CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Larangan Devis


__ADS_3

Warning 21+ Harap bijak membaca nya.


Admin lulusin pls!


Dengan langkah yang lebar, Devis menarik tangan Lina keluar dari dalam cafe tanpa memperdulikan orang orang di dalam cafe itu,


Devis menerobos melewati pengunjung cafe yang memang sangat ramai dan padat.


Sampai sampai Devis menyenggol bahu salah satu turis yang berdiri sedang asik menikmati suara penyanyi cafe pun terganggu, pria bule itu menegur Devis.


" Hey watch your step!" ucap turis itu kesal.


Devis tidak peduli, Lina di bawa sampai ke kamar resort yang masih kosong itu. Devis ingin memaki Lina. Lina sendiri sudah ketakutan, ia tidak tahu apa yang ingin Devis lakukan terhadap nya. Baru ini Lina benar benar merasakan Devis sangat marah besar pada nya. Kemarahan Devis membuat tubuh Lina gemeteran. Dada Lina makin sesak timbul rasa mual karena saking takut nya pada Devis.


Devis menutup pintu dengan keras lalu mengunci pintu kamar itu. Devis melepaskan tangan Lina kasar.


" Kak De- Dev." ucap Lina terbata bata.


Lina memundurkan langkah setelah Devis mengunci pintu dan mulai mendekati Lina. Wajah Devis sangat garang. Sampai sampai Lina tidak mau menatap Devis karena takut lihat nya.


" LINA." Devis memangil Lina geram mengeraskan rahang nya.


Lina tetap menunduk, tidak mau menatap Devis.


" Tanah kuburan sepupu ku belum mengering Lina!, dan kau sudah berkencan dengan pria lain, apa tubuh mu sudah tidak tahan lagi ingin di sentuh oleh laki laki, HAHH?" bentak Devis.


Ucapan kalimat Devis sangat pedas di telinga Lina, Membuat Lina sedikit berani menatap Devis, Lina ingin berucap membalas ucapan Devis yang sangat sarkas. Tapi Lina baru ingin berkata tiba tiba mulut Lina seperti terkunci, karena tatapan Devis yang tajam.


" I-tu bu- bukan..di-di-dia..bu-kan.."


lidah Lina terasa kelu, kenapa sulit sekali Lina ingin mematahkan ucapan Devis.


Devis semakin menekan, Devis memang pintar mematahkan lawan bicara nya,Devis di kabuti rasa cemburu.


" Jawab yang benar Lina, bukan kah tadi kau ingin menyangkal?"


Lina menggeleng, sesekali menatap Devis tapi menunduk kembali.


" Kak Dev di- dia bukan, sia-pa..sia- pa."


" Aku tidak bertanya pria itu siapa nya kamu, Lina!. Aku tidak peduli!, aku hanya ingin tahu kau sudah berkencan dengan seorang pria apa karna tubuh mu sudah tidak tahan lagi ingin di sentuh?"


" Cepat sekali kau sudah jatuh di pelukan orang lain, Lina!, ternyata kau gampangan Lina!, apa tubuhmu sudah lama tidak ada yang menjamah mu?, kau tidak ada bedanya dengan ja***g ja***g yang aku baya-..."


" Cukup Devis!, kalau aku memang wanita gampangan iya itu benar!, kau sendiri pun mau meniduri ku dan menikmati tubuh ku? kau mau dengan wanita murahan ini!, aku memang gampangan Devis, puas kau!"

__ADS_1


Lina bicara dengan bibir bergetar dagunya berkedut.


Lina sekuat tenaga melawan Devis, Lina tidak tahan dengan ucapan Devis yang sangat sarkas dan merendah kan dirinya. Lina terisak sakit sekali rasanya dengan hinaan Devis. Lina ingin pergi keluar dari kamar itu, dari pada harus mendengar hinaan Devis.


Devis tersentak balasan ucapan Lina membuat diri nya Dejavu. Devis menarik tangan Lina menahan Lina pergi.


" Lepas!, aku murahan Devis!, tapi aku tidak mau kau menyentuh ku!"


Devis makin meradang, ia tidak mau wanita yang dia cintai ini melawan diri nya.


Devis mendorong tubuh Lina kasar lalu Devis menghimpit tubuh Lina pada tembok.


" Kau sudah mengaku murahan, Lina!, sekarang layani aku!, aku akan membayar kamu!"


Lina jadi tidak mengerti maksud Devis.


" Maksud kamu apa Devis?"


" Tidak usah berpura pura, Lina?, sekarang katakan!, apa pria tadi sudah menyentuh mu?, lihat pakaian mu kau sengaja memamerkan lengan dan bahu mu ini?, celana yang kau pakai ini, kau sengaja ingin memamerkan paha mu?"


" Di bagian mana pria itu sudah menyentuh tubuh mu, Linaah? di sini? tangan Devis menunjuk pada dada Lina.


Devis merobek baju atasan Lina, memastikan apa ada tanda merah yang sudah di buat oleh pria tadi. Kedua telapak Devis menangkup kedua dada Lina, dengan kencang.


Perlakuan Devis benar benar sudah gila pada Lina, Lina semakin takut dengan Devis.


" Bibir kamu, bibir kamu sudah di cium oleh pria itu, bukan?" Devis menurunkan celana jeans nya, Lina di paksa berjongkok wajah Lina sengaja di hadapkan Pada bagian bawah Devis yang sudah mengeras,


" Lakukan Lina !"


Lina menangis, ia menggeleng tidak mau melakukan nya. Devis benar benar sudah merendahkan nya.


" Lakukan Lina!, seperti dulu kau pernah melakukan nya. Bukan kah kau sangat suka waktu itu?"


" Enggak Devis!"


" Buka mulut mu Lina!" Devis ingin memberi hukuman pada mulut Lina yang sudah berani melawan ucapan nya.


" Tidak!, cukup Devis!, aku tidak maooo."


Maaf ya episode sebelum nya Lama beut lulus seleksi nya admin love you😍 lanjut👉


☠️☠️☠️


Tangan Devis mencengkeram keras kedua pipi Lina, membuat Lina sakit pada kedua pipi nya dan Lina terpaksa membuka mulut nya. Dengan cepat tangan Devis memasukan bagian bawah Devis yang sudah mengeras, dan menahan kepala Lina. kedua tangan Lina memukul mukul Devis, Devis semakin merapatkan kepala Lina pada dinding, membuat Lina tidak bisa lagi bergerak.

__ADS_1


Setelah berhasil masuk kedalam mulut Lina, Devis mulai menggerakkan pinggul nya, sampai tenggorokan Lina, Lina tersedak terbatuk batuk. Devis akhirnya menghentikan tindakan lips servis lina pada junior nya itu, lalu menarik Lina kembali untuk berdiri.


" Dengar Lina!, apa yang aku lihat tadi kau berdansa dengan pria itu, sudah sangat membuat ku cemburu Linaahh!. Jangan pernah kau lakukan itu lagi pada pria manapun, Lina!"


" Apa hak kamu, melarang ku!"


Baru saja Lina berucap Devis kembali menghukum Lina, Devis mau Lina jangan membantah nya.


Devis menarik leher belakang Lina mencium bibir Lina, dan memagut nya kasar. Lina tidak mau membalas ciuman bibir Devis. Lina mengatup rapat kedua bibir nya.


" Buka mulut mu!"


Lina tidak mau membuka mulut nya, dengan paksa Devis menggigit bibir bawah Lina kencang. Lina kesakitan pada bibirnya membuat Lina mau tidak mau membuka mulut nya. Devis menghisap lidah Lina, terus memagut nya, sampai Lina sudah kehabisan nafas. Devis seperti kesetanan, melepas pagutan nya Devis dengan rakus nya melahap hidung, dagu, pipi sampai rahang Lina terasa goresan gigi dan basah oleh liur lidah Devis di kulit wajah Lina. Mulut Devis kini berpindah pada leher Lina gigi nya menggigit kulit leher Lina dan basah.


Lina meringis sakit di leher nya, buru buru Lina melepas kan Devis dari mendorong Devis.


" Sudah cukup, Devis!"


Lina menangis, Tubuh nya sudah terasa lemas. Lina sadar semakin ia melawan Devis, Devis makin menjadi dengan perlakuan atas tubuh nya yang Devis lecehkan. Lina merosot terduduk di sisi tembok sambil menutupi kedua dada nya dengan kedua tangan Lina. Lina menundukkan kepala sambil terisak.


Devis berjongkok menatap Lina tangan kanan nya di letakan pada dinding.


" Lihat aku, Lina!"


Lina tetap menunduk, tangan kiri Devis menarik dagu Lina, kepala Lina mendongak menatap Devis.


" Jangan lagi kau berpakaian seperti ini, aku tidak rela dan aku tidak suka melihat nya. Jangan kau pamerkan, yang ada pada tubuh mu itu, milik ku."


" Kau tidak berhak Devis, kau tidak berhak mengatur apa yang aku pakai selagi aku suka memakai nya."


Lina tidak sadar, ia melawan lagi ucapan Devis. Devis menarik Lina untuk berdiri.


" Kau ingin berpenampilan seperti ****** rupanya?, sekarang lepas semua yang ada di tubuh mu!, lepas Lina!, telanjang lah di depan ku!, aku ingin menikmati tubuh mu!"


Lina sudah geram pada Devis ucapan devis benar benar membuat Lina risih dan jijik dengar nya. Mulut pria ini benar benar pedas di telinga Lina.


Lina kembali mendorong Devis, tapi dorongan Lina tidak bergeser sedikit pun, justru tangan Devis menarik tangan Lina hingga tubuh Lina menempel di dada Devis. Devis langsung melingkar kan kedua tangannya pada pinggang Lina. Lina memukuli dada Devis dengan kepalan kedua tangan Lina. Lina memukul hingga berkali kali.


" Lepas brengsek!"


Lina kembali memukul dada dan bahu Devis, Devis sedikitpun tidak merasa kesakitan. Ia membiarkan Lina memukuli dada nya. Ia tahu Lina sudah sangat kesal dengan ucapan nya.


" Kau seharusnya menjauhi ku, Bangsat!, kau pun akan segera menikah, jangan lagi menemui ku dan juga anak anak ku!"


DEG

__ADS_1


__ADS_2