
" Apa?, Tiara Purnomo?, apa jangan jangan dia lah putri Om Harry yang sebenar nya." Dalam benak Adrie yang menduga duga.
Adrie jadi mengingat ingat tanda lahir Tiara, tahi lalat dan bercak seperti warna coklat susu itu pada bagaian bawah pusar Tiara, Adrie sangat hapal letak tanda lahir itu. Bagaimana tidak hapal karena seluruh lekuk tubuh Tiara dalam keadaan polos Adrie sudah menikmatinya. Hingga Adrie kembali terbayang kapan terakhir mereka bercinta, Adrie ingat itu sudah hampir 6 Minggu yang lalu. Namun naluri kelakian nya malah bergejolak efek membayangi lekuk tubuh Tiara yang menurut di mata laki laki di atas rata rata.
" Siall, bagian bawah ku mulai terasa sesak."
Adrie bergumam pelan.
" Hufft.."
Lina yang berada di samping nya sedikit memperhatikan wajah mimik suami nya seperti sedang menahan sesuatu, tangan suami nya memegang tengkuk leher belakang.
" Bang, kau kenapa?"
" Euh?, tidak apa apa, sayang..Abang mau ke toilet dulu sayang."
Lina hanya mengangguk mata nya kembali ke panggung dan melihat acara selanjut nya.
Sampai di toilet Adrie sengaja membuang air kecil saat tangan nya menurunkan resleting depan celana, junior nya sudah sangat tegang dan keras. Adrie memaki pada junior nya.
" Jangan sekarang, baby "
Setelah nya, Adrie membasuh wajah pada air kran untuk menghilangkan ketegangan di bawah sana mereda dari gejolak itu.Pikiran nya Adrie kembali normal ia sudah membuang bayang bayang itu. Namun saat Adrie ingin keluar dari toilet, ponsel nya ada nada pesan masuk.
" Tiara." Adrie bergumam dan membaca pesan itu."
" Kau sudah mengabaikan ku, apa yang terjadi dengan mu?, kau tidak pernah menghubungi ku lagi?, KITA HARUS BICARA !!
Setelah membaca pesan itu.
" Sial sial, huuft."
Adrie kemudian melangkah dan kembali ketempat semula di man istri dan teman alumni berdiri. Ia tak membalas pesan Tiara.
Seluruh rangkaian acara reuni telah selesai, para alumni sudah sebagian pulang. Adrie Lina dan teman teman kelas nya sudah berpamitan.
Dalam perjalanan pulang, Di dalam mobil Lina kembali bertanya kepada suami nya.
" Bang."
" Eum?" Adrie fokus menyetir, menoleh ke Lina sesaat.
" Kau tadi kenapa?, saat eum..Tiara maju kau terlihat beda. Gelagat mu seperti menahan sesuatu?"
Mau tidak mau Adrie menjawab alasan nya, tapi dengan di bawa santai, agar suasana hati Lina tidak ada kecemburuan atas penjelasan dari Adrie.
" Kau tahu, aku masih dalam pencaharian putri Om Harry sampai saat ini."
" Lalu?"
Adrie menoleh ke Lina dan kembali pandangan kedepan.
__ADS_1
" Abang menduga saja, kalau Tiara mungkin putri dari Om Harry."
" Bagaimana, kau bisa menduga kalau Tiara adalah putri Om Harry?"
" Polisi masih menahan dua orang tersangka, dan tersangka bilang putri Om Harry di odopsi oleh keluarga Bapak Purnomo.
" Tapi..yang bernama Purnomo kan gak hanya satu orang saja kan, Bang?"
" Memang, tapi seperti ada kesamaan karena dari foto foto putri Om Harry yang Abang lihat mempunyai tanda lahir, tahi lalat dan bercak kecoklatan."
" Memang nya, Tiara punya tanda lahir, Bang?, tahi lalat dan bercak kecoklatan yang sama pada putri Om Harry yang Abang lihat di foto."
" Punya, letak nya sama persis di bagian bawah pusar sebelah kanan...Uppss."
Adrie keceplosan karena bicara sambil fokus menyetir.
" Ohh..begitu?"
Lina baru sadar dengan penjelasan tahi lalat di bawah pusar, itu artinya suami nya sudah melihat dalamnya atau tepat nya bagian intim Tiara.
" Pantas saja!, Abang sudah hapal karena Abang sudah bercinta dengan Tiara berkali kali selama bertahun tahun dan berbulan bulan, iya kan?" Lina langsung melipat kedua tangan ke dada dan menoleh kesamping sisi jendela mobil.
Lina mulai cemberut. Adrie memaki diri nya sudah keceplosan.
" Kan?,
" Kan?"
Adrie segera menepikan mobil nya dan berhenti.
Lina diam dan tak mau bicara, Adrie harus membujuk nya, pembicaraan ini harus cepat selesai sebelum sampai di rumah.
" Sayang, jangan ngambek dong!, eum..."
Adrie menggarukkan kepala karena bingung.
Adrie bingung mulai dari mana bicara agar Lina mengerti.
Lina mulai terisak.
" Abang jahat!, hiks hiks ."
Air mata Lina mulai berurai di pipi, tangan nya sesekali menghapus air mata nya.
" Iya tapi..aduh gimana yaa?, Abang ngejelasin nya?"
" Tapi,..itu sudah masa lalu, sayang."
" Iya..tapi tetap saja sakit, Bang!, dengar nya, hiks hiks."
" Duh..!, jadi rumit, ini lebih rumit ngurusin istri ngambek dari pada perusahaan Om Harry." Dalam benak Adrie.
__ADS_1
" Ok ok, istri ku, Abang minta maaf!, dengerin Abang!, itu semua sudah masa lalu. Abang sudah tidak pernah menghubungi Tiara lagi."
" Ini Abang sudah bicara jujur, ya..walau keceplosan sih!, hehehe."
Mata Lina mendelik pada Adrie.
" Trus, Abang harus bagaimana?"
" Yaa..euh? ya..?" Lina ingin meng iya kan kejujuran Adrie.
" Iya sih, Bang."
" Abang, sudah menjelaskan pada kamu, itu artinya dalam pencarian putri Om Harry akan terungkap."
Pandangan Lina kini sudah kedepan.
" Jadi, Abang mohon!, kamu harus percaya sama Abang, kalau nanti nya, Abang kembali bertemu dengan Tiara semata semata hanya sebatas penyelidikan kasus pencarian putri Om Harry. Tidak lebih dari itu, demi Om Harry."
Adrie bicara mulai serius.
" Janji?"
" Janji !, jadi..Abang sudah jelaskan pada kamu dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya."
Lina yang sedang serius Adrie bicara tapi pada akhir kalimat membuat Lina ingin ketawa namun di tahan.
" Euh?, phuuftt.. proklamasi Itu mah, Bang!"
" Abang kan kutip dari Bung Karno."
" Hahahhahah."
Adrie lega Lina sudah tidak ngambek lagi.
" Kita pulang, sayang."
Tiara baru sampai dirumah, tas dan sepatu high heels nya ia lempar ke sembarang tempat kemudian ia menghempaskan tubuh nya di ranjang. Melihat Adrie dan Lina datang ke acara reuni tadi membuat mata Tiara sakit. Bukan itu saja, hati nya juga sakit. Tiara merasa sudah sangat di abaikan oleh adrie, mata Adrie sama sekali tidak melirik pada nya. Menegurnya pun tidak.
Tiara memeriksa ponsel nya, pesan Adrie hanya di baca saja namun Belum ada balasan dari Adrie. Tidak biasa nya Adrie tidak pernah balas pesan nya. Adrie selalu mengirim pesan dan menelpon Tiara di mana pun Adrie berada bisa 5 kali sehari, balasan chat nya pun Adrie tak pernah lewatkan.
" Adrie benar benar sudah berubah." bathin Tiara.
Tiara memutuskan untuk hangout bersama teman nongkrong nya, Tiara mandi dan ganti pakaian dan langsung menuju ke tempat teman teman yang sudah menunggu nya di sebuah cafe.
ππππ
Hai, sori yaa baru up lagi, author lagi sibuk. kerjaan rumah numpukππ
Tiara
__ADS_1
Tiara baru menghadiri acara reuniπ