
"Krim cuplikan video ini ke hpmu, dan hapus dari hpnya."ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
"Tinggalkan Hpnya disini untuk pemeriksaan polisi." ucap Ridwan sambil menatap kearah Sani.
"Bagaimana bisa kau membuat kesalahan dengan meninggalkan hpmu, kenapa
kau kelihatan gugup."ucap Abi sambil menatap wajah Frenky yang gugup.
"Ali jika polisi menemukannya, itu tidak membuktikan apapun, maksudku lihat..ini."ucap Frenky sambil menatap wajah Ali.
"Wajahnya benar-benar tersembunyi pada Video ini ucap Frenky sambil menunjukkan Vidio Susi sambil memberikan Alkitab kepada seseorang yang menutupi kepalanya dengan jaket." ucap Frenky kepada Abi.
"Aku benci kesalahan Frenky, jadi jangan coba kau ulangi lagi." ucap Abi dengan nada kecewa.
Ridwan dan Sani berada di ruangan pak Azis dan terus mengulang - ulang Vidio Susi dan mengamati apa yang terjadi di video itu, kenapa Susi mengeluarkan Alkitab dari kantong bajunya dan memberikannya kepada orang yang memakai jaket hitam.
"Susi sudah mati, wajah pria ini tak terlihat, kita tak akan pernah menemukan mereka." ucap Sani sambil menatap wajah pak Azis.
__ADS_1
"Bagaimana kita bisa tahu kepada siapa ia menyerahkan Alkitab itu dan apa isi di dalamnya." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan yang terus melihat Video Susi.
"Kabar baik." ucap Ali sambil melihat teleponnya.
"Polisi telah menemukan videonya tapi tidak menemukan videonya, Susi telah menghapusnya, ini menyulitkan mereka." ucap Ali sambil menatap wajah Abi.
"Tidak akan selesai kalau kita hanya mengulang- ulang Videonya saja." ucap Sani sambil memegang keningnya dan menatap wajah pak Azis.
"Pak Azis kita butuh lab. forensik berteknologi tinggi." ucap Ridwan.
Mendengar permintaan Ridwan, pak Azis membawa Ridwan dan Sani masuk kedalam lab.forensik, di dalam sudah menunggu petugas lab. forensik di dalam ruangan ada sebuah televisi yang sangat besar dan terhubung dengan komputer, video Susi, dan alat mendeteksi suara.
"5 lonceng berarti jam 5 sore." ucap Ridwan sambil mendengarkan suara dari video Susi.
"Mereka bertemu di sekitar gereja."ucap Ridwan sambil menatap video Susi, Sani yang duduk di belakang Ridwan hanya bisa melirik Ridwan keheranan.
"Ada 407 gereja di seluruh Bangkok dan semua gereja membunyikan loncengnya 5 kali setiap jam 5 sore, jadi." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Naikkan pertengahan frekuensi dari 1.5 ke 3.5 kHz, tolong." ucap Ridwan kepada petugas lab.forensik.
tit..tit..
"Suara klakson kapal kecil dari kejauhan, berarti tak jauh dari sungai." ucap Ridwan sambil mendengarkan suara video Susi.
"Jangan coba-coba membuat kami terkesan seluruh kota ini berada di tepi sungai, omong kosong." ucap Sani sambil menepuk pundak Ridwan.
"Sekarang naikkan ke frekuensi yang lebih tinggi dari 6.0 ke 10.5 kHz." ucap Ridwan sambil menatap wajah petugas.
"Baiklah." ucap petugas sambil memutar alat komputer.
"Suara kicauan burung, jadi gereja itu berada didekat sungai dan di sana ada tempat burung berlindung, apakah gambarnya bisa di perbesar lagi." ucap Ridwan kepada petugas bagian gambar.
"Ya tentu." ucap petugas gambar, saat petugas membesarkan gambar pada lengan seseorang yang memakai gelang besi di video Susi.
"Stop." ucap Ridwan kepada petugas
__ADS_1
"Bisa kau hilangkan pantulan bayangannya di gelang itu." ucap Ridwan.
"Oke." ucap petugas dan saat melihat bayangan di gelang Ridwan bisa melacak dimana gereja itu berada.