
" Bagaimana para saksi, sah?"
" Sah!"
Brata menyematkan cincin berlian di jari manis Tiara dan begitu juga Tiara menyematkan cincin di jari manis kanan Brata. Para media yang diundang mengambil gambar acara akad nikah Brata dan Tiara.
Senyum dan tangis bahagia Bu Purnomo dan Ibu Marlina, tak tertahankan lagi melihat putri mereka akhirnya, kembali bahagia bersama Agnibrata Mussaffer yang kini sudah menjadi suami nya.
Susunan acara akad nikah berjalan sangat khidmat semua memberi ucapan selamat pada kedua mempelai, Adrie dan Lina menyaksikan akad nikah Tiara dan Brata ikut tersenyum bahagia. Sebelum di bagian acara resepsi mereka para orang tua kandung dan orang tua angkat Tiara mengabadikan momen tersebut. Para keluarga besar juga berganti ikut mengabadikan termasuk Lina dan Adrie berdiri untuk di ambil foto kebersamaan keluarga itu.
" Selamat ya, Kak Tiara." ucap Lina.
" Trimakasih ya sayang, maafin kesalahan Kakak, ya!"
Lina mengangguk.
" Semoga Kakak bahagia selalu."
" Amin,"
Tiara dan Lina saling cium pipi kanan dan kiri dan memberi pelukan.
" Ra, sekali lagi selamat ya!, semoga suami mu menjaga mu dengan baik, bahagia selalu yaa!"
" Trimakasih, Drie. eum..aku tidak tahu harus berucap apa lagi?" Tiara tersenyum Tiara memeluk Adrie begitupun Adrie membalasnya.
" Jadilah istri yang baik, itu saja pesan ku."
Ehemm
Brata berdehem karena Adrie dan Tiara, masih saja bicara apalagi mereka berpelukan Brata tahu itu hanya ungkapan trimakasih sebagai teman baik saja, tapi dia pun tidak rela kerena Brata sudah menjadi suami nya.
" Bro, selamat ya!,
" Trimaksih, Drie."
Esok harinya, Tiara dan Brata bersiap siap untuk berbulan madu ke negeri sakura, Jepang. Permintaan Tiara kenapa ke negara itu karena disana sedang musim tumbuh nya bunga sakura. Pak Harry menghadiahkan tiket untuk mereka ke Jepang sedangkan Pak Purnomo memberi hadiah tiket ke negara New Zealand. Ya, impian Tiara ingin mengunjungi wisata Hobbit house rumah rumah kecil di sana.
😍😍👉
Selama Tiara di berikan cuti liburan bulan madu bersama Brata, Adrie menghandel dua tempat di gudang pusat dan di kantor pusat.
__ADS_1
Tiba di rumah Adrie merasa kelelahan, tubuhnya mengiba untuk istirahat belum lagi ia memikirkan pekerjaan yang belum sempat di selesaikan di kantor. Lina sebagai istrinya, selalu memberi pijatan pijatan kecil pada tubuh Adrie.
" Kau tampak kelelahan, Bang?, biar aku pijit ya!"
Adrie hanya mengangguk, tubuhnya ia rebahkan di sofa. Lina mulai memijit betis Adrie. Pijatan pijatan jari jari Lina membuat Adrie tertidur. Lina ingin membangunkan suaminya untuk makan malam yang tertunda. Ia kini hanya menatapi wajah Adrie yang terpejam. Memperhatikan garis kerutan di bawah mata yang mulai nampak, menunjukan betapa lelah suami nya.
Adrie sangat bekerja keras untuk membahagiakan keluarga dan perusahaan Pak Harry, Lina jadi kembali mengingat pertengkaran hebat dengan suaminya hingga Lina diberi hukuman di kurung dalam gudang tapi di balik kemarahan Adrie, Adrie sebenarnya sangat sayang padanya, Adrie tidak mau kehilangan dirinya.
Ada perasaan bersalah pada diri Lina. Tanpa di sadari mata Lina berkaca kaca.
" Harus nya aku bersyukur dan bangga pada mu, Bang, tidak seharusnya aku melawan mu, maafkan aku." Lina menghapus air matanya, saat Lina ingin berdiri tangan nya di pegang oleh Adrie.
" Eugh, kau sudah bangun?" Lina kembali duduk di sisi berhadapan dengan Adrie.
Rupanya Adrie mendengar ucapan Lina, dia memang tertidur namun ia bangun karena merasa pijatan tangan istrinya berhenti. Dan menyadari istrinya sedang menatap padanya.
" Kenapa nangis?, heuum ucap Adrie lembut.
" Rupanya kau sudah bangun yaa, atau pura pura tidur?"
" Sini tidur di samping Abang!" Adrie tersenyum. ia menggeser sedikit memberi tempat untuk istrinya, di sofa itu cukup dengan tubuh mereka berdua terbaring.
Wajah mereka berdua berdekatan, lengan Adrie menjadi bantal untuk kepala Lina. Lina menghirup dalam dalam aroma tubuh keringat suaminya yang belum melepas kemeja dan celananya sepulang dari kantor.
" Abang memang tadi tertidur, sayang."
" Abangkan belum makan, Abang mau makan sekarang?"
" Nanti, Abang ingin memeluk mu dulu." Adrie menatap manik mata Lina.
" Abang tadi dengar dong, ucapan aku?" tangan kiri Lina menangkup pipi wajah Adrie.
" Iya." Adrie menghela nafas pelan ia ingin membalas ucapan Lina tadi.
" Trimakasih sayang, sudah mencintai ku, terimakasih sudah melahirkan tiga anak untuk Abang yang cantik dan tampan, terimakasih sudah menjadi istri dan Ibu untuk anak anak ku. Abang sangat sayang pada mu, jika nanti Abang pergi, jagalah anak anak kita dengan baik."
" Eum?" Lina menautkan kedua alisnya.
" Memang nya Abang, ada tugas kantor?"
Lina hanya berfikir suaminya akan ada tugas kantor yang akan Adrie laksanakan.
__ADS_1
Adrie hanya menjawab.
" Iya."
" Kapan?, aku pasti akan merindukan Abang, memang nya akan tugas kemana?"
Nanti kalau Tiara sudah selesai cuti, dan kembali bekerja."
" Owh." Lina menatap wajah Adrie walaupun kelihatan sangat lelah tetap saja terlihat tampan di mata Lina.
Obrolan sepasang suami istri itu semakin mesra Lina yang usil menjapit hidung Adrie, di balas lagi oleh Adrie jarinya menggelitik telinga Lina hingga keduanya cekikikan.
" Bang, mau mandi dulu atau makan dulu?, biar aku siapkan."
" Abang belum mau mandi, masih capek."
" Ya sudah, kalau gitu aku lap saja tubuh Abang dengan air hangat, mau kan?"
" Iya, sayang."
Lina lalu bangkit menuju dapur untuk memasak air cukup panas dan menyiapkan baskom kecil dan handuk lalu di bawa ke kamar. Adrie kemudian menyusul istrinya.
Adrie membuka seluruh pakaian nya dan merebah kan tubuh nya di ranjang. Air hangat itu sudah Lina teteskan aromatherapy, Lina dengan telaten mengusap wajah Adrie dengan handuk kecil yang sudah di basahi dengan air hangat. Dengan lembut lina memanjakan suaminya mengelap dari wajah leher dan turun ke bagian perut nya. Adrie sangat menikmati usapan handuk hangat itu sambil memejamkan mata.
" Bang sekarang balik badan nya!"
Adrie membalikan tubuhnya Lina mengelap pada bagian belakang, Adrie benar benar menikmati usapan usapan itu. Sensasinya sangat beda selain usapan, Lina memberi pijatan pijatan kembali di bagian punggung dan badan Adrie.
" Enak banget sayang." ucap Adrie yang memejamkan matanya.
Seluruh tubuh Adrie sudah bersih, Adrie merasakan tubuhnya sangat segar. Lina mengambil kaos ganti dan celana pendek di lemari, Adrie mengangkat kedua tangannya Lina memakaikan kaos itu pada Adrie.Tidak lupa Lina percikan sedikit parfume maskulin di leher Adrie.
" Abang sekarang makan ya!"
" Iya sayang."
" Abang mau makan di meja atau aku bawakan saja ke kamar?"
" Bawa di kamar saja, sayang."
" Baik lah."
__ADS_1
Hari ini Adrie benar benar ingin di manja oleh istrinya, Lina seperti mengurus bayi saja. Tapi Lina sangat senang memperlakukan memanjakan suaminya, selama suaminya tidak menolak.