Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
cara Angga membunuh Serly.


__ADS_3

"Aku tahu apa yang kau pikirkan, bahkan aku menyukai seorang gadis."ucap Angga sambil duduk di kursi sambil menatap wajah Serly.


"Jika aku tidak berbohong padamu, kamu tidak akan mengatakan yang sebenarnya." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang sedang sesak dadanya, lalu Serly berdiri dengan keadaan lemah dan pusing, dan dengan cepat Angga memegang tangan Serly dan menahannya agar tetap duduk di kursi.


"Kau tidak percaya padaku." ucap Serly sambil menatap wajah Angga.


"Saya tidak percaya bahwa kau telah melupakan dia, saya lebih percaya apa yang orang lain katakan tentang kau." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang selalu meneteskan air mata dan lalu terpejam dan lemas.


"Dan tidak seperti orang lain, kau kidal saya sangat menyukainya, tetapi ketika aku mengetahui bahwa aku orang kedua." ucap Angga sambil memegang pundak Serly.


"Apakah kau tau apa yang disukainya darimu?." ucap Angga sambil melihat Serly yang sangat lemas dan mengantuk.


"Kau pasti sangat fleksibel, itu sebabnya dia pergi setelah dia menyentuhmu." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang meneteskan air mata.

__ADS_1


"Ridwan." ucap Serly sambil menutup matanya dan lalu tertidur dan saat itu Angga langsung mendorong Serly sehingga jatuh ke lantai.


"Gedebage." kepala bagian belakang Serly terbentur ke lantai, setelah itu Angga memegang tangan kanan Serly lalu menyeretnya ke dalam bak mandi, setelah itu Angga membersihkan gelasnya dan mengambil jam tangannya lalu.


"Aku suka mencoba semuanya secara berbeda tapi tidak pernah menyangka aku membunuh dengan cara yang berbeda." ucap Angga sambil meletakkan surat yang ditulis Serly kedalam plastik dan meletakkan di dalam bra Serly.


"Semuanya jelas sekarang." ucap Angga sambil menggeser tangan Serly kedalam bak mandi.


"Aku sangat buru- buru, sehingga tidak dapat menemukan siapa dia, seandainya aku tahu, aku akan memberitahunya, dia akan menjadi orang pertama yang datang untuk kematian mu." ucap Angga sambil menatap mayat Serly dan mengambil kran air lalu menghidupkan air, setelah itu Angga lalu pergi keluar dari rumahnya.


"Serly." ucap Ridwan sambil menopang tubuh Sani.


"Sani, Sani." ucap Ridwan sambil memegang wajah Sani.

__ADS_1


Keesokan harinya Ridwan mendatangi kantor Angga.


"Selamat pagi pak polisi, apakah ada yang serius." ucap Angga sambil menatap wajah Ridwan.


"Ini tentang kasus Serly." ucap Ridwan sambil melepas kacamatanya.


"Bisakah kita masuk ke dalam dan berbicara?." ucap Angga sambil menatap wajah Ridwan.


"Bahkan jika saya lupa, saya pikir anda akan meninggalkan kasus ini." ucap Angga sambil meminum kopinya.


"Satu kesalahan ceroboh telah menyebabkan semua ini, tapi fakta psikologisnya untuk satu bunuh diri segelas air sudah cukup untuk obat tidur tapi untuk membunuh, jika seseorang mencoba untuk memberikan obat tidur tanpa sepengetahuannya bisa dicampur dengan kopi." ucap Ridwan sambil menuangkan gula ke dalam kopinya dan mendengar kata - kata Ridwan Angga sangat terkejut sehingga Angga tersendat saat minum kopinya.


"Silahkan minum, hanya satu cangkir kopi." ucap ridwan sambil meminum kopinya dan menatap wajah Angga.

__ADS_1


"Jika Serly masih hidup dan dia punya bayi, jelas dia tidak akan menamainya RIDWAN seperti namaku, aku harap sekarang kau mengerti." ucap Ridwan sambil menatap wajah Angga yang sangat terkejut mendengar kata - kata Ridwan.


__ADS_2