
Adrie dan Lina serta anak anak nya baru tiba di rumah pukul 9 malam. Adrie meluangkan waktu bersama istri dan anak anak nya makan dan nonton film.
Adrie mengajak istri nya untuk beristirahat, kedua nya memang sudah lelah. Namun Adrie masih ingin mengajak bicara pada Lina. Sambil merebahkan tubuh nya Adrie menunggu Lina yang masih di dalam kamar mandi membersih kan tubuh dan riasan di wajah nya. Setelah Lina keluar, Adrie memanggil nya.
" Sayang kemarilah!, sambil tangan nya menepuk bantal di sisi kepala nya. Lina hanya menurut, dan ikut merebahkan tubuh nya dengan jarak menempel di tubuh Adrie. Adrie segera memeluk tubuh Lina.
" Selama satu Minggu ini, apa kau baik baik saja?"
" Aku baik baik saja." Sambil menganggukan kepala satu kali.
" Abang memang sangat sibuk dengan pekerjaan di perusahaan Om Harry dan juga sibuk dengan urusan pencarian putri Om Harry."
Lina hanya diam, diam bukan berarti Lina tidak tahu Adrie masih menjalin hubungan dengan Tiara.
" Selagi Abang di sini, adakah yang ingin kau bicarakan pada Abang. Karena besok Abang mulai sibuk."
" Ada sih Bang."
" Apa itu sayang?"
" Aku mau buka usaha lain, dan aku sudah punya...." Tiba tiba Lina urungkan. Ia harus merahasiakan kalau Devis sudah membeli ruko untuk nya dan lagi di bugar.
" Kau bicara ingin buka usaha lain?, buka usaha apa itu?"
Lina langsung berkelit.
" I i itu baru rencana ku saja, Bang!"
" Memang nya apa rencana mu?"
" Ingin membuka salon kecantikan Bang. Tapi itu hanya....yaa! sekedar hayalan saja."
Adrie berfikir, kalau rencana itu adrie realisasikan istri nya malah akan semakin sibuk nanti nya.
" Abang rasa kau tidak usah dan tidak perlu kamu buka usaha lain, nanti kau malah bertambah sibuk saja sayang. Kau meragukan dengan penghasilan Abang?"
" Bukan seperti itu Bang. Tapi ya sudah lah!, itu hanya rencana hayalan ku saja." Lina sudah menduga suami nya kurang menyetujui nya."
" Maksud Abang, dengan ada nya dua toko sembako, kamu saja...kau sudah sangat sibuk, sayang!, Abang tidak akan merealisasikan itu!"
Lina hanya diam.
" Baik lah Bang."
__ADS_1
Pillow talk itu di akhiri, Lina ingin segera memejamkan mata nya. Tapi Adrie malah mulai menciumi leher Lina. Nafas Adrie sudah berat menahan gairah untuk minta di tuntaskan junior nya. Lina hanya pasrah dengan tangan Adrie yang mulai bergerilya di bagian dada Lina. Lina terpejam, memejamkan mata bukan karena menikmati tapi memang Lina sudah terlelap. Sampai sampai Lina tidak sadar Adrie sudah melucuti baju tidur nya.
😍👉
Dalam gedung hotel bintang 5, para udangan sebagian sudah pamit pulang. Devis dan Johan sudah terlebih dahulu pamit bersalaman pada keluarga mempelai, di banding kan tamu undangan yang masih berlama lama ingin berbincang Devis hanya meluangkan waktu sebentar. Devis bukan nya tidak mau bersosialisasi pada kerabat yang di kenal nya, Ia malas mendengar sanjungan dan pujian pada kerabat yang mengenal nya. Bagi Devis pujian dan sanjungan di lontarkan untuk nya adalah orang orang yang munafik.
Keluarga Purnomo pun sudah ingin pamit pulang, pada keluarga mempelai.
" Trimakasih banyak Pak Pur, sudah hadir pernikahan anak kami."
" Sama sama, semoga rumah tangga mempelai bahagia selalu."
Tak lama bergantian dengan Pak Harry dan juga istri yang bersalaman dan sekaligus pamit pulang.
" Trimakasih lho Jeng, sudah menyempatkan datang pernikahan putri kami."
" Sama sama kami ijin pamit."
Hingga pagi hari, alarm alami sudah membuat kelopak mata Lina mulai mengerjap . Terbiasa bangun pagi pagi Lina tidak butuh alarm di ponsel nya. Saat Lina ingin beranjak ia menyingkap selimut dan melihat diri nya dan Adrie sudah keadaan polos. Rupanya semalam Adrie telah menggeluti nya dalam keadaan Lina sedang tidur, Lina menoleh pada wajah Adrie masih terlihat pulas. Tanpa berlama lama dengan langkah sedikit gontai ia segera menyegarkan tubuh nya.
Saat sarapan di meja, Lina dan Adrie bersama anak anak nya, terutama Putra mereka yang paling besar bertanya pada Adrie.
" Pah, papa sangat sibuk sekali yaa?, sampai sampai Papa tidak pulang.?"
" Memang nya pekerjaan apa sih, Pah?"
" Tentu nya pekerjaan di perusahaan Papa, Nak!"
" Papa tidak kasihan pada Mama?"
Adrie melirik sebentar pada Lina yang lagi menunduk, sambil memasukan nasi di sendok ke dalam mulutnya.
" Mama kan sudah tahu, Papa ijin tidak pulang satu Minggu."
Sakya mengangguk mengerti balasan ucapan Papa nya.
" Mam Pap, Sakya sudah selesai sarapan."
" Papa juga." Adrie kemudian berdiri dan bersiap untuk berangkat ke kantor.
Jemputan sekolah Sakya sudah datang dan anak itu sudah menuju ke sekolah. Lina mengekor Adrie sampai mobil untuk berangkat ke kantor.
" Hati hati di jalan, Bang!"
__ADS_1
" Iya sayang."
Lina masih berdiri di halaman garasi, mobil Adrie sudah mulai melaju, namun saat Lina hendak balikan badan nya. Mobil Adrie berhenti Lina memperhatikan mobil Adrie kenapa berhenti?
Ternyata Adrie keluar dan menghampiri Lina, Lina menatap bingung pada suami nya.
" Bang, Apa ada yang terting...."
Tiba tiba Adrie memeluk Lina erat dan menatap wajah istri nya.
" Aku akan pulang nanti malam, buat lah masakan kesukaan ku."
Lina mengangguk dan senyum.
" Baik lah Bang."
" Abang pergi dulu!"
Adrie kemudian mencium kedua pipi Lina dan kembali ke mobil.
Lina memandangi mobil Adrie sampai menghilang.
TINN
Buk Jum segera membuka kan pintu garasi, Adrie pulang sesuai dengan ucapan tadi pagi pada Lina. Lina segera menyambut suami nya dan mengambil tas kantor di tangan Adrie.
" Aku sudah lapar, kau masak kesukaan ku kan?"
" Iya Bang!, tapi sebaiknya Abang bersihkan badan dahulu!"
" Baik lah!"
Adrie menikmati hidangan makan malam kesukaan nya itu. Lina memang pintar memasak dia pandai meracik bumbu, Adrie terus terang !, di bandingkan masakan Tiara masih kurang pas di lidah Adrie. Kadang masakan Tiara terlalu asin kadang juga kurang rasa. Namun Adrie hanya meminta Tiara teruslah belajar memasak, Adrie tidak pernah protes. Jalan pintas Adrie memesan makanan via online saat bersama Tiara.
Devis ingin menelpon Tiara, sudah dua hari Devis belum mendengar lagi kabar nya Lina . Akun Instagram yang di setting privet jarang Devis gunakan, foto foto yang di unggah lebih mengarah pada gambar gambar bertema keindahan langit langit malam hari dan siang hari di Armsterdam itu pun foto yang di unggah terakhir tiga tahun lalu, termasuk foto lama Devis sewaktu masih berumur 30 tahun.
Ketika Devis menscroll beranda Instagram, Devis melihat foto foto unggahan Adrie bersama Lina dan juga Sakya Aileen dan Aldeen. Mereka berpose sedang makan bersama di sebuah restoran di Mal dengan caption Adrie tulis " luangkan waktu bersama istri dan ketiga anak ku." Devis melihat foto foto Lina lekat lekat di mana ia berpose sedang tersenyum pada ketiga anak anak nya.
Devis mencari profil Lina namun tidak ada, seperti nya Lina tidak punya akun Instagram.
Devis
__ADS_1