
Pagi pagi sekali Lina sudah bangun walaupun ia masih merasa ngantuk tetap ia mamaksakan diri untuk tetap bangun subuh sebelum anak anaknya bangun ia berusaha secepat mungkin menyelesaikan urusan dapur yaitu membuat sarapan untuk suaminya dan kedua anaknya selesai membersih kan dapur dan membersih kan ruangan kamar ruang tv dan teras Lina pun berbelanja sayur untuk makan siang nanti.
setelah belanja sayur Lina pun menengok kamar anak anaknya dahulu namun tampaknya mereka masih tidur, anak anaknya seperti mengerti pada mamanya sebelum pekerjaan mamanya selesai baru anak anaknya bangun dan membutuhkan nya. Lina nampak lega sedikit masih ada waktu untuk mencuci baju anak anaknya dan baju suaminya.
ketika Lina mengeluarkan baju kotor suami nya dari keranjang ia hendak memeriksa kantong seragam celana supaya bila ada kertas kertas penting tidak basah karena dia tau suami nya suka lupa mengeluarkannya apalagi dalam kondisi sudah lelah.
namun saat Lina melihat kartas bertuliskan kuitansi ia membuka dan membaca isi kuitansi tersebut.
Hotel mawar
atas nama Adrie
300 ribu / malam
check in pukul 14.00
check out pukul 22.00
Lina membaca tanggal dimana Adrie menyewa hotel tersebut tanggal itu adalah hari kemarin Adrie pulang kerja.
Hati Lina mulai bertanya dan mengingat kata kata alasan Adrie bahwa kemarin ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan
Lina pun belum mau menaruh curiga pada suaminya, bisa saja Adrie memang ada urusan pekerjaan bertemu klien di hotel
Namun kenapa hati Lina merasa berdebar dan mengganjal kalau ada yang tidak beres pada Adrie . Lina menuju kamar tidur mereka untuk melihat apakah suaminya masih tidur kalau sudah bangun Lina mau menanyakan apa yang dilakukan suaminya sampai ia pulang selarut itu, tapi Adrie masih sangat lelap tidurnya saat Lina mau keluar dari kamar, terdengar suara ponsel Adrie didalam tas nya.
Lina pun segera mengeluarkan ponsel suami nya yang masih berdering itu dalam mode getar
dan menekan tombol jawab.
" Halo..selamat pagi..!"
" Halo..selamat pagi..!
penelpon itu tidak menjawab nya namun memutuskan sambungan telpon.
" Aneh bukan di jawab malah di putus kalau tidak mau bicara kenapa telpon..? * bathin Lina*
Kembali dengan rasa penasarannya Lina pun membuka pesan pesan didalam ponsel Adrie
Lina tau ini sangat lancang walaupun ia istri nya Adrie, Lina tidak pernah memegang ponsel suaminya itu. Namun ia merasa bahwa ia seperti ada yang menyuruh untuk membaca pesan pesan dari ponsel Adrie yang sekarang dipegangnya
Lina pun mulai membaca pesan pesan dengan hati berdebar.
Pesan pertama dari bernama Bapak Galih
" Trimakasih pak Adrie barang saya sudah sampai.."
Pesan kedua bernama Broh Dika.
" Broh..tolong gudang di handel dulu sebentar gue masih Otw.."
Pesan ketiga bernama Evie.
" Sayang hari ini jadi kan kita ketemu aku sudah kangen banget sama kamu.."
Hati Lina mulai bertanya siapa Evie ini? kenapa pesannya memanggil suaminya dengan kata panggilan sayang?.
__ADS_1
Apakah selama ini suami ku berbohong dan punya wanita lain?.
rasanya seperti tidak percaya kalau bang Adrie selingkuh.
Pesan ke empat masih dengan bernama Evie
" Sayang trimakasih sudah ajak aku jalan muach i love you btw Hotel nya bagus nyaman sekali untuk kita ml hehehe
Seketika Lina merasa lemas kedua kakinya tidak bisa menahan lagi dan akhirnya Lina terduduk di lantai sambil menangis, sakit rasa nya hati ini.
Belum puas membaca bagian pesan pesan Ia melihat daftar panggilan keluar masuk telpon
dan pesan yang terkirim
Pesan terkirim pertama.
" Sama sama Pak Galih kalau ada apa apa hubungi saya saja.."
Pesan terkirim kedua.
" Ok broh Dika..!
Pesan terkirim ketiga.
" Iya sayang Abang janji kita ketemu hari ini ketemu di tempat biasa yaa.."
" iya sama sama sayang i love u too.."
Lina pun menangis sejadi jadinya.
dalam pikirannya Lina terus bertanya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang tidak mungkin sepagi ini aku harus membahas masalah ini, aku tak mau memperkeruh keadaan apalagi anak anak masih tidur.."
Lina pun berdiri dan menghapus air matanya ia tidak mau suaminya melihat ia habis menangis.
Tak lama terdengar suara Aileen menangis dan Sakya juga memanggil Lina,mereka sudah bangun Lina pun masuk dan menggendong baby Aileen dan menyusuinya.
" Abang Sakya sudah bangun..gak nakal kan sama Dede Ai?"
Sakya pun menggeleng sambil mengucek mata nya yang baru bangun.
" Mama..abang au ucu.." Dengan suara manja nya.
" Iya sayang sebentar! mama buat susu buat abang Sakya yaa..!"
Lina sambil menggendong baby Ai kedapur membuat susu dan kembali kekamar anak anaknya.
" Mama bis angis yaa..? Tanya Sakya yang melihat kedua mata mamanya.
" Tidak kok sayang mata mama tadi kena air sabun saat mandi tadi sayang.."
Tak lama Adrie pun bangun dan mencari Lina istrinya dia mencari Lina didapur tapi tak di dapatinya namun terdengar suara ketawa istri dan anaknya di dalam kamar, Adrie pun membuka pintu kamar.
" Papaaa..." Sakya langsung turun lalu meminta gendong pada Adrie.
" Paa ndong aku..ndong aku..!"
__ADS_1
" Selamat pagi abang ganteng..!" Ucap Adrie
" Pah ei obil obilan ayoo..! papa ke emoy.."
" Iya sayang siang nanti mama papa dede Ai kita ke mal yaa..!" Adrie sambil usap puncak kepala Sakya.
" Sekarang abang mandi dulu yaa! papa mandiin biar dede Ai minum susu dulu!"
Matanya melirik keLina istrinya sambil mengedipkan mata sebelahnya membuat Lina tersenyum padahal hatinya sedang kesal.
Lina pun sedikit luluh hatinya atas sikap kedua laki lakinya anak dan bapak berinteraksi sehingga suasana hatinya pun menghangat.
" Tuhan kenapa seperti ini harusnya aku marah kenapa aku tidak bisa marah..?"
Siang ini Adrie dan Lina bersama kedua anak nya mau jalan jalan ke mal, sebelum masuk mobil, Abrey memanggil Adrie dari dapur.
" Drie..mau kemana..?"
" Mau ke mal kak!, ajak anak anak jalan.."
" Huuhhh..jalan jalan aja terus anak anak dan istri kamu, elu lupa siang ini kita mau ketemu sama Tante viona di Bogor..!"
" Oh iyaa..aku lupa kak! tapi gimana aku sama anak anak sekarang mau ke mal?"
" Sudah ayo cepetan! kita berdua saja kesana Tante viona sudah kangen ingin bertemu dengan lu Drie.." ucap Abrey.
" Gimana sayang?..Apa sebaiknya kita ke Bogor saja sekarang! nanti sekalian jalan ke mal di Bogor saja..!"
" Terserah abang saja yang penting Sakya tidak ngambek sama kamu bang..!"
" Abang Sakya kita jalan jalan ke Bogor yaa!..kita kerumah Omah Viona nanti bang bisa lihat rusa dan pemandangan kota Bogor dan kita mampir ke mal Bogor.!"
" Hoeee..! kita ke Bogol yaa mah?"
" Iyaa..sayang! abang Sakya tapi jangan nakal yaa dan jangan cengeng ok!"
" Ok mama...!"
" Ya sudah bang aku tambah perlengkapan baju lagi yaa buat Sakya dan Aileen takut kurang susu dan cemilan anak kita karna pasti kita akan sampe sore.."
Mereka akhirnya memutuskan untuk jalan ke Bogor menemui Tante vionah yang sudah cukup lama tidak bertemu semenjak orang tua mereka meninggal.
" Ishhhh...! kenapa ajak anak istri lu sih si Drie?" Tante viona itu kan cuma tinggal sama pembantunya saja, gue takut Sakya bandel disana dan membuat repot saja."
Ucap Abrey sambil melirik ke Lina.
" Sudahlah kak!, aku tak mau berdebat sebentar aku telpon Tante Vionah dulu supaya Tante vionah tahu kalau kita akan segera menuju kerumahnya sekarang.."
" Halo Tante vionah.."
"Aku Adrie istri dan anak anak ku akan menuju rumah Tante sekarang nihh.!"
" O iyaa Drie..Tante tunggu yaa! sekalian aku mau liat anak anak mu yang lucu lucu dan juga istri mu, Tante sudah siapkan makanan kesukaan kalian dan makanan yang enak enak buat istri dan anak anak mu."
Hati hati di jalan Drie..!"
" Iya Tante dahhh..!"
__ADS_1