Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan bertamu ke rumah Hendri


__ADS_3

"Ridwan apakah mungkin kita mendapatkan pasangan yang tertukar." ucap Hendri sambil berbisik sambil mendekatkan wajahnya ke arah Hendri.


"Mungkin saja itu." ucap Ridwan sambil melirik ke arah Sani dan Novi.


"Apa .." teriak Sani dan Novi sambil memegang pundak pasangannya masing-masing.


"Tidak.. tidak." ucap Ridwan dan Hendri sambil menatap wajah pasangannya masing-masing.


"Maaf calon istriku sayang." ucap Ridwan sambil melipat kedua tangannya dan menatap wajah Sani.


"Ridwan kita akan berpesta nanti malam." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.


"Iya kita akan berjumpa dimana ada musik dan keramaian kita." ucap Sani sambil menatap wajah Hendri.


"Kita akan ketempat disko." ucap Novi sambil menatap wajah Hendri.


"Iya." ucap Hendri sambil tersenyum.


Malam harinya Ridwan, Sani, Hendri dan Novi pergi ketempat disko.

__ADS_1


"Malam ini kau tidak boleh marah ya sayang, minum sebentar saja." ucap hendri sambil merangkul pinggang Novi dan berjalan masuk ke dalam klub diskotik.


"Hai.." ucap Ridwan dan Sani sambil duduk di dekat Hendri dan Novi.


"Dua minuman dingin untuk wanita, dan dua minuman untuk pria." ucap Hendri kepada pelayan kafe.


"Baiklah." ucap pelayan kafe sambil berjalan mengambil pesanan Hendri.


"Tidak teman aku tidak suka minum, karena kalau aku minum aku bisa jadi kacau nanti, itu akan jadi masalah." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.


"Jangan khawatir aku akan menjagamu." ucap Hendri sambil melihat ke arah Ridwan.


"Hendri jangan paksa seseorang untuk minum." ucap Novi sambil menatap wajah Hendri.


"Kalau begitu lupakan untuk minum, ayo kita berdansa " ucap Sani sambil menatap wajah Hendri.


"Yah.. iya, ayo ..." ucap Hendri dan Ridwan.


Ridwan mulai memegang pinggang Sani dan mulai berdansa, sedang Hendri dan Novi mulai berjoget bersama dengan menggerakkan pinggul dan tangannya, setelah malam itu Ridwan dan Hendri mulai kompak sehingga berbelanja baju selalu berpasangan - pasangan.

__ADS_1


Saat di toko baju Ridwan melihat baju tidur terpajang di patung.


"Sani ini baju yang sangat cantik jika kau pakai." ucap Ridwan sambil menunjukkan baju kepada Sani


"Aku tidak suka." ucap Sani sambil menarik tangan Ridwan, melihat hal itu Novi lalu membeli baju yang ada di patung.


Setiap aktivitas selalu di lakukan Ridwan dan Hendri bersama - sama dan saat di diskotik saat musik terhenti tanpa disadari Ridwan dia telah memeluk Nova.


"Oh.. maafkan aku." ucap Sani sambil terkejut telah memeluk Hendri dan lalu berjalan mendekati Ridwan dan langsung memeluk Ridwan.


"Maafkan aku juga." ucap Hendri sambil berjalan mendekati Nova dan memeluknya.


"Entah kapan tertukarnya, kita tidak mengetahuinya sama sekali." ucap Hendri sambil tersenyum dan memeluk Nova.


"Iya .iya.." ucap Sani dan Nova


"Ayo kita pergi." ucap Hendri sambil merangkul pinggang Nova, dan keduanya pun meninggalkan diskotik.


Keesokan harinya Ridwan bertamu ke rumah Hendri.

__ADS_1


"Hendri, Novi.." teriak Ridwan dan berjalan masuk kedalam rumah Hendri sambil memegang sebuah buku. Ridwan tanpa sengaja masuk kedalam kamar Hendri dan melihat tidak ada orang yang di rumah itu.


saat membalikkan badannya ia melihat Novi keluar dari dalam kamar mandi, lalu Ridwan bersembunyi di balik tirai kamar, dan melihat Novi membuka lemari pakaiannya dan melihat baju yang ingin ia belikan untuk Sani, dan Ridwan mengalihkan pandangan saat Nova memakai deodoran tanpa menggunakan sehelai benang ditubuhnya.


__ADS_2