
"Sepertinya anda sudah tidak punya bukti lagi yang ditunjukkan kepada kami semua dan pak hakim disini."ucap Kurniawan sambil menatap wajah Putri.
"Maksudnya seperti ini pak pengacara apakah itu labu di atas belati atau belati di atas labu yang terpotong soal dibawah dan di atas itu harus dijelaskan kerena artinya berbeda." ucap Putri sambil berjalan mendekati Kurniawan.
"Tenang - tenang kalian berdua, ini pengadilan bukan pasar buah lupakan tentang lagu dan langsung saja ke intinya." ucap pak hakim sambil melihat ke Putri dan Kurniawan.
"Hem.." sahut Kurniawan sambil melirik ke arah pak hakim.
"Baiklah terimakasih yang mulia intinya apakah saudara Ridwan yang ingin memperkosanya atau nyonya Nova yang melecehkan saudara Ridwan itu saja yang mau aku tekankan terimakasih yang mulia." ucap Putri sambil melihat ke arah pak hakim.
"Terimakasih nyonya Nova anda silahkan pergi." ucap Putri sambil menatap wajah Nova.
__ADS_1
"Yang mulia nyonya Nova terkesan dengan kepribadian tuan Ridwan dan memberikan kenaikan jabatan yang tidak terduga dan hanya saja dia menyuruh para pelayannya pulang dan memanggil saudara Ridwan kerumahnya dan akhirnya terjadi pelecehan seksual dan artinya labunya mendekati belati dan akhirnya di potong itu saja yang mulia." ucap Putri sambil berjalan ke tempat duduknya.
"Itu semua kebohongan yang mulia pengacara Putri telah membolak-balikkan cerita ini semua adalah penipuan ini adalah pengadilan disini harus ada bukti dan aku akan menghadirkannya bukti bahwa saudara Ridwan berencana memperkosa nyonya Nova, saudara Ridwan tolong buka bajumu." ucap Kurniawan sambil melihat ke arah Ridwan.
"Aku keberatan yang mulia dia berusaha untuk menghina Klien ku." ucap Putri sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Benarkah aku menghina dia yang mulia karena dia telah mencoba menghancurkan reputasi orang lain dia harus mengalami hal ini karena dia sudah kehilangan harga dirinya." ucap Kurniawan sambil melihat ke arah pak hakim.
"Terimakasih yang mulia." ucap Kurniawan sambil melihat ke arah pak hakim.
"Saudara Ridwan tolong buka bajumu, silahkan jangan malu-malu." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
Ridwan dengan perlahan - lahan membuka kemejanya dan memperlihatkan tubuhnya di ruang sidang.
"Coba berbalik." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan dan Ridwan mengikuti apa yang dikatakan oleh Kurniawan dan saat Ridwan membelakangi para tamu terdapat cakaran Nova di bagian belakang Ridwan
"Itu dia, silahkan kau pakai kembali." ucap Kurniawan sambil melihat ke arah pak hakim, Sani yang melihat cakaran Nova sangat sedih karena Ridwan tidak menceritakan hal kepadanya.
"Yang mulia kita melihat bekas cakaran nyonya Nova ditubuhnya dan yang paling menarik adalah dia telah mengakui di sidang ini bahwa dia lepas kendali semua ini membuktikan bahwa saudara Ridwan telah mencoba memperkosa nyonya Nova, aku akan meminta pengadilan untuk membahas kasus ini dan memberikan hukuman yang pantas untuk saudara Ridwan untuk penghinaan yang telah di lakukan nya yang mulia itu saja yang mulia." ucap Kurniawan sambil melihat ke arah pak hakim setelah itu Kurniawan berjalan ke tempat duduknya.
Mendengar hal itu pak hakim langsung menandatangani surat dan mengumumkan nya.
"Pembuktian kasus ini telah selesai pengadilan akan memutuskannya minggu depan kasus ini di tunda kita bertemu lagi minggu depan." ucap pak hakim setelah itu pak hakim berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari ruang sidang.
__ADS_1