
"Apakah ada orang yang datang dari kantor untuk menemui saya kemarin." ucap Angga sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
"Tidak ada orang kantor yang datang menemui mu tapi seseorang lelaki datang menemui istri anda Serly pak." ucap pak Anto sambil menunduk melihat ke arah mobil Angga.
"Siapa?." ucap Angga sambil memberikan uang kepada pak Anto.
"Anda sangat baik, saya tidak pantas mengatakan, tapi biarlah saya katakan." ucap pak Anto sambil memfitnah Serly.
Saat mendengar hal itu Angga sangat benci dengan Serly dan setelah sampai di kantor Angga terus memikirkan cerita tentang Serly yang di ketahui oleh pak Amri dan pak Anto.
Malam harinya seperti biasa Serly yang sedang menunggu Angga dengan membaca koran di ruang tamu tiba-tiba.
"Ring..ring." telpon berdering
"Halo." ucap Serly sambil mengangkat telepon.
"Hai, apa yang kamu lakukan?." ucap Steven dari dalam telpon yang lagi bersama Angga.
__ADS_1
"Kamu siapa?." ucap Serly sambil kebingungan.
"Hei Serly apa yang kamu bicarakan seolah - oleh kau tidak mengenalku." ucap Steven sambil menatap wajah Angga.
"Pertama, beritahu saya siapa anda." ucap Serly sangat emosi.
"Serly kenapa kau bertingkah seperti kau tidak mengenal diriku, kenapa Angga ada di dekatmu?." ucap Steven sambil menatap wajah Angga yang sedang duduk di kursinya.
"Hanya saat kita kuliah, kita bisa bertemu tanpa diketahui orang tua dan kampus kita, sekarang kita bertemu tanpa diketahui oleh suamimu, oke jam berapa kita bertemu besok? jam delapan jam sepuluh." ucap Angga mendengar hal itu Serly langsung menutup teleponnya.
"klik."Steven menekan tombol telepon.
Setelah itu Angga pulang ke rumahnya.
"Ting tong." suara bel rumah berbunyi.
Serly langsung berjalan dan membuka pintu rumahnya dan melihat Angga telah berdiri di depan pintu rumah.
__ADS_1
"Kenapa kau pulang terlambat?." ucap Serly sambil menatap wajah Angga yang murung dan Angga langsung masuk kedalam rumah saat Serly menutup pintu tiba-tiba Angga berdiri di depannya.
"Aku sangat takut kehilanganmu, Serly." ucap Angga sambil menatap wajah Serly.
"Apa yang terjadi?." ucap Serly kebingungan.
"Aku tidak tahu, sesuatu sedang terjadi disekitar ku, saya merasakan ada sesuatu yang salah." ucap Angga mengalihkan pandangan dari Serly.
"Bahkan aku merasakan hal yang sama, ada seseorang yang menelpon ku yang tidak kukenal, aku disini sendirian, aku tidak suka berada di sini, orang - orang di sini tidak begitu baik." ucap Serly sambil mengambil tas dari tangan Angga dan berjalan ke meja tamu.
"Itu, kekasih lamamu." ucap Angga sambil membuka sepatunya.
"Tidak, tidak, itu tidak mungkin dia." ucap Serly sambil mengeluarkan dokumen yang ada di dalam tas Angga.
"Jika bukan dia, apakah kamu belum bisa melupakannya." ucap Angga sambil berdiri di belakang Serly.
"Katakan padaku." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang sedih dengan mata yang berair.
__ADS_1
"Aku mengerti, aku tidak pernah berpikir kau begitu salah menilai ku." ucap Serly sambil meneteskan air matanya.
"Seseorang yang membuang mu tidak salah, kau meninggalkan dia dan menikahi ku tidak salah, mungkin dia atau seseorang yang sering datang kesini tidak salah, tapi aku salah katakan padaku." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang sangat sedih langsung berjalan duduk di sofa.