu sejauh ini, bahkan kau mengatakan sesuatu yang mustahil, aku percaya padamu, bagaimana kau mengatakan itu Serly?." ucap Ali sambil berjalan kehadapan Ridwan.
"Ketiga orang yang meninggal pasti salah dalam beberapa hal, mereka pasti akan menjadi alasan kematian Serly dalam beberapa cara, bukan tidak hanya yakin siapa lagi yang bertanggung jawab atas kematian Serly, dalam hal ini mereka pasti akan mati." ucap Ridwan menjelaskan kepada Ali.
__ADS_1
?