
"Ada apa?." ucap Ridwan sambil berdiri bersandar di mobilnya dan melihat ke arah Nova yang sibuk mencari kunci mobilnya.
"Kunci mobilku di dalam apakah kau bisa menolongku?." ucap Nova sambil menunjuk dengan jari telunjuknya ke dalam mobilnya.
"Mobil ini hanya bisa dibuka oleh mekanik dan pencuri dan aku bukan keduanya." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati mobil Nova.
"Ha.." ucap Nova gugup.
"Kalau Memang mau aku bisa memberikan tumpangan kepadamu, hei... kau jangan malu-malu kau bisa menumpang pada orang yang tidak dikenal." ucap Ridwan tersenyum melihat Nova.
"Hii..." ucap Nova tersipu malu sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.
"Karena siapapun orangnya akan memberikan tumpangan kepada gadis cantik sepertimu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova yang tersipu malu.
"Ha.., maksudku bukan seperti itu, bukan itu yang aku pikirkan." ucap Nova sambil tersenyum manis.
"Ayo aku antar kau." ucap Ridwan sambil berjalan ke arah mobilnya yang diikuti oleh Nova.
"Ini pakailah ini." ucap Ridwan sambil mengeluarkan baju kaos dari dalam tasnya yang terletak di dalam mobilnya lalu memberikan kepada Nova .
"Kenapa, apa gunanya?." ucap Nova sambil kebingungan.
__ADS_1
"Bajumu basah kau pakai ini, kalau tidak kursinya akan basah." ucap Ridwan dan Nova lalu mengambil baju yang diberikan Ridwan lalu memakainya.
"Haha." keduanya lalu tertawa, Ridwan dan Nova duduk di dalam mobilnya setelah itu Ridwan mulai menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian menyetir ke arah rumah Nova.
"Kau orang Indonesia." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.
"Iya." ucap Nova sambil melirik ke arah Ridwan.
"Ceritakan tentang keluargamu?." ucap Ridwan sambil melirik ke arah Nova.
"Aku tinggal bersama temanku, dia pergi ke Malaysia beberapa hari, jadi aku sendirian dan kau?." ucap Nova sambil melirik ke arah Ridwan yang sedang menyetir mobilnya.
"Aku bekerja di pemerintahan, aku seorang polisi." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.
"Haha, belakang ini hanya latihan, besok aku ada audisi kalau aku terpilih mungkin aku akan segera bekerja." ucap Nova sambil tertunduk malu.
"Untuk perusahaan apa?." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.
"Perusahaan hp android, aku mendaftar diri sebagai model hp yang akan aku datangi, belok kiri." ucap Nova sambil tersenyum manis.
"Ini rumahku." ucap Nova setelah itu Ridwan menghentikan mobilnya dan Nova keluar dari dalam mobil Ridwan.
__ADS_1
"Seharusnya aku mengajakmu masuk dan menawarkan teh atau kopi, tapi aku ada kelas yoga dan aku sudah terlambat apalagi aku harus bersiap - siap untuk melakukan audisi itu." ucap Nova sambil berdiri menatap wajah Ridwan.
"Jangan khawatir aku yakin kau pasti akan diterima." ucap Ridwan sambil menunjuk dengan jari telunjuknya kearah Nova.
"Benarkah.. kau berfikir seperti itu." ucap Nova kegirangan.
"Aku yakin itu pasti terjadi." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.
"Kalau besok aku akan terpilih aku akan mentraktir mu." ucap Nova sambil tersenyum.
"Janji." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.
"Janji." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.
"Itu keren." ucap Ridwan sambil tersenyum.
"Dah.." ucap Nova sambil melangkah meninggalkan Ridwan.
"Hei.." ucap Ridwan yang membuat langkah Nova terhenti.
"Kaos ku." ucap Ridwan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oh.. maafkan aku." ucap Nova sambil melepaskan kaos dari tubuhnya.
"Tidak apa -apa." ucap Ridwan sambil tersenyum.