
"Kami akan merekam pernyataan Abi Khadafi dan istrinya, kita tak punya hak untuk mengintrogasi mereka." ucap Ali sambil menatap pak Azis.
"Aku akan berikan Abi Khadafi pelukan erat." ucap Ridwan sambil menatap kearah jalan.
"Kau harus ikut perintahku." ucap Ali sambil menatap tajam kearah Ridwan.
"Bahkan kaki dan tanganku tak ikut perintahku
kau telah mencobanya kan?" ucap Ridwan sambil tersenyum kecil kepada Ali.
Setelah sampai di penginapan Abi Khadafi yang di jaga polisi Malaysia, Ridwan turun dari dalam mobil dengan memakai jaket kulitnya, sedangkan Ibrahim membawa laptopnya, dan Sani yang asyik dengan camera ponselnya.
"Bu... Ridwan akan menciptakan sebuah masalah." ucap Ali sambil menelpon ibu Hartati
"Kalau dia menghalangi tugasmu tembak saja dia, aku akan mengendalikan nya dari sini." ucap ibu Hartati sambil mematikan teleponnya.
Setelah itu Ridwan, Ali dan di ikuti Sani dan Ibrahim dari belakang, dan saat tiba masuk kedalam penginapan Abi Khadafi, saat di ruangan tamu Abi Khadafi sedang bermain game.
__ADS_1
"Cepat bunuh.., cepat bunuh." ucap Abi Khadafi yang duduk di kursi roda sambil bermain game, setelah mendengar langkah kaki Abi Khadafi menekan tombol yang ada di kursi rodanya dan berputar melihat Ridwan, Ali, Sani dan Ibrahim.
"Hai teman- teman." ucap Abi Khadafi sambil tersenyum menatap Ridwan, Ali , Sani, Ibrahim yang sangat kaget melihat keadaannya.
"Sungguh kalian bersikap seperti sedang berhadapan dengan pimpinan ISIS." ucap Abi Khadafi samb tertawa kecil.
"Percayalah padaku saat kau menemukan kebenaran kau takkan henti tertawa, maaf.. maaf." ucap Abi Khadafi sambil memegang keningnya.
Tiba-tiba seseorang cewek cantik dan seksi yang bernama Maya berjalan menghampiri Ali ,Sani, Ridwan dan Ibrahim kagum melihat kecantikan wanita itu.
"Dia seksi kan, aku tahu itu." ucap Abi Khadafi ke Ridwan yang menatap tajam.
"Maya."ucap Maya sambil mengulurkan tangannya kepada Ali.
"AKP Ali, dengar jika kau mau bekerja sama kami akan memperlakukan dengan sangat baik." ucap Ali sambil memegang tangan Maya.
"Dan juga anak buahku akan bekerja sama dengan anda."ucap Maya sambil tersenyum lalu berjalan ke Ibrahim.
__ADS_1
"Maya." ucap Maya sambil mengulurkan tangannya kepada Ibrahim.
"Sungguh sulit untuknya berbicara." ucap Sani sambil menunjuk ke arah Ibrahim yang gugup saat melihat kecantikan Maya.
"I.. Ibrahim." ucap Ibrahim sambil menatap wajah Maya dan sambil memegang tangan Maya.
"Dia hanya pernah berbicara pada para penari latar." ucap Sani sambil menatap wajah Ibrahim, setelah itu Maya berjalan ke arah Sani.
"Sani, warna lipstick mu benar - benar stylish dimana kau membelinya." ucap Sani sambil memperkenalkan dirinya dan tertawa terbahak-bahak.
"Terimakasih Sani, aku benar- benar tidak tahu tentang dirimu." ucap Maya sambil tersenyum, lalu Maya berjalan kearah Ridwan dan mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya.
"Aku belum tahu siapa namamu." ucap Maya sambil memegang tangan Ridwan dengan tatapan yang sangat tajam.
"Aku belum menyebutkannya." ucap Ridwan yang masih memegang tangan Maya dan terus menatap mata Maya.
"Abi, aku lupa kau harus minum obat, tapi kau tak boleh mengambilnya sendiri." ucap Maya sambil melepaskan tangannya dari Ridwan dan membalikkan badannya kearah Abi Khadafi dan berjalan kemeja dan mengambilkan obat dan air putih dan memberikannya kepada Abi yang duduk di kursi roda.
__ADS_1