
"Fitri ada apa sebenarnya." ucap Ali sambil menatap Fitri.
"Jangan ucapkan namaku lidah kotor mu , aku sangat mempercayai mu, tapi kau sudah membutakan aku dengan cintamu dan aku bodoh dan mengikuti mu terjerumus dalam kejahatan." ucap Fitri sambil menangis mengarahkan pistol ke Ali yang di lindungi oleh anak buahnya.
"Aku menikahi orang karena kau dan aku mengkhianati nya karena kau, aku melihat dia mati di depan mataku karena kau." ucap Fitri sambil menangis
Semua orang menyaksikan apa yang di ucapkan oleh Fitri dan Riko yang mendengar itu terus menatap Fitri dengan kebencian.
"kau yang membuat aku melakukan kejahatan ini benar kan? tapi kau.."
"Fitri jangan mengada - ada kau hanya sedang marah." ucap Ali mengalihkan percakapan Fitri
"Aku tidak marah meskipun kau berusaha membuat aku menjadi gila untuk membuktikan pada dunia sehingga kau bisa menyingkirkan aku benarkan?" ucap Fitri sambil mengangkat pistol ke arah Ali.
__ADS_1
"Apa .?" ucap Ali sambil melihat Fitri.
"Aku bukan Riko Ali, aku akan membunuhmu dan tidak terbunuh oleh mu lihat saja." ucap Fitri sambil berjalan keluar ruangan.
"Sudahlah Fitri kita pulang saja." ucap Ali sambil berjalan mendekati Fitri.
"Tidak ada yang perlu aku bahas denganmu." ucap Fitri sambil berlari ke luar dari pesta.
Saat itu Fitri langsung masuk kedalam mobilnya dan kemudian menyetir mobilnya sangat kencang, pada saat Fitri melirik ke kaca spion Fitri terkejut tanpa disadarinya Riko sudah ada di mobilnya menggunakan topeng, melihat kejadian itu Fitri kemudian merem mobilnya dan turun keluar dari mobil dan mengarahkan senjatanya ke arah Riko.
"Jika kau belum merasa puas membunuh ku ini aku." ucap Riko sambil merentangkan kedua tangannya di hadapan Fitri.
"Bunuh aku sekali lagi." ucap Riko mendengar kata-kata Riko Fitri melepaskan senjata dari tangannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi, apakah kau merasa malu karena hidup, atau kau merasa kagum melihat ku masih hidup." ucap Riko sambil berjalan mendekati Fitri.
"Aku selalu tau bahwa kau itu pembohong, tapi aku tidak tau kalau kau seorang pembunuh kau tau itu Fitri." sambil mendekati Fitri yang berjalan mundur kebelakang.
"Kau masih mengenal ini." ucap Riko sambil menunjukkan kalung perkawinan mereka.
"Kalung perkawinan, simbol dari pernikahan kita, pengikat janji suci saat aku ijab qobul, janji untuk hidup semati bersama, seorang istri berdoa untuk umur panjang suaminya, lalu kalung ini hanya demi uang kau buat sebagai mainan." ucap Riko yang meneteskan air mata sambil menatap wajah Fitri.
"Sungguh memalukan, kau tidak tau betapa aku sangat mencintaimu Fitri, kalau saja kau meminta padaku aku akan meletakkan kekayaan ku di kakimu." ucap Riko sambil meneteskan air mata.
"Riko aku tidak sadar untuk melakukannya." ucap Fitri sambil menangis menatap Riko.
"Tapi apa yang aku lakukan, aku akan melakukan dengan kesadaran." ucap Riko sambil mengambil pistol Fitri yang terletak di jalan lalu mengarahkan ke Fitri.
__ADS_1
"Jangan konyol Riko, kau tak akan puas membunuhku." ucap Fitri ketakutan
"Hukum telah menghukum ku sekali saat aku saat aku tidak membunuhmu, mereka tidak akan bisa menghukum ku lagi." ucap Riko sambil mengarahkan pistolnya ke arah Fitri.