CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Pengakuan Sakya


__ADS_3

Buk Jum menuntun Lina menuruni tangga sangat hati hati karena Nyonya nya ingin menyusul Tuannya untuk sarapan, Devis memandangi Lina dengan rambut nya di cepol di atas kepala dan baju dress hamil terlihat muncul aura keibuan nya, sangat menarik dan seksi di mata Devis, Devis buru buru menghampiri Lina.


" Sayang sarapan dulu!, aku sudah membuatkan susu untuk mu."


" Terimakasih Dev sayang."


Devis kemudian menarik kursi untuk istrinya untuk duduk disamping nya. Devis sangat perhatian dan memanjakan Lina. Setelah keduanya duduk Lina kini yang melayani Devis di meja itu.


" Kau ingin sarapan apa?"


" Nasi goreng saja, sayang."


Lina kemudian tangan nya bergerak mengisi piring kosong dengan nasi goreng itu, di tambah irisan timun dan telur omelet juga krupuk. Gelas kosong pun Lina mengisi nya dengan air putih.


" Kau jangan terlalu banyak mengkonsumsi kopi, aku harus menjaga nutrisi mu, sayang."


" Iya sesekali tidak apa."


" Hari ini kau akan ke Indonesia, bukan?"


" Iya ada yang ingin kau pesan di sana?"


" Seperti nya disana sedang musim buah duku, duku Palembang saja."


" Baiklah!, tidak ingin buah Jambu B*l, Hem?" Devis tersenyum


Lina langsung tertawa lebar, bila ingat buah itu.


" Susah nyari nya tidak usah, sayang."


Lalu kemudian datang Sakya yang juga ikut menyusul Lina dan Devis untuk sarapan.


" Pagi Papa, Dev." Sakya kemudian menempati kursi yang masih kosong duduk disebelah Devis.


Anak anak Lina sudah mengganti nama Devis bukan lagi Uncle kini memanggil Devis, Papa Devis. Lina yang meminta pada ketiga anaknya, dan harus membiasakan memanggil Devis menggunakan kata Papa dan merekapun mau dan menurut atas perintah Mama mereka.


" Pagi anak tampan, hari ini kau ujian bukan?"


" Yeah Pap, aku sudah siap."

__ADS_1


" Kau ada kesulitan dengan belajar mu?"


" Yeah Pap, bahasa Belanda ku masih sangat jelek."


" Papa maklumi."


" Mungkin nanti aku akan meminta bantuan pada brother Bastian atau brother Sander untuk mengajari ku."


Tubuh Sakya kini semakin tinggi hampir mencapai tinggi badan Devis, anak itu sudah mulai terlihat ketampanan nya dengan kulit sawo matang tak ayal banyak gadis gadis Holland mengincar nya.


" Kau sudah punya pacar?"


Sakya terdiam sesaat seperti nya ia ingin berterus terang pada Devis.


" Belum, hanya saja ada gadis yang selalu mencari perhatian nya pada ku."


" Apa dia cantik?"


" She had a blue eyes, Pap?"


" Oh ya?" Devis penasaran


" Dia seperti boneka menurut ku."


" Naomi, dia gadis asal Inggris."


" Ajak dia bermain di sini."


" Tapi dia terlalu cerewet, Pap."


Devis dan Lina tertawa lebar, dengan pengakuan Sakya yang polos.


" Dia selalu mengikuti ku."


Kini Sander dan Bastian baru keluar dari kamar mereka, nampak mereka akan berangkat kuliah sambil membawa setumpuk buku buku tebal.


" Goedemorgen, Pah, Mah."


Bastian dan Sander langsung mengecup Mama tiri mereka. Sebelum akhir nya mereka duduk untuk sarapan.

__ADS_1


" Kalian sudah siap?, sebelum Papa berangkat ke kantor Papa akan mengantar kalian."


,


,


,


,


Devis sangat tergesa gesa untuk menemui Lina yang saat ini sedang menunggunya di rumah sakit ia akan menjalani operasi sesar, kedua nya memang sudah sepakat menentukan tanggal dan hari nya, Lina ingin Devis berada dekat nya saat mejalani operasi. Lina memang tidak mau lahir secara normal karena bila lahir normal di saat itu Devis pasti sedang ke luar negeri, ia takut di saat mulas dan pecah ketuban Devis jauh dari nya.


" Sayang apa kau menunggu terlalu lama?"


Devis begitu buka pintu kamar rawat inap. Lina sudah memakai baju pasien.


" Tidak suamiku, dokter masih sedang menjalani operasi pasien lain rupanya."


" Kau tegang?"


" Pasti sayang."


" Aku sudah di sini, relax oke!"


Devis kemudian memberi pelukan dan ciuman pada Lina seakan akan ia memberi dukungan dan kekuatan pada istrinya.


" Mommy mana?"


" Mommy belum datang."


" Kau sendiri?"


" Aku dengan Buk Jum."


Tak lama Buk Jum datang, membawa perlengkapan persalinan untuk Lina.


" O iya besok kan Bu Inah juga datang."


Devis tersenyum, Lina pasti ujung ujung nya mengajak Buk Inah.

__ADS_1


" Oke biar supir yang menjemput Buk Inah, sayang."


" Sakya Aileen dan Aldeen pasti sudah merindukan Buk Inah juga, sayang."


__ADS_2