
Maria yang sudah tersadar dari pingsannya, tanpa sengaja melihat seorang perawat yang sedang membersihkan tempat tidur pasien dan melihat perawat itu memakai cincin Yanti dan saat perawat itu melihat ke arah Maria dengan cepat Maria pura- pura pingsan, dan setelah itu perawat pergi meninggalkan Maria.
Maria lalu mencabut selang infus yang ada ditangannya dan kemudian berjalan keluar dari ruangan dan melihat ada ruang paling ujung dan tidak berapa lama kemudian dr. Indra memegang pundak Maria.
"Sedang apa kau disini?." ucap dr. Indra dan Maria langsung pura-pura pingsan di dada dr. Indra dan langsung dengan cepat mengambil kartu akses milik dr.indra dari kantong celananya.
"Maria.." ucap dr. Indra langsung memegang bahu Maria.
"Bahkan aku tidak tahu bagaimana aku bisa sampai di sini." ucap Maria dan tanpa sengaja Maria melihat di samping ruangan ada kepulan asap dari satu ruangan yang ada di sana.
Tiba-tiba Bu Luna datang.
"Apa yang terjadi pada Maria dr. Indra." ucap Bu Luna sambil melihat Maria di pelukan dr. Indra.
"Dia tiba-tiba merasa sesak, dia baik -baik saja sekarang." ucap dr. Indra sambil memeluk Maria.
__ADS_1
"Ambil dia Siska." ucap Bu Luna .
"Jangan khawatir Maria kau akan baik -baik saja, bawa dia ke kamarnya dia akan beristirahat." ucap Maria sambil melihat ke arah Maria.
"Ya." ucap dr Indra sambil membatu Maria duduk di kursi roda.
"kenakan penutup mata ini kau akan segera merasa lebih baik." ucap Bu Luna sambil memakaikan penutup mata ke mata Maria, lalu dr. Indra mengambil alih untuk mendorong kursi roda Maria keluar dari zona 2.
"Siska." ucap dr. Indra sambil mendorong kursi roda Maria.
"Iya pak." ucap Siska yang telah berdiri di pintu zona 2
"Baik pak." ucap Siska lalu mendorong kursi roda Maria menuju kamarnya.
Ridwan dan Adi yang terus mengikuti taksi yang di tumpangi Elisabeth, secara tiba-tiba Elisabeth berhenti di pinggir jalan.
__ADS_1
"Kenapa dia turun disini?." ucap Adi sambil menatap wajah Ridwan.
Dan tidak berapa lama kemudian tiba-tiba mobil Rush warna hitam berhenti di depan Elisabeth dan kemudian Elisabeth langsung menaiki mobil tersebut dan mobil itu pun pergi.
"Ikuti." ucap Adi dan Ridwan kemudian menyetir mobilnya dan terus mengikuti mobil Elisabeth, dan tanpa di sadari Ridwan, pedagang yang di sekitar tempat itu adalah seorang mata- mata dari kelompok Bayu.
"Maria bagaimana keadaanmu sekarang ini?." ucap Lela sambil berjalan masuk kedalam kamar Maria.
"Aku hanya datang untuk memeriksa keadaanmu." ucap Lela sambil berjalan menghampiri Maria yang lagi duduk di sofa.
"Aku hanya pusing dan muntah." ucap Maria sambil berdiri dari tempat duduknya dan memegang tangan Lela untuk duduk di sofa.
"Tidak semua orang mengalami muntah kau serupa dengan Yanti, pertama dia merasakan pusing, kemudian muntah, wanita yang malang aku bertanya -tanya bagaimana kabarnya, dia tidak bisa jadi ibu kuharap mereka membayarnya secara penuh, ku harap dia bisa membebaskan ibunya, ngomong- ngomong kau menemukan Yanti." ucap Maria sambil melihat kearah jendela.
"Dia sudah pergi." ucap Maria sambil melihat ke arah jendela kamarnya.
__ADS_1
"Apa mereka membawamu ketempat yang sama dengan Yanti?." ucap Lela sambil melihat ke arah Maria.
"Aku tidak tau Lela, disini semuanya kelihatan sama." ucap Maria sambil menundukkan wajahnya.