Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Maria di kasih tas berisi uang


__ADS_3

Kau dengar aku?." ucap Bu dokter sambil menatap wajah Maria yang termenung.


"Tidak, bisakah aku tetap di sini? dan melahirkan bayinya."ucap Maria dengan nada kecemasan sambil menatap wajah Bu dokter.


Omong kosong apa ini?, bayi yang kau kandung itu adalah milik millionaire mereka tidak akan mentolerir kehamilanmu di daerah kumuh, jangan terlalu dipikirkan, kau butuh uang dan mereka butuh bayimu, kau akan hidup seperti ratu di sana, kamar ber AC, tv, makanan yang tepat dan obat -obatan mereka akan memberikan semuanya." ucap Bu dokter sambil menatap wajah Maria yang tertunduk.


"Kau akan menerima 50% pembayaran sebelum berangkat besok ok?." ucap dokter dan Maria lalu menganggukkan kepalanya.


"Bersiaplah untuk berangkat besok." ucap Bu dokter sambil memberikan buku kehamilan kepada perawat dan Maria berjalan keluar dari ruangan.


"Maria tunggu." ucap bidan yang menghentikan langkah Maria dan Bu bidan berjalan mendekati Maria.


"Aku perlu beritahu kau sesuatu dokter berbohong, bahwa laporanmu bahwa laporanmu baik- baik saja aku dengar dia berbicara dengan dokter yang lain." ucap Bu bidan menyakinkan Maria.


"Apa yang dia katakan?." ucap Maria sambil menatap wajah Bu bidan.

__ADS_1


"Bahwa rahimmu sangat lemah dan kau mungkin tidak akan pernah hamil lagi ini bisa jadi yang terakhir jika kami bisa membuatmu berhasil dalam pekerjaan ini dokter akan bayar mahal dan begitu juga aku, tapi.. Tapi kau mengingatku pada putriku aku harus memberitahu mu pikirkan baik-baik, apakah kau harus melakukan ini?." ucap Bu bidan sambil meyakinkan Maria.


"Ya... Ini satu - satunya cara ku membiayai operasi adikku dan menyelamatkan nyawanya aku tidak punya pilihan." ucap Maria lalu berjalan meninggalkan Bu bidan.


Sesampai di rumah Maria melihat foto adiknya yang terpajang di dinding ruangan rumahnya lalu Maria teringat akan kenangan bersama adiknya yang mereka berdua selalu berlari di taman dan bercanda ria, setelah itu Maria kemudian mengemasi pakaian nya tiba- tiba seorang pria masuk ke dalam rumah Maria.


"Siapa itu?." ucap Maria sambil melihat ke arah pria yang berbadan tegap yang bernama Leo.


"Aku datang untuk memeriksa sambungan gas." ucap Leo sambil melihat ke arah Maria.


"Jangan sekarang lain kali saja." ucap Maria sambil mengemasi pakaiannya ke dalam tasnya.


"Baiklah." ucap Maria sambil melihat hp nya berdering sedangkan Leo meletakkan tas nya kedalam ruangan.


"Aku pergi." ucap Leo sambil berjalan ke depan pintu rumah Maria.

__ADS_1


"Tasmu...?" teriak Maria.


"Itu tas mu, juga uang di dalamnya, mobil menunggu waktumu hanya lima menit."ucap Leo sambil melihat ke arah Maria.


"Ayo." ucap Leo sambil berjalan keluar dari rumah Maria.


Mendengar hal itu Maria lalu bergegas mengambil tas yang berisi uang dan mengunci pintu rumahnya, setelah itu Maria melihat isi tas yang berisi uang lalu menggenggam uannya.


Tiba- tiba


"Maria.." ucap Tiara kakak Maria


"Kau ingin aku datang kesini?." ucap kakak Tiara sambil berjalan mendekati Maria.


"Uangnya ada di tas ini?." ucap Maria sambil memberikan tas itu kepada kakak Tiara.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?, siapa yang berikan itu kepadamu?." ucap kakak Tiara sambil menatap kearah Maria.


"Tidak penting." ucap Maria sambil menutup resleting tas pakaiannya.


__ADS_2