CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Sentuhan terlarang.


__ADS_3

Demikian juga di perusahaan Devis yang memberikan libur panjang pada karyawan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Sudah tiga minggu Devis tidak mendengar kabar wanita yang cintai nya itu,Lina. Rasa rindu pada Lina sudah menumpuk dihatinya, rasa nya Devis ingin sekali bertemu.


Devis mencari cara bagaimana ia bisa bertemu dengan Lina, Ia hanya bisa memandangi foto foto Lina nya saja. Devis pun heran kenapa ia bisa jatuh cinta pada Lina, wanita itu telah berhasil merasuki hati nya yang lama ia tutup setelah istri nya meninggal.


Tok Tok


" Masuk."


" Selamat siang Pak Devis."


" Siang Jo."


" Pak Devis, saya sudah mengurus tiket keberangkatan Bapak ke Amsterdam. 3 hari lagi Bapak berangkat."


" Baik terimakasih Jo. Jo kamu saya beri cuti libur hanya 5 hari saja. Biar restoran dan bakery terhandle dengan baik."


" Baik trimakasih Pak Devis."


Johan pun keluar dari ruangan Devis. Devis kembali memikirkan Lina untuk bisa bertemu apapun cara nya. Akhirnya Devis punya cara sebelum berangkat ke Amsterdam dia akan mengunjungi rumah Adrie dan akan menginap. Ia mengeluarkan ponsel nya dan segera menelpon Adrie sepupunya itu.


" Halo Drie."


" Halo kak, apa kabar?"


" Baik..Kakak akan menginap di rumah mu Drie sebelum Kakak pulang ke Amsterdam."


" Baik Kak, kami juga sudah rindu pada Kakak, tapi bukan nya Kakak memang sedang di sana?"


" Tidak Drie, kakak masih di Jakarta. Nanti saja sampai di kita bicara."


" Baik Kak Adrie tunggu!"


Telepon pun di tutup Devis tersenyum sudah sangat tidak sabar bertemu dengan Lina. Devis pun keluar dari ruangan dan bersiap siap kerumah Adrie.


" Sayang siapkan kamar tamu, sepupu ku akan menginap selama 3 hari di rumah." Adrie memberi kabar pada istri nya di kantor.


" Apa?, Lina terkejut mendengar Devis akan kembali menginap.


" Kenapa sayang?,


" Ahh..titidak apa apa, Bang."


" Ya sudah kalau Devis sudah tiba dirumah kabari Abang ya!"


" Baik Bang."


Lina jantung nya berdetak kencang, Ia gugup dan juga hati nya kesal pada suami nya kenapa harus di ijinkan Devis kembali datang kerumah ini. Apa mau nya Devis? Lina sudah berusaha melupakan Devis dan menjauhi nya tapi malah mendengar kabar akan menginap di rumah ini. Membuat Lina pusing di buat nya.

__ADS_1


Lina segera membereskan kamar untuk Devis menginap. Ia kuatir kalau Devis berbuat macam macam pada nya. Ia harus mengambil sikap selama Devis menginap Lina akan menjauhi nya.


Baru saja Lina selesai membereskan kamar terdengar suara bel pintu.


TING TUNG


" Siapa yaa?, mungkin Buk Inah." Lina bergumam. Lina buru buru membukakan pintu, begitu pintu sudah dibuka seorang pria tinggi besar kebulean sedang berdiri membelakangi nya di ambang pintu kemudian pria itu membalikan badan nya menghadap Lina.


" Devis? k k kau sudah datang?"


Devis tersenyum menatap Lina langsung ia menurunkan tas ransel nya di punggung nya.


" Kenapa memang nya?, kau terkejut melihat ku, hemm?"


" E e...." Lina gugup dan bingung tangan nya sambil memijit keningnya.


" Bukan e e.. ma maksud ku, bukan kah kau datang harus nya bersama suami ku?, nanti malam."


" Aku sudah tidak sabar menunggu suami mu, untuk bertemu dengan mu."


Devis semakin tajam memandang Lina apalagi Lina berpakaian rumah dengan kaos tank top dan celana jeans hotpants yang sangat pendek, celana hotpants itu pendek nya sepinggul bukan setengah paha. Tidak puas kacamata hitam Devis ia lepas, mata Devis kembali menjelajahi dari rambut turun ke leher jenjang Lina yang putih bersih kemudian pada bahu dan lengan nya yang putih. Mata Devis melihat belahan dada nya Lina kemudian mata nya turun lagi pada kedua paha Lina dan kedua betis padi itu. Wanita ini benar benar seksi sekali di hadapan nya sekarang, sudah putih mulus mengkilat kulit nya.


Lina sadar dengan tatapan Devis, Lina pun melihat diri nya sendiri bahwa ia berpakaian sangat minim, merasa betapa ceroboh nya dia.


merasa jengah dengan tatapan Devis kaki Lina beringsut mundur. Devis hanya tersenyum.


" I iya..tapi tunggu!"


Lina menutup pintu itu hanya sedikit terbuka, membuat Devis mengerutkan dahi nya namun tergelak ingin ketawa melihat Lina yang sedikit lari ke dalam. Lina ingin ganti pakaian dengan baju yang sopan tentunya.


Setelah ganti baju dengan dress panjangnya sebetis tanpa lengan, ia sengaja memakai baju tanpa lengan karena cuaca siang hari sedang panas. Lina baru menyuruh Devis masuk.


Devis melihat penampilan Lina sangat manis cocok sekali dress yang di pakai nya di tubuh nya yang tinggi dan langsing.


" Mari silahkan masuk!"


" Terimakasih sayang."


Tubuh Lina pun meremang mendengar panggilan sayang yang sudah lama ia tidak dengar. Ia teringat kembali Devis akan memanggil nya sayang di saat berdekatan ataupun saat berduaan.


" Aku mohon jangan memanggil ku sayang dirumah ini!"


" Baik lah, kemana Sakya dan Aileen aku sudah rindu pada mereka."


" Mereka sedang tidur siang, sebentar aku buat kan minum. Kau ingin minum apa?"


" Air mineral saja, sayang."

__ADS_1


Devis tidak peduli memanggil Lina sayang karena ia tahu dirumah ini hanya Lina dan Devis saja, anak anak Adrie sedang tidur.


Lina menghela nafas nya dan kemudian ke dapur untuk mengambil air mineral di lemari es, namun tanpa sadar oleh Lina Devis mengikuti nya. Ia ingin mengambil kesempatan memeluk Lina karena sedang sepi.


" Devis tunggulah di sana, aku mohon!"


Devis tidak peduli ia malah mendekati Lina dan membuat Lina memundurkan langkah nya.


" Devis kamu mau apa?"


Devis meraih pinggang Lina erat membuat Lina mendongakkan wajah nya pada Devis.


" Devis lepas!, jangan berbuat ini di rumah ku!"


Devis masih terus menatap Lina tangan nya terangkat membelai pipi Lina. Lina tidak jadi tidak berdaya dengan belaian lembut Devis.


" 3 hari lagi aku berangkat ke Amsterdam, mau kah kau menunggu ku kembali ke Jakarta?" Ucap Devis lembut.


" Ah a a aku!"


" Aku pulang dulu ke sana, setelah kembali bisa kah kita bertemu?"


" Tidak mungkin Devis, aku takut pada Adrie."


" Aku mohon Lina ."


" I i iya baik lah."


Devis mencium bibir Lina lembut, yang tidak di duga Lina membalas ciuman Devis mereka pun saling berpagutan dan semakin dalam ciuman mereka. Lina benar sudah kehilangan akal Lina benar benar menikmati ciuman itu, ciuman Devis sangat berbeda dengan Adrie. ciuman Devis sangat lembut.


Ciuman Devis semakin turun ke leher Lina membuat Lina memejamkan mata nya, entah kenapa Lina sangat menyukai nya sapuan bibir Devis di leher Lina benar benar sangat lembut tidak kasar.


" Aghhh.."


Devis senang mendengarnya ******* yang keluar dari mulut Lina, ia semakin semangat tangan kanan nya memegang dada Lina dari luar baju dengan lembut meremasnya.


Lina memejamkan mata nya tanpa sadar Devis sudah melepaskan 3 kancing depan dress Lina. tangan Devis masuk dan menyentuh dada itu permainan terlarang sudah semakin dalam. Devis menggiring tubuh Lina bersandar pada tembok. Namun tiba tiba Lina segera membuka kan mata nya dan ia sadar dan buru buru menghentikan sentuhan sentuhan tangan Devis yang hampir mengangkat dress bawah nya. Lina menepis tangan Devis dan langsung menjauh.


" Devis stop, ini tidak benar."


Devis yang sudah setengah bergairah pun akhirnya menghentikan aksi nya.


" Maaf aku terlalu mendambakan kamu, Lina...sebaiknya kita kembali keruangan tadi."


Lina masih belum percaya hampir saja ia melakukan hubungan terlarang ini. tapi ia juga tidak menyangkal Devis tadi benar benar sangat lembut perlakuan nya.


" I i ya Devis."

__ADS_1


Lina tangan nya kembali memegang sebotol air mineral dan di bawa ke meja ruang tamu.


__ADS_2