Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan mengintrogasi angga


__ADS_3

Keesokan harinya Ridwan mengintrogasi suami Serly yaitu Angga.


"Aku membunuh istriku Serly." ucap Angga sambil melihat surat undangan pernikahan mereka yang berada di atas meja.


"Aku bertanggungjawab atas kematiannya, awalnya kami bahagia saya akan melakukan semua yang dia suka tanpa menanyakan favoritnya, apa gunanya membelikan segalanya untuknya yang diharapkan seorang istri adalah." ucap Angga sambil berjalan ke dekat jendela kamarnya.


"Kita harus menghabiskan setidaknya 5 menit dengan mereka, semua runtuh ketika saya mulai fokus pada bisnis baru saya." ucap Angga sambil menatap wajah Ridwan.


"Apakah kamu percaya apa yang di komentari orang lain?." ucap Ridwan sambil menggulung lengan panjangnya.


"Tidak seperti itu pak." ucap Angga


"Ketika orang lain menuduh Serly bukannya mencurigainya seperti orang lain bukan mengingat dan membingungkan diri sendiri saya bertanya apakah itu bohong, dia tidak berbicara apa - apa saat itu, saya tidak tahu apakah dia melakukan kesalahan atau tidak, tapi entah bagaimana aku bertanggung jawab untuk ini." ucap Angga sambil meneteskan air matanya.


"Kami senang mendapatkan menantu perempuan yang baik." ucap ibu Angga sambil menghidangkan teh kepada Ridwan dan Ali.

__ADS_1


"Tapi ketika seluruh apartemen berbicara buruk tentang dia, kami tidak bisa tidak percaya." ucap ibu Angga sambil menatap wajah Ridwan.


"Kecuali orang-orang apartemen ini kerabat anda, maksud saya rekan kantor kamu, teman - teman apakah ada diantara mereka yang akan pulang." ucap Ridwan sambil menatap wajah Angga.


"Jika anda melihat teman - teman saya adalah Steven, maksudku satu - satunya partner ku." ucap Angga sambil memegang kerah bajunya.


"Apakah kamu ingin kekantor sekarang?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Angga.


Kemudian Angga dan Ridwan sampai di kantor Angga.


"Hai, aku Ridwan." ucap Ridwan sambil bersalaman dengan Ridwan.


"Arjun komisaris besar polisi kan?" ucap Steven.


"Ya." ucap Ridwan

__ADS_1


"Oke, Angga akan memberitahumu banyak hal tentangku, jangan percaya itu, karena ada banyak hal untuk dibicarakan tentang Angga dari pada saya, bagaimana pun senang bertemu denganmu." ucap Steven sambil bersalaman dengan Ridwan.


"Tidak hanya bisnis, kami akan memberikan semua hal pribadi kami, suatu hari dia datang tiba-tiba, dia merasa sangat buruk dan berkata, semua orang apartemen kami berbicara buruk tentang Serly, awalnya saya tidak percaya itu." ucap Steven sambil berjalan ke arah tempat duduk.


"Tapi hanya setelah saya melihatnya beberapa kali dengan pria lain saya mengerti segalanya." ucap Steven sambil mengeluarkan rokoknya.


"Saya bingung harus percaya kepada siapa dan kepada siapa tidak pernah, ya awalnya saya pikir Serly adalah pilihan yang tepat untuknya tapi nanti saja, baru kemudian kami mengerti, dia tidak begitu." ucap Steven sambil melirik ke arah gadis yang seksi.


"Kamu bilang kamu melihat Serly di luar." ucap Ridwan menoleh ke belakang.


"Bisakah kamu mengatakan di mana kamu melihatnya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Steven.


"Tangerang, kedai es krim dan kedai kopi, pernah melihatnya di beberapa tempat seperti ini." ucap Steven mendengar kata ES KRIM Ridwan terbayang kenangan bersama serly.


"Serly ini adalah es krim favoritku, Serly , serly." ucap Ridwan sambil memberikan es krim kepada Serly.

__ADS_1


"Apakah Putri bibi Tatik ikut kuliah di universitas ini, itu terlihat seperti dia itu sebabnya saya melihat dia." ucap Serly sambil menatap ke arah putri bibi Tatik.


__ADS_2