
"Ketika aku datang berkunjung ke kamarmu, kau tidak ada di sana, sangat mencurigakan ada gambar di cerminmu yang kau gambar dengan celak mu,
dan jendela kacanya pecah, aku menemukan pelacak gelangmu di bawah bantal, pada saat aku kembali, aku melihat kau mengancam Luna dengan pisau, kau siapa?." ucap dr. Indra sambil menatap wajah Maria yang sedang tertunduk.
"Apa yang kau inginkan, aku berbicara padamu Maria." ucap dr. Indra sambil berteriak kepada Maria.
"Aku.. Aku mencari Lela." ucap Maria sambil menundukkan wajahnya.
"Bahkan setelah melihat Lela di kamar mayat, kau terus mencari orang lain, siapa itu?." ucap Luna sambil menatap wajah Maria.
"Dan tidak ada celah dalam bisnisku, mau kau berikan demo?." ucap dr Indra sambil merangkul pundak Maria.
"Ini wisma hutanku." ucap dr. Indra sambil menunjukkan di layar monitor cctv nya.
"Di kaki bukit ini perhatian bagaimana aku perlakuan
orang yang datang yang ingin menangkap ku hai.. Suyatno kau datang tepat waktunya." ucap dr Indra yang sedang terhubung ke layar monitor Suyatno.
__ADS_1
"Ya dr. Indra, tentu saja." ucap Suyatno sambil melihat ke arah layar monitor cctv di ruangan Maria yang melihat Ridwan dan timnya sudah di tangkap Suyatno.
Dan saat Adi mendekati layar monitor
Hei..." ucap Suyatno sambil berlari ke arah Adi.
"Kenapa terlambat, habisi dia." ucap dr. Indra sambil tersenyum.
Dan tiba-tiba suara tembakan terdengar dan semuanya terkejut dan Maria mengarahkan pistolnya ke dr. Indra.
"Tidak, jangan tembak dia, dia bukan dokter biasa, dia adalah orang yang di balik ini semua."ucap Luna sambil ketakutan.
"Suyatno, jatuhkan senjata." teriak dr. Indra.
"Oke." ucap Suyatno sambil meletakkan pistolnya ke lantai.
"Aku memintamu untuk menampakkan diri, tunjukkan dirimu jika kau punya nyali." ucap Suyatno
__ADS_1
"Apa keberanian hanya kebajikan laki-laki." ucap Maria sambil mengarahkan pistolnya ke dr. Indra dan menampakkan wajah di layar monitor cctv.
Melihat Maria Ridwan langsung mengambil pistol Suyatno yang berada di lantai dan mengarahkannya ke arah Suyatno.
"Kau terkejut melihat pistol yang ada di tanganku? Kau takut?." ucap Maria.
"Bagaimana kau bisa punya pistol." ucap Luna sambil melihat ke arah Maria yang mengarahkan pistolnya ke dr. Indra.
"Kau melihat semuanya kan? Kau tidak melihat aku membunuh Satria." ucap Maria sambil menatap wajah Luna.
"Kau beruntung menemukan pistol Satria, tapi menangani senjata tidak mudah." ucap dr Indra sambil melirik ke arah Maria.
"Hanya perlu menarik pelatuk, bukan itu saja? amunisi 9 x 19 mm, jangkauan 25 meter, kapasitas 15 amunisi, berat 1.075 kg semi otomatis harus aku lakukan adalah menarik pelatuknya peluru yang ada di pistol ini akan bersiap untuk membunuh mu dan lagi pula kau berada di jarak yang dekat." ucap Maria sambil mengarahkan pistol kearah dr. Indra.
"Jika aku menembak kau langsung ke surga tidak kau ke neraka." ucap Maria mendengar hal itu dr. Indra sangat terkejut.
"Kau sangat terkejut melihat dia? Dia adalah otak pertama."ucap Adi sambil menatap wajah Suyatno.
__ADS_1
"Kau sangat terkejut melihat petugas polisi dan berpikir kau salah satu dari mereka, ya ?." ucap dr. Indra tersenyum sambil mengejek Maria.