
Pagi harinya, Adrie sudah bangun terlebih dahulu dia membiarkan istrinya yang masih terlelap. Pikir nya istri masih kelelahan karena hampir larut malam ia tiba. Sampai di dapur ia melihat Buk Jum sedang membuat sarapan.
" Pagi Bik Jum."
" Euh..pagi Tuan."
" Sedang buat sarapan apa?"
" Ini Tuan, saya sedang memanaskan makanan yang ada dimeja."
Adrie hanya mengangguk, namun ia iseng saja melihat tumpukan dus dus tempat makanan itu yang Lina bawa semalam. Makanan resto yang Buk Jum sedang panaskan. Dus dus yang berwarna kuning merah itu dia baca nama restoran makanan serta alamat nya. Sedikit menyelidiki alamat restoran adalah alamat yang tertera berlokasi daerah puncak. Ia hanya ingin tahu apa benar istri nya main main ke daerah itu. Tapi di dalam otak nya berfikir seperti mengenal nama restoran itu tapi dia belum tahu pasti. Makanan resto itu memang sangat enak enak menu nya.
Adrie kembali ke kamar, mata nya mengedar istrinya sudah tidak ada di ranjang, tapi ia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, Lina sudah bangun dan sedang mandi rupanya.
Adrie kemudian duduk di sisi ranjang dengan handuk di tangan nya.
CEKLEK
Lina keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk putih di tubuh nya dan juga handuk yang membungkus rambut di kepalanya.
Lina sedikit menggigil karena cuaca pagi itu sedang sangat dingin karena habis turun hujan pada malam hari.
" Bang, kamu tidak bangunin aku?" sambil melangkah ke lemari pakaian."
" Aku sengaja, karena kamu tidur sangat lelap."
Lina hanya diam tangan nya masih sibuk memilih baju. Adrie memperhatikan istri nya dari belakang, wanita yang dia miliki dengan secara paksa sudah menjadi istrinya hingga melahirkan 3 anak untuk nya.
" Kau tidak ke kantor?"
" Aku libur, Om Harry memberikan satu hari untuk istirahat."
Adrie kemudian bangkit menghampiri Lina dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Tangan Lina sedang memakai baju, hingga pergerakan nya berhenti, Adrie mengambil kesempatan mencumbui istri nya yang sudah menggunakan Bra dan ****** *****. Adrie menciumi leher putih Lina yang wangi sabun dan shampo.
" Bang, masih pagi."
" Justru pagi hari apalagi cuaca sangat dingin aku sedang bergairah sayang."
Tangan Adrie mulai membelai bagian dada Lina mulut nya langsung ******* bibir istrinya.
__ADS_1
Lina hanya pasrah, apalagi tangan Adrie sudah menjajah di bagian bawahnya. Tubuh Lina tidak menolak karena ia sendiri pun sudah sangat terangsang. Adrie langsung menggiring istri nya keranjang. Tidak bisa dipungkiri oleh Lina memang benar sangat nikmat rasa nya bila bercinta di pagi hari apalagi cuaca dingin sehabis turun hujan.
Dan terjadilah pergulatan pagi itu hingga dua jam lama nya. membuat tubuh Lina kembali terkapar di ranjang. Adrie sendiri sudah tinggi nafsu nya sejak dari hotel G bersama Tiara namun ia tahan. Padahal Tiara saat itu berbusana yang sangat seksi. Adrie hanya ingin melampiaskan hasrat nya pada istri nya saja. Tapi semalam Lina nampak sudah kelelahan dan langsung tertidur.
Malam hari suara lantunan ayat ayat suci Alquran sudah terdengar di masjid yang tidak jauh dari rumah, nampak berbondong bondong umat muslim melaksanakan sholat tarawih, ya besok hari pertama puasa.
Lesti dan Surya juga pegawai toko lain nya sedang bersiap siap tarawih. Lina memerintahkan pada pegawai nya selama bulan puasa toko sudah harus tutup pukul setengah 6 untuk berbuka puasa. Namun Lina juga harus memikirkan bagaimana agar toko tetap buka karena kemungkinan pegawai nya pasti akan pulang kampung merayakan idul Fitri di kampung mereka masing masing. Lina juga harus membagikan THR.
Makan malam di keluarga Adrie pasangan suami istri itu membahas idul Fitri pada Bu Jum di meja makan.
" Bu Jum."
" Iya Nyonya?"
" Seperti biasa setiap tahun Buk Jum akan pulang kampung merayakan Idul Fitri, kami mohon Buk Jum kembali ya?"
" Pasti Nyonya, saya sudah sangat betah bekerja disini."
" Trimakasih kasih Buk Jum."
" Aku pasti kangen sama Ibu, jangan lama lama ya dikampung!" Ucap Aileen yang duduk disebelah pembantu itu.
Selesai makan malam Lina dan pembantu itu membersihkan meja mengangkat piring piring kotor ke tempat cucian piring. Setelah nya Buk Jum langsung ijin pada majikan nya untuk ke masjid.
" Tuan Nyonya saya ijin ke masjid dulu."
" Iya Buk Jum." Balas Adrie dan Lina yang sedang menonton tv. Buk Jum membungkuk dan pergi.
" Bang mengenai pembagian THR untuk Buk Jum dan Buk Inah, Lesti dan Surya juga pegawai lainnya, seperti nya kita sudah harus mempersiapkan nya."
" Iya sayang nanti minggu depan kita berdua ke Bank untuk menarik uang."
Pagi hari Adrie sudah bersiap siap untuk ke kantor, Lina mengantar suami nya sampai mobil.
" Abang kerja dulu, sayang."
" Iya Bang, hati hati di jalan."
" Ingat!, jangan sekali lagi kamu keluar rumah apapun itu urusan nya kamu tidak ijin pada ku, kalau kamu melanggar nya, aku pasti akan memberikan hukuman pada mu. Cam kan itu!"
__ADS_1
Ucap Adrie tegas, sedikit membuat Lina bergidik namun juga sedikit kesal.
" Iya Abang, aku akan menuruti mu."
" Bagus, aku pergi dulu."
Mobil Adrie melaju hingga jauh dari pandangan Lina.
Dikantor Adrie memikirkan istrinya, hatinya sedikit gelisah karena malam itu Lina bisa sampai pulang hampir larut malam, hatinya merasa tidak percaya kalau ia jalan bersama teman. Rasa nya ia ingin menanyakan pada sahabat istri nya tapi tidak mungkin, ia juga tidak punya nomor salah satu sahabat Lina.
Telepon di meja kerja Adrie berdering.
" Pagi Ramlan."
" Pagi Pak Adrie." Salah satu operator telepon receptionist menjawab.
" Iya kenapa Lan?"
" Pak, Bapak Harry ingin bicara pada Bapak."
" Oke tolong sambungkan."
Tuuuut.
" Selamat pagi Om."
" Pagi Drie."
" Ada yang bisa Adrie bantu. Om?"
" Drie kita kedapatan investor, beliau ingin membicarakan kerjasama dengan perusahaan kita di salah satu restoran di Bogor tepat nya daerah puncak sekaligus ingin berbuka puasa dengan Om. Kita harus kesana jam 3 kita jalan!"
" Baik Om, siap." Ucap Adrie Sigap.
Siang menjelang sore Adrie dan Pak Harry selaku CEO dan sekertaris nya meluncur ke daerah Bogor. Sampai lah mereka ditempat yang sudah di janjikan, sebuah restoran megah yang view nya sangat indah. Restoran itu adalah milik Devis.
Orang orang beken itu sudah bertemu di satu meja yang sudah di reservasi.
Mereka berdiri saling berjabat tangan kemudian duduk dan mulai membahas masalah kerjasama perusahaan. Rapat kecil itu berlangsung hingga sampai waktu nya berbuka puasa.
__ADS_1
Pelayan pelayan restoran siap menyajikan makanan dan minuman menu buka puasa.