Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
arwah Serly membunuh pak Amri


__ADS_3

Setelah itu tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan air hujan menetes di pipi pak Amri saat dan pak Amri membuka payungnya, tiba-tiba payung itu terlepas dari tangan pak Amri dan terbang ke atas lalu terletak di tanah,


Roh Serly sudah berada di dekat payung pak Amri dan ujung payung telah mengarah ke arah pak Amri melihat itu pak Amri melangkah mundur ke belakang.


Dan tiba-tiba arwah Serly menerbangkan payung sambil menutup payung lalu menusuk ke leher pak Amri.


"Ah...." teriak pak Amri lalu mati tersungkur di tanah yang tergenang air dengan leher tertusuk payung.


Setelah petugas polisi datang dan membawa mayat pak Amri dengan tandu lalu memasukkan mayat kedalam mobil ambulans agar di bawa ke rumah sakit.


"Setelah pemeriksaan menyeluruh karena sengatan payung yang menembus tenggorokannya dia mengalami serangan jantung." ucap Ali sambil berjalan mendekati mayat pak Amri.

__ADS_1


"Ketika melihat ke dalam lukanya seseorang telah menusuk dengan keras dan dia bahkan mendorongnya ke saluran pembuangan jadi kurang lebih itu pembunuhan." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


Setelah itu Ridwan dan Ali pergi ke sebuah pantai dan di sana Ridwan menghentikan mobilnya lalu berjalan keluar dari dalam mobil.


"Bukan berarti semua orang akan mati hanya di apartemen." ucap Ridwan sambil menghisap rokoknya sambil melihat ke arah laut.


"Dan hanya anggota apartemen tertentu yang harus mati itulah motif si pembunuh." ucap Ridwan sambil menghisap rokoknya.


"Iya.. kamu benar." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


"Aku tidak mengerti." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Bunuh diri Serly, kecelakaan Diana, pembunuhan pak Amri cara kematiannya berbeda tapi penyebab kematiannya dan alasan penting yang berhubungan dengan kematian mereka adalah air, ini memainkan peran penting dalam tiga kasus." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.


"Kau mengatakan seperti apa yang kau inginkan, apakah kau mengatakan ini sebagai naluri mu?" ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan yang menghidupkan korek apinya.


"Bukan insting, tapi aku merasakan kebetulan yang sempurna, sebelum kejadian apapun ada sesuatu yang mencoba masuk akal, tapi saya tidak mengerti apa itu, ada sudut lain untuk kasus ini yaitu apartemen." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.


Setelah itu Ridwan dan Ali kembali ke apartemen pak Amri.


"Menurut pak Amri tentang kasus Serly dia telah melihat aktivitas Serly dari sini kan?." ucap Ali sambil berdiri di dalam rumah pak Amri.


"52,53,54 sebuah apartemen yang begitu banyak flat dan blok, sebagai set yang telah di rancang sebelumnya 3 orang telah tewas di 3 flat si pembunuh maaf orang yang bertanggung jawab atas kematian ini dari 3 rumah ini yaitu 53 seseorang yang berdekatan dengan rumah Serly, pak Amri dan Diana, dan yang berkunjung ke rumah Serly kita perlu mengecualikan Serly dan Angga sisanya adalah pak Anto dan flat 50 yaitu flat Steven." ucap Ridwan sambil melingkari nama - nama di atas meja.

__ADS_1


"Saya ingin semua rincian panggilan Serly satu bulan sebelum dia meninggal, terutama mereka yang menelpon ponsel Serly." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.


"Oke Ridwan." ucap ali sambil menatap wajah Ridwan.


__ADS_2