Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan masuk tim


__ADS_3

"Abi Khadafi akan di isolasi di penjara Nusa Kambangan." ucap ibu Hartati kepada Rian dan Benny.


"Ibu Hartati akan membuatnya buka mulut perihal uangnya." ucap Ridwan menjelaskan secara detail rencana ibu Hartati kepada pak Bambang.


"Lalu mereka akan membunuhnya." ucap Benny sambil menatap wajah ibu Hartati.


"Sejak aku menjadi kepala di perusahaan asuransi jiwa di negara ini rencanaku berjalan sedikit lebih baik." ucap ibu Hartati sambil menunduk pandangannya.


"Akan terjadi kerusuhan dipenjara dan Abi Khadafi terluka, dan dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia akan .." ucap ibu Hartati sambil menatap wajah Rian dan Benny.


"Sekarang aku harus bereaksi, saatnya menyusup di tim mereka." ucap Ridwan menyakinkan pak Bambang.


Setelah itu ibu Hartati mengadakan pertemuan berdua dengan Ali di rumahnya.


"Kau mendapatkan tim impianmu, aku tidak mau drama yang lain dan tidak ada sandiwara." ucap ibu Hartati sambil menatap wajah Ali.


"Jangan biarkan para badut mendekati Abi Khadafi segera bawa Abi ke Indonesia, tak boleh ada kesalahan sedikit pun Ali." ucap ibu Hartati sambil menatap wajah Ali.

__ADS_1


"Tugas akan dilaksanakan Bu, ku jamin beres Bu." ucap Ali sambil menatap wajah ibu Hartati.


"Lagi pula Ali tak pernah gagal dalam menjalankan tugas." ucap Ali sambil berdiri dari tempat duduknya.


Semua tim yang dipilih ibu Hartati sudah berada di bandara Soekarno-Hatta, Ali sebagai ketua tim menunggu teman - teman yang lain.


"Halo, pak aku Ibrahim." ucap Ibrahim sambil memberikan salam dengan mengulurkan tangannya kepada Ali


"Aku tahu." ucap Ali sambil membalas salam Ibrahim.


Sepertinya Bu Hartati mengartikan menyamar sebagai tanpa penutup." ucap Ibrahim sambil menatap wajah Ali yang sedang memperhatikan di sekelilingnya.


"Waktu berangkat sudah dekat dan Sharul belum terlihat batang hidungnya." ucap Ali sambil menatap wajah Ibrahim.


"Apa aku tepat waktu?." ucap Ridwan sambil berdiri di belakang Ali dan Ibrahim.


"Apa Khabar teman." ucap Ali sambil memeluk Ridwan.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Sani, apakah Sani gak ikut denganmu?" ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


"Itu dia." ucap Ridwan sambil melihat Sani berjalan memegang koper dengan menggunakan gaun pendek yang seksi dan berjalan mendekati mereka.


"Maaf aku terlambat soalnya aku tadi bawa pak Sharul ke rumah sakit." ucap Sani sambil menatap wajah Ali.


"Oh iya katanya Sharul ikut." ucap Ali.


"Dia terkena stroke dan aku yang menggantikan posisinya." ucap Ridwan sambil tersenyum manis pada Sani .


Sebenarnya yang terjadi pada Sharul, adalah rencana Ridwan sengaja datang ke hotel pada saat Sharul menginap mau berangkat ke Malaysia, pada saat Sharul sedang mandi tiba-tiba Ridwan sudah duduk di atas bak mandi.


"Anda akan tergelincir dengan sabun ini, kepala membentur kloset lalu anda akan mati." ucap Ridwan sambil memegang sabun yang ditangannya.


"Dari sini sampai bandara, saya punya 50 cara untuk membunuh anda dan membuatnya terlihat seperti kecelakaan dan tak ada seorangpun yang tahu, anda akan menuju rumah sakit, bukan bandara."ucap Ridwan sambil menatap wajah Sharul yang ketakutan


"Dan bagaimana jika aku setuju?." ucap Sharul dengan gugup.

__ADS_1


"Anda tinggal mengatakan bahwa anda terkena stroke." ucap Ridwan melihat Sharul ketakutan.


"Kita akan menyiapkan segala sesuatunya di rumah sakit." ucap Ridwan sambil melempar handuk kearah Sharul.


__ADS_2