
Adrie dan Lina juga ketiga anak mereka bersiap siap untuk menghadiri undangan makan malam keluarga Pak Harry.
" Sayang, kau sudah siap?" Adrie berdiri di ambang pintu kamar. Ia menatap istri nya masih memakai sepasang anting dan gelang berlian yang dulu ia berikan sebagai hari ulang tahun perkawinan nya beberapa tahun yang lalu.
" Oke, aku sudah siap."
Lina memang selalu cantik dimata Adrie busana mereka pakai selalu couple. Saat Lina menghampiri Adrie. Adrie menatap gelang berlian yang melingkar di tangan Lina. Adrie tersenyum tangan nya kemudian meraih tangan kiri Lina melihat gelang berlian itu yang masih di simpan oleh Lina.
" Kau masih menyimpan nya."
" Euh?, iya Bang, aku masih menyimpan gelang pemberian mu ini, selain cincin kawin kita dan gelang ini aku jaga selalu, seperti yang pernah Abang katakan dulu kedua benda ini lingkaran nya tak berujung. Syimbol cinta Abang pada ku yang tidak pernah putus."
" Hanya maut yang memisah kan kita." lanjut Adrie yang masih ingat dengan kata kata itu.
" Iya Bang." sampai maut memisahkan kita."
Adrie kemudian meraih pinggang istri nya dan langsung mengecup bibir Lina.
" Kita berangkat sekarang!"
Adrie menggandeng tangan Lina keduanya berjalan sampai mobil, ketiga anak mereka sudah menunggu orang tua mereka di dalam mobil yang lagi di temani oleh Buk Jum dan Buk Inah.
__ADS_1
" Buk Jum, Buk Inah kami jalan dulu yah."
" Iya Nyonya." ucap buk Inah.
" Hati hati di jalan Tuan dan Nyonya, Sakya Aileen Aldeen jangan nakal ya!" lanjut Buk Jum.
" Iya Buk Jum." ucap mereka serempak.
Buk Jum dan Buk Inah tersenyum pada mereka. Namun pandangan Buk Jum beralih pada Tuan nya, Adrie. Ia sedikit memperhatikan wajah Tuannya itu, berbeda.
Setelah mobil melaju dan menghilang dari pandangan Buk Jum dan Buk Inah. Buk Jum bicara pada Buk Inah.
" Inah, kok aku lihat Tuan agak beda ya tidak seperti biasa nya."
" Iya, perasaan aku tidak enak saja. Wajah Tuan Adrie agak pucat."
" Mungkin Tuan Adrie sedang tidak enak badan, tapi yang aku lihat sih beliau sehat sehat saja, Mba. Ya sudah kita masuk!, sinetron favorit ku sebentar lagi di mulai."
Mereka pun masuk dan ingin menonton drama favorit mereka.
Adrie dan Lina sudah sampai di hotel A, Keluarga itu berjalan menuju restoran tempat keluarga Pak Harry mengundang mereka untuk makan malam. Sampai di sana keluarga kecil Adrie di sambut oleh Pak Harry dan Ibu Marlina, yang di dalam nya juga sudah hadir kedua orang tua angkat Tiara dan Nyonya Mussaffer ibu dari Brata Mussaffer. Mereka duduk satu meja sambil berbincang bincang.
__ADS_1
Pak Hari dan Ibu Marlina melangkah menyambut Adrie dan istrinya bersama ketiga anak nya.
" Selamat Malam Om, Tante." Ucap Adrie.
" Malam Nak Adrie." Ayo kemari!, mereka sedang menunggu kamu.
" Selamat Malam Om, Tante." ucap Lina yang berada di samping Adrie."
" Malam, ini istri mu, Drie?, cantik sekali." ujar Bu Marlina yang baru melihatnya.
" Apa kabar Tante?, kenalkan nama saya Lina." Lina kemudian memberi tangannya untuk bersalaman Ibu Marlina menyambut nya dan mencium pipi Lina kanan kiri.
" Kabar baik, sayang, dan ini anak anak mu, Drie?"
" Iya Tante, Sakya Aileen Aldeen ayo salam dulu sama Omah dan Opah!"
" Wahh!, anak anak mu tampan tampan dan cantik." Ibu Marlina tersenyum pada ketiga anak Adrie dan Lina.
" Ayo sini, duduk sama Omah dan Opah ya!"
" Iya Omah Opah." seru mereka bertiga.
__ADS_1
Tiara dan Brata belum datang, mereka masih di perjalanan.