Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan menjumpai Dayat.


__ADS_3

"Itu yang kau pikirkan, Serly juga salah, kenapa kau tidak memikirkannya." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


"Tidak bisa seperti itu." ucap Ridwan sambil membalikkan badannya.


"Kenapa tidak, sejak awal kau telah salah melihat kasus ini, berapa banyak orang, berapa banyak laporan dan kau masih tidak mendengarkan begitu banyak orang, kau tahu mengapa? karena kau tidak bisa melupakan Serly, kau mencintainya secara membabi buta itu sebabnya kau tidak dapat bisa mentolerir, kau bahkan tidak bisa fokus pada pekerjaan mu, apakah aku benar?." ucap Ali sambil melangkah ke hadapan Ridwan.


"Ya belum lupa, berapa banyak orang disekitarnya dan beberapa banyak laporan yang bisa mengatakan, aku tahu Serly ku tidak membuat kesalahan, Serly membuang aku dari kehidupannya seperti yang aku ceritakan tempo hari, pasti dia tidak seperti itu, dia adalah Serly ku, dan aku masih mencintainya dan percaya kepadanya." ucap Ridwan dengan nada marah kepada Ali dan lalu terduduk di kursi.


Mendengar hal itu Ali langsung berjalan meninggalkan Ridwan, Keesokan harinya Ridwan dan pak Bambang menghadiri rapat di apartemen karena penghuni apartemen semuanya ketakutan tinggal di sana.


"Pak tolong kami kalau kami semua mati disini siapa lagi yang akan tinggal di apartemen ini." ucap seorang penghuni apartemen.


"Pak tolong beri saya waktu." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang.

__ADS_1


"Kau ingin saya menunggu sampai orang berikutnya mati?." ucap pak Bambang sambil menatap wajah Ridwan.


"Sebelum itu, saya akan tinggal di apartemen ini." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang.


Malam harinya Ridwan mencari informasi di laptopnya tentang arwah dan tiba - tiba ibunya datang menghampiri Ridwan.


"Sani sudah datang." ucap ibu Ridwan sambil meletakkan segelas air.


"Iya mama." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Sani.


"Tidak ada, aku cuma kangen aja padamu." ucap Sani sambil mengusap air matanya.


"Setelah kejadian Serly kau tidak pernah ada waktu untukku, kau selalu sibuk dengan masa lalu mu." ucap Sani sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Siapa yang mengatakan seperti itu, kau memiliki Ali, putri, Dina dan ibu ku dan semua orang bersamamu." ucap Ridwan sambil memeluk Sani.


Keesokan harinya Ridwan menemui paranormal yang bernama Dayat dan bertanya tentang arwah yang gentayangan.


"Sekarang kita tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada apa - apa di dalam sini." ucap Dayat sambil memegang sebuah botol kecil.


"Ada udara didalam, sekarang sudah keluar." ucap Dayat sambil membuka tutup botol.


"Ini akan berkeliaran di sini jiwa juga seperti itu, sekali seseorang mati bukan berarti semuanya berakhir hanya tubuh yang mati, tetapi jiwa terus berkeliaran di sini, bahkan didekat kamu." ucap Dayat sambil tersenyum manis kepada Ridwan.


"Bahkan mereka akan memiliki keinginan yang tidak terpenuhi, nostalgia, kemarahan yang tidak kita ketahui, sesuatu yang mereka pilih yang untuk diungkapkan adalah medium." ucap Dayat sambil menyakinkan Ridwan.


"Dari apa yang kau katakan mereka mungkin memilih apa saja sebagai media mereka." ucap Ridwan sambil berjalan bersama dengan Dayat.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, makan apa saja yang kita dapatkan saat kita lapar dan hanya makanan apa saja yang kita suka adalah dua hal yang berbeda jiwa lebih suka memilih media yang mereka sukai." ucap Dayat sambil berjalan bersama Ridwan.


__ADS_2