
"Baiklah aku akan kirim surat kepada mereka, tapi ingatnya kau harus pergi ke kantor setiap hari dan terus bekerja sehingga mereka tidak punya alasan untuk membuatmu mengundurkan diri kau mengerti." ucap Putri sambil memegang teleponnya.
"Baik." ucap Ridwan.
"Semoga beruntung." ucap Putri sambil memutuskan teleponnya.
Keesokan harinya Ridwan seperti biasa masuk ke perusahaan pak Robert.
"Selamat pagi." ucap Ridwan dan semua staf kantor hanya terdiam melihat kedatangan Ridwan.
Dengan emosinya pak Robert memasuki ruangan Ridwan.
__ADS_1
"Selamat pagi pak?." ucap Ridwan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Beraninya kau menyapaku setelah apa yang telah terjadi, sudah bagus aku tidak mengadukan mu kepada pak Bambang komandan mu karena kau telah menggangu istriku, aku hanya minta kau mengundurkan diri tapi apa yang kau lakukan, kau justru membawa kasus ini ke pengadilan dan menuduh istri ku melakukan pelecehan seksual terhadapmu." ucap pak Robert dengan kemarahannya.
"Tapi itulah kenyataannya pak." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Robert.
"Diam.. ! kenyataannya adalah kau hanya ingin memeras aku, dan aku tidak takut membawa ini ke pengadilan, kau pikir aku akan memaksamu lagi untuk mengundurkan diri lagi tidak Ridwan, kau tidak tahu akan kekuatan dan kekuasaan ku, aku akan menghancurkan mu, dan aku akan menerima tantangan mu di pengadilan dan satu hal lagi dan aku akan menuntut mu dalam pemerkosaan istriku, aku berjanji akan menghancurkan masa sekarang mu dan masa depanmu." ucap pak Robert lalu pergi berjalan keluar dari ruangan Ridwan.
"Kami telah menunggu sidang ini dan informasi yang kami dapatkan sidang akan dimulai sekitar 5 menit lagi." ucap reporter TV.
"Seorang Anggota polisi yang bekerja sebagai ajudan di sebuah perusahaan telah melecehkan istri seorang pengusaha dimana dia di tugas kan sebagai ajudan di sebuah perusahaan telekomunikasi." ucap seorang reporter TV.
__ADS_1
Semua para tamu telah berkumpul di ruangan sidang dan saat pak hakim memasuki ruang sidang para tamu dan pengacara berdiri dari tempat duduknya.
"Silahkan duduk." ucap pak hakim sambil duduk di kursinya dan para tamu pun kemudian duduk di kursinya masing-masing.
"Bu Putri silahkan maju ke depan." ucap pak hakim sambil menatap wajah Putri.
"Terimakasih yang mulia." ucap putri sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke depan pak hakim.
"Ketahuilah ada gender di dalam masyarakat kita, wanita dan pria dikatakan di dalam Alkitab bahwa wanita itu seperti sungai kalau dia masih berada di alirannya dia masih memberikan kebahagiaan dan kemakmuran dan sebaliknya jika melewati batas maka akan hancur semuanya."ucap Putri sambil berdiri melihat ke pak hakim.
"Inilah kasus hari ini yang mulia seorang wanita telah melampaui batasnya hanya untuk memenuhi hasratnya dan menjaga hubungan dengan seorang pria yang bukan suaminya yang sah, dan tidak berapa lama kemudian wanita ini memecat pria dari pekerjaannya oleh karena itu pria ini datang ke pengadilan ini untuk mendapatkan keadilan sebenar-benarnya dan klien ku ini adalah saudara Ridwan seorang anggota kepolisian yang ditugaskan untuk sebagai pengamanan di perusahaan telekomunikasi dan sementara wanita itu adalah direktur jenderal perusahaan telekomunikasi dan namanya adalah Nova Robert." ucap Putri sambil melirik Nova yang sedang duduk bersama suaminya.
__ADS_1