
Mobil pun sudah melaju jauh sepanjang jalan Abrey tidak banyak bicara hanya memasang wajah cemberut , entah lahh kenapa kakak ipar nya seperti itu tapi Lina tidak memusingkannya bagi Lina dia hanya fokus pada anak anaknya saja yang senang melihat pemandangan kota Bogor, mobil pun melewati daerah Istana Bogor Sakya sangat senangnya melihat banyaknya rusa rusa di hamparan rumput hijau dihalaman istana Bogor.
" Papahh..ada lusa (rusa)!"
" Iyaa bang Sakya..tuh liat rusa rusa nya besar besar yaa.."
" Wahhh..anyak sekaiii pah.."
Lina pun tersenyum melihat ekspresi muka lucu Sakya yang serius. Baby Ai pun bangun dari gendongan Lina dan menangis rengek minta di susui.
" Berisik sihh anak ini.." Ucap Abrey dengan ketus.
" Sudah biarin aja kak nama nya juga anak anak kok kakak gitu sihh.." Ucap Adrie.
Adrie pun mencuri pandang pada istrinya dari kaca spion dalam mobil dan Lina menangkap mata suaminya itu, di kaca Adrie pun tersenyum dan Lina pun membalas senyum Adrie, Adrie tau perasaan istrinya pasti sedih atas ucapan kakaknya.
Sampai lah mereka di rumah Tante viona yang besar rumah yang dengan style rumah tua namun sangat asri dan sejuk, mobil pun sudah masuk ke halaman yang luas tak lupa Adrie membunyikan klakson bertanda kalau mereka sudah sampai.
Tante viona segera keluar menyambut mereka datang.
" Ahhhh mereka sudah sampai, Bik yum.." Viona memanggil asisten rumah tangga.
" Iya buk...?"
" Buat kan minuman yaa!.. saya mau sambut mereka dulu."
" Baik bu!. Iyum membungkuk.
Abrey terlebih dulu turun dari mobil dan langsung memeluk Tante Viona sambil cipika cipiki Tante viona tampak bahagia melihat keponakan satu ini.
" Gimana kabar kamu sayang?"
" Abrey baik Tante.."
Adrie membuka pintu buat Lina istrinya, yang menggendong baby Ai dan Adrie pun menggendong Sakya. Sebelum turun Adrie berucap pada Lina.
" Jangan di ambil hati yaa sayang atas...ucapan kakak ku tadi..!"
" Iya bang tidak apa apa lagian..aku senang abang bisa ajak aku menemui saudara kamu yang lain.."
" Ya sudah ayo! kita temui Tante Viona dia sudah menunggu kita."
Tante viona sudah berdiri sambil merentangkan kedua tangannya untuk siap menyambut dan memeluk Adrie dan Lina.
" Halo Tante Viona apa kabar?" Ucap Adrie.
" Kabar baik sayang wahhh...kamu tambah gemuk yaa, pasti istri kamu mengurus kamu dengan baik."
" Selamat siang Tante." Lina mencium pipi Viona.
" Selamat siang sayang..wahh! cantik yaa istri kamu Drie.. anak mu ganteng lagi, siapa nama mu nak..?"
" Nama ku Sakya Omah.."
" Pintar sekali.. dekat omah sini!, Omah mau pipi kamu." Cuup.
" Drie ini anak mu yang kedua? uhh..cantik sekali, putih lagi kulitnya seperti mamanya."
" Trimaksih Tante..Tante sehat sehat saja..?"
__ADS_1
" Iya sayang...Tante baik baik saja."
" Ayoo masuk! Abrey Adrie Lina?" Sakya..Omah punya peliharaan burung di halaman belakang yuuk! mau liat gak sayang?"
Mereka berbincang bincang di kursi halaman belakang rumah karena tempat yang paling nyaman untuk ngobrol santai. Selama berbincang bincang, wajah Abrey tertuju pada Sakya yang sedang bermain dengan bermacam macam mainan. Tante Viona sengaja memberi banyak mainan, tapi Abrey nampak tidak senang dengan tingkah Sakya yang sudah mengacak acak mainan itu.
" Sakya jangan berantakan yaa! nanti kamu aku cubit kalau mainnya tidak tertib."
Seketika dada Lina sesak, dalam hatinya memang ada yang salah Sakya bermain mainan itu.
" Biar kan saja Abrey!.. namanya juga anak anak nanti bisa di rapihkan sama Bik Yum."
" Lihat! Sakya juga anteng kan brey?"
Ucap Tante viona, karena viona tahu sifat karakter keponakannya yang tidak suka berantakan dalam rumah.
" O iya...Bik Yum sudah siapkan makanan di meja sebaiknya kita makan saja dulu yaa!"
Selesai mereka bersantap obrolan mereka pun berlanjut hingga jam 5 sore Sakya pun sudah bangun dari tidur siangnya di kamar yang Tante vionah siapkan.
" Papa..ayo! kita ke moy( mal)." rengek Sakya.
" Iya sayang! sebentar lagi kita kesana yaa.."
" Sudah mau pulang Drie?"
" iya Tante..Adrie sudah janji pada Sakya untuk jalan ke mal di Bogor ini."
" Iya sudah..Sakya nanti main main lagi yaa! kerumah omah Viona."
" Iya omah..!"
Mereka sudah sampai di Bogor plaza membeli segala kebutuhan dapur dan belanja baju dan membeli mainan kesukaan Sakya dan Aileen.
Sedangkan Adrie mengajak Sakya ke area mainan anak anak sambil menunggu Lina dan Abrey berbelanja baju dan lainnya.
Saat Lina menuju kasir untuk membayar Abrey tampak tidak senang dengan Lina yang membayar semua barang belanjaan.
" Memang Adrie kemana?...kok elo yang bayar? kan uangnya Adek gue!"
Lina tampak bingung..
" Kakak belanja apa?.. sini, biar sekalian aku bayar!"
Abrey meletakan barang barang pilihannya ke sisi meja kasir.
"Bayarin nih!...kan pake uang adek gue, adek gue yang kerja kok!"
Tak ayal jadi perhatian kasir melihat sikap Abrey yang tidak pantas itu.
" Totalnya 5 juta 4 ratus 5 puluh yaa Bu..!"
Lina pun mengeluarkan kartu debit B * A nya dari dompet.
Namun kasir berbicara seolah olah sedang menyindir Abrey.
" Bahagia sekali rasanya kalau punya suami seperti ibu, di bandingkan saya yang bekerja karena suami saya belum mendapatkan pekerjaan maaf lho Bu..saya terharu saja lihat nya."
Kasir itu tersenyum pada Lina.
__ADS_1
" Suami bekerja untuk membahagiakan istri dan anak anaknya..karena rejeki suami rejeki istri anak Bu.. jadi uangnya suami, uangnya istri!..iyakan Buk!
Lina mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan kasir itu, setuju dengan sindirannya.
Abrey pun langsung diam..
" Ini struknya dan ini kartu debitnya! trimakasih sudah berbelanja.." Ucap kasir itu sopan
" Trimakasih yaa mba..!"
" Sama sama ibu.."
Esok hari nya seperti biasa Lina sudah menyiapkan perlengkapan dan bekal buat Adrie bekerja.
" Sayang aku berangkat kerja dulu yaa pak Nano sudah menunggu.."
" Iya bang hati hati di jalan yaa aku selalu doakan biar Abang sukses dan tidak ada masalah kerja nya.."
" Amin...!" Balas Adrie
" Abang Sakya papa berangkat kerja dulu yaa! cium papa dulu." cuup..jangan nakal yaa Nak!"
" Iya papa...!. Sakya pun ngeloyor masuk ke kamar melanjutkan mainan barunya yang di beli kemarin di Bogor.
Tiba tiba ponsel Adrie berdering dan melihat layar Evie memanggil.
Adrie pun agak menjauh dari Lina yang sedang memperhatikan Adrie menerima telpon.
" Iya..ketemu tempat biasa aja yaa..nanti aku kesitu.."
Lina pun sedikit mendengar percakapan Adrie ditelpon dengan kata kata lembut Adrie tidak seperti bicara dengan klien atau teman kerja nya. Perasaan Lina pun sedikit aneh dan curiga.
" Kenapa bicaranya seolah olah sedang janjian sama seseorang yaa?" * bathin Lina*
Telpon selesai Adrie pamit pada Lina, Lina masuk karena Adrie sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya dalam hati Lina hanya bisa mendoakan suaminya minta perlindungan kepada yang Maha kuasa dan mencoba untuk berpikir yang tidak tidak.
Sore ini Lina teringat janji untuk bertemu dengan teman arisannya..
setelah bersiap siap Lina masuk ke garasi untuk memberikan kenyamanan pada Sakya yang duduk di kursi belakang serta membawa perlengkapan anak anaknya.
Saat Lina sudah menghidupkan mesin mobil.
Abrey keluar dan berbicara pada Lina.
" Lina mau kemana..??"
" Mau pergi arisan kak..!"
" Lho kok elu bawa mobil Adrie..bukan pake taxi saja, nanti mobil Adrie rusak lagi"
" Hahh..! Lina pun di buat bingung lagi oleh ucapan ipanya.
" Adek gue Adrie cari duit buat beli mobil ini, elu enak aja tinggal pake.."
Lina pun berpikir sejenak untuk mencerna kata kata iparnya itu..dalam hati Lina ini tidak bisa di biarkan kalau aku diam saja dia semakin berkata kata yang tidak masuk akal. Lina membalas ucapan Abrey.
" Iya kak! kenapa kalau ini mobil Adrie? memang benar Adrie yang beli dengan uang nya..trus ada masalah kalau aku istri nya, memakai kendaraan suami ku sendiri..?"
ini hak aku dan anak anakku kak!..kakak tidak berhak mengatur segala urusan aku dan urusan rumah tangga aku!"
__ADS_1
Permisi kak!, aku sama anak anak pergi dulu.."
Balas Lina dengan tegas.