Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Nova menyuruh perampok mengambil kasetnya


__ADS_3

"Ada pesan di mesin penjawab ku ada pesan obrolan kau dan Nova itu di rekam pada tanggal 22 February apapun yang terjadi antara kau dan Nova sudah terekam di mesin penjawab ku." ucap Dicky sambil menatap wajah Ridwan dan Sani.


Mendengar hal itu Ridwan teringat saat kejadian itu Ridwan ingin menelpon Ali.


"Ini dia kasetnya coba tolong dengar kan barangkali bisa membantu kasus mu." ucap Dicky sambil menyerahkan kaset rekamannya kepada Ridwan.


"Terimakasih." ucap Ridwan sambil menatap wajah Dicky.


Setelah itu Sani dan Ridwan pergi membawa kaset itu kepada Putri dan di sana Putri mendengar percakapan Ridwan dengan Nova.


"Ini dia, kita akan memenangkan kasus ini." ucap Putri sambil menatap wajah Sani dan Ridwan.


"Tapi kita harus melengkapi berkasnya dengan forensik tapi kalian berdua tenang saja aku akan melakukannya dan pulang lah." ucap Putri sambil menatap wajah Ridwan dan Sani.


"Terimakasih banyak." ucap Ridwan sambil bersalaman dengan Putri.


Keesokan harinya Putri pergi ke Forensik Science Laboratorium.

__ADS_1


"Ridwan aku telah melihat laporan forensik nya suaranya asli dan kita tidak perlu mengkhawatirkan nya lagi dan ini akan kita jadikan bukti di pengadilan nanti." ucap Putri sambil berjalan masuk kedalam mobilnya.


Dan di saat perjalanan dua orang pria yang memakai helm menghentikan mobil Putri.


"Hai keluar."ucap Perampok yang memakai helm dan jaket kulit hitam sambil menggedor-gedor kaca pintu mobil Putri


"Ada apa?." ucap Putri ketakutan sambil keluar dari dalam mobilnya dan perampok langsung membongkar isi tas Putri dan mengambil kaset rekaman itu setelah itu perampok pergi meninggalkan Putri.


"Hei.. kembali kasetnya." teriak Putri sambil menarik jaket perampok dan dengan cepat perampok mendorong Putri hingga tersungkur di jalan.


Dan dengan cepatnya kedua perampok melarikan diri dengan sepeda motornya.


Dan perampok itu langsung menjumpai Nova di pertengahan jalan.


"Ini Bu kasetnya." ucap perampok sambil menyerahkan kaset kepada Nova yang sedang berada di dalam mobilnya, lalu Nova memberikan amplop yang berisi uang kepada perampok.


Setelah itu Nova langsung pergi dan menyetir mobilnya kembali ke perusahaan, sedangkan Putri telah sampai di rumah Ridwan.

__ADS_1


"Ridwan.. Ridwan." ucap Putri sambil berjalan masuk ke rumah Ridwan.


"Kamu kenapa?." ucap Ridwan sambil berlari menolong Putri untuk duduk di sofa.


"Iya, apa yang terjadi Putri?." ucap Sani sambil memeriksa kaki Putri dan dengan cepat Sani mengambil kotak lalu mengobati kaki Putri.


"Ridwan aku di rampok, padahal kaset itu bisa membuktikan kau tidak bersalah, maafkan aku?." ucap Putri sambil menatap wajah Ridwan dan Sani.


Nova yang telah berada di ruangannya dengan asyiknya merusak kaset rekaman itu sambil tersenyum akan kekalahan Ridwan, sedangkan Ridwan hanya bisa termenung di sofa, dan tiba-tiba Bu Lala datang menghampiri Ridwan.


"Pak Bu Nova menelepon." ucap Bu Lala sambil memberikan teleponnya.


"Pergilah." ucap Ridwan sambil menerima teleponnya.


"Baik." ucap Bu Lala lalu pergi berjalan meninggalkan Ridwan.


"Halo." ucap Ridwan sambil memegang teleponnya.

__ADS_1


"Aku sangat menyesal dengan kecelakaan yang menimpah pengacara mu, tapi kalau kau mau menemui ku kita bisa membicarakannya, apakah kau setuju?." ucap Nova sambil memegang teleponnya sambil duduk di kursinya.


__ADS_2