Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Fitri seperti orang gila


__ADS_3

"Satu hal yang pasti makan malam kita dibatalkan, kau cuman kurang tidur jadi kau harus istirahat, oke..?" ucap Ali sambil meninggalkan Fitri sendiri.


"Tapi Ali.." ucap Fitri..


"Fitri tenanglah." ucap Ali sambil meninggalkan Fitri sendiri.


Esok harinya Fitri keluar shopping ke mall untuk menenangkan pikirannya, saat Fitri sedang asyik berbelanja pakaian, tiba-tiba karyawan toko datang menghampirinya.


"Ibu.. silahkan di sana." ucap karyawan toko sambil membawa baju yang terbaru untuk dikenakan Fitri.


Lalu Fitri mengambil baju dari karyawan toko, lalu Fitri berjalan ke arah kaca yang ada di toko dan mencoba menyesuaikan baju itu kepada dirinya.


Saat Fitri lagi asyik berkaca tiba-tiba sekilas Fitri melihat Riko berdiri, pada saat berbalik dia tidak melihat apa-apa.


Lalu Fitri berlari seperti orang gila di toko itu dan melihat di sekeliling toko apakah betul Riko masih hidup.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja Fitri singgah di kafe yang ada di mall untuk minum air, agar rasa takutnya berkurang.


Saat Fitri ingin meletakkan gelasnya kemeja, tiba- tiba Fitri melihat Riko berjalan ke arahnya dengan memakai baju tahanan. saat melihat itu Fitri langsung ketakutan dan tidak lupa membawa barang belanjaannya.


"Ha.. ha. kita berhasil." ucap Dina, Fitri, Sani. Melihat kondisi Fitri seperti itu dari kejauhan.


Sedangkan Fitri terus berlari seperti orang gila dengan membawa banyak belanjaannya, pada saat Fitri menaiki tangga Fitri tersungkur ke lantai dan melihat Riko dengan jelas, dan Fitri sangat terkejut dan berlari ke kantor Ali.


"Ali ..." ucap Fitri langsung menerobos masuk ke ruangan rapat Ali dan semua orang yang ada di ruangan melihat Fitri seperti orang gila.


"Di mall di jalanan dia mengikuti ku kemanapun aku pergi dia tahu segalanya tentang kita Ali." ucap Fitri sambil menangis semua orang yang ada diruang rapat lalu berdiri dari tempat duduknya dan terus memandangi Fitri.


"Dia memakai baju tahanan Ali." ucap Fitri sambil menangis.


"Sudah tak apa- apa." ucap Ali sambil mendekap Fitri.

__ADS_1


"Sudah jangan sentuh aku.." ucap Fitri sambil menjauhkan tangannya dari Ali.


"Ayo Fitri ..." ucap Ali sambil menarik Fitri keluar dari ruangan.


"Dia sekarang ada di Malaysia ali kenapa kau tak percaya padaku." ucap Fitri sambil menangis dan terus berjalan bersama Ali.


"Sudah Fitri diam lah, aku mohon Fitri, ayo duduklah." ucap ali menenangkan Fitri, lalu Ali menyuruh Fitri untuk duduk di sofa ruang tengah.


"Dengar Fitri ini sudah cukup, apa yang merasuki mu." ucap Ali sambil duduk di dekat Fitri.


"Percayalah aku telah melihatnya sendiri." ucap Fitri sambil menangis.


"Dan percayalah aku telah menembak nya sebanyak 4 kali di dadanya, dia mati di tempat Riko sudah mati Fitri dan orang mati tidak mungkin hidup kembali." ucap Ali sambil menatap wajah Fitri yang menangis.


"Hentikan ini Fitri." teriak Ali

__ADS_1


"Dengarkan aku tidak mendengarkan omong kosong mu lagi kalau kau terus bertindak seperti ini di depan orang- orang mereka akan berfikir kau gila, jika Riko masih hidup kenapa dia mengenakan baju penjara di Malaysia, Riko tidak ada disini Fitri dan dia tidak akan pernah." ucap Riko terputus karena suara mesin pembersih ruang yang di pegang Ali.


__ADS_2