
Freddy mulai menurunkan ciumannya ke leher Maria, bibir nya menghisap ia ingin membuat tanda merah di leher Maria, Freddy ingin memiliki Maria seutuh nya, tanda merah itu bagi Freddy adalah tanda bahwa wanita ini sekarang miliknya. Walau nanti akan ada aral dan rintangan, Freddy siap menerima konsekuensi nya, terutama Tuan Revanno. yang pasti akan menentang hubungannya dengan putri majikannya itu. Freddy akan mengikat Maria dahulu, agar ia tidak bisa berpaling lagi dan di miliki pria manapun. Ia sudah sangat sayang pada Maria dari awal pertemuan nya. Suka tidak suka orang tua Maria nanti, ia akan berjuang mempertahankan Maria untuk tetap jadi miliknya, Maria adalah wanita nya, yang akan dia buat bahagia.
Freddy sudah melucuti pakaian Maria dan tubuh keduanya kini sudah keadaan polos, Freddy akan memerawaninya, ia akan merenggut kesuciannya. Maria suka atau tidak bagi Freddy, Maria sudah menjadi milik nya.
" Sayang lihat aku! dan dengar kan aku baik baik!"
Maria menatap wajah Freddy, dan sial mendengar ucapan Freddy dan akal sehat Maria sudah hilang kini dirinya sudah pasrah.
" Aku mencintai mu, mulai malam ini kau jadi milik ku. Ini akan terasa sakit, kau gigit saja bahu ku. Sakit nya hanya sebentar." ucap Freddy lembut.
Mata Freddy sudah berkabut, ia harus membuat Maria nyaman dengan penyatuan nya. Freddy sudah melihat Maria masih perawan.
Maria siap dengan penyatuan Freddy, ia memang menginginkan Freddy hanya saja gengsi nya terlalu besar. Freddy mulai mendorong pinggulnya untuk menerobos keperawanan Maria, dengan sekali hentakan.
" Akhhh."
Maria meringis sakit pada bagian intimnya yang terasa di robek paksa oleh bagian keras Freddy yang besar. Buru buru Freddy memagut bibirnya. juga tangan Freddy meremas dada Maria. Ia sudah membenamkan miliknya kedalam intim Maria. Maria mengeluarkan air mata ia terisak menangis, Freddy menghapus air mata Maria.
" Peluk tubuh ku. kencang!" perintah Freddy.
__ADS_1
Pinggul Freddy ia tarik dan kembali mendorong kencang.
" Akhhh..Freddy!" Maria langsung menggigit bahu Freddy sampai gigi nya menancap di kulit bahu Freddy.
Maria kembali kesakitan, di bagian intim nya. Freddy menghentikan hentakan pinggul nya sesaat, terasa sangat sempit pada bagian intim Maria.
Hingga di detik berikutnya, Freddy kembali mendorong bagian keras nya, dan mulai memundur majukan pinggulnya ia mengambil tempo pelan lalu mulai mengambil tempo cepat. Maria kini mulai menikmati setiap hentakan pinggul Freddy, rasa sakit itu lama lama berangsur hilang di ganti kenikmatan tiada Tara.
Pukul 3 pagi Maria dan Freddy sudah selesai dengan penyatuannya. Freddy memeluk Maria yang membelakangi nya. Ada rasa penyesalan pada diri Maria kenapa bisa sampai terjadi hingga ia menyerahkan keperawanan nya pada Freddy, sang supir.
" Maria."
" Hem?"
Maria terdiam
" Aku akan bertanggung jawab, aku akan bilang pada orang tua untuk menikahi mu."
" Apa?" Maria membalikan tubuh nya menghadap Freddy.
__ADS_1
" Jangan Freddy!"
Freddy menautkan kedua alis nya.
" Kenapa?"
" itu tidak mungkin, karena aku akan menikah dengan pria yang akan di jodohkan oleh Ayah ku."
Membuat Freddy geram, dengan ucapan Maria.
" Siapa lelaki itu. Maria?"
Maria menggelengkan kepala, ia tidak akan memberitahukan pada Freddy. Namun Freddy sudah menebak pria yang akan di jodohkan untuk Maria pasti akan mundur.
" Lihat saja nanti!, pria itu akan menolak mu."
" Percaya diri sekali kau, Freddy." Maria melepaskan pelukan Freddy.
" Aku tidak mungkin menikah dengan mu, Freddy!, Karena status kita saja berbeda jauh. Kau hanya supir, bagaimana nanti tanggapan mereka kalau rekan bisnis Ayah ku, juga orang lain menikah dengan seorang supir?, akan jatuh harga diri ku, juga nama baik keluarga ku."
__ADS_1
" Hem, begitu?, Maria, Maria. Kau ini tidak akan lepas dari ku."
Kalau hanya status yang berbeda, Freddy akan menunjukan siapa dia sebenarnya dan dari kalangan mana asal keluarga Freddy. . Freddy masih menutupi identitas nya.