
😍Hai Readers..
Author ucapkan terima kasih untuk respon dari kalian baik likes dan comments. Author gak muluk muluk dapat banyak hadiah atau vote. Karena baru berjalan yang Author harapkan yang penting! bagi kalian pecinta novel masih terus mengikuti alur cerita ini. Author kerah kan semua ide karangan cerita setiap episode nya bagaimana supaya menarik cerita ini...😉
OK! Happy reading..jangan lupa bahagia, bahagia itu pilihan, pilihan untuk bisa bahagia anda sendiri yang menentukan. Menentukan mana yang bisa bikin anda bahagia dan mana yang tidak. Tidak bahagia? yaa ampun..masa hidup tidak bahagia. Kalau tidak bahagia anda tidak hidup💆. Hidup jangan di buat susah gaiss.😀
Waktu pun terus bergulir, bangunan ruko yang di bugar secara bertahap hampir selesai. Devis menginginkan biar Lina yang menentukan design interior ruko sesuai selera nya. Tak ayal mereka berdua selalu bertemu dua kali dalam seminggu, tentu nya memantau pekerja bangunan ruko untuk Lina.
Adrie sendiri masih terus menunggu hasil penyidik perkembangan tentang pencarian putri Pak Harry.
Polisi pun telah menyebarkan foto foto putri Pak Harry waktu berusia balita di internet maupun di media sosial.
Tiara
Di sore hari Tiara yang sedang santai di kamar menunggu Adrie datang. Tiara nampak serius mencari informasi di internet tentang design grafis sebagai bahan referensi untuk bisa dia kembangkan. Ibu jari nya masih asik menscroll bacaan bacaan di layar ponsel, hingga pada bagian bawah tulisan artikel ada sebuah iklan pencarian putri yang hilang.
Di iklan tersebut di beri keterangan judul dan kronologi kejadian waktu anak itu di culik dan juga di sertakan beberapa foto anak itu yang masih berusia dua tahun. Pada bagian bacaan tertulis, polisi sudah menangkap dua orang tersangka pelaku penculikan yang bernama Usman dan Jali. Polisi masih memburu orang yang telah mengadopsi anak itu secara ilegal. Dan pelaku juga sudah mengakui bahwa anak itu di berikan kepada Bapak Purnomo dan istri nya.
Saat membaca iklan itu, Tiara bergumam
" Kenapa nama Bapak itu sama seperti nama Papa ku?"
Tiara memperhatikan tanda lahir tahi lalat dan bercak kecoklatan yang letak tanda lahir itu sama persis di bagian pinggul Tiara.
" Ahh!, hanya kebetulan saja ada sedikit persamaan, tahi lalat itu?, mana mungkin sih!,
aku anak adopsi. Tapi kalau di hitung umur anak itu sampai sudah dewasa sama dengan seusia ku, dong!"
Ada kesombongan juga pada diri Tiara.
" lagian kalau sampai aku ini anak adopsi, yaa...aku tidak menyesal!, Malah aku senang hidup ku selalu berkelebihan, Papa ku seorang pejabat tinggi, yang pasti tidak ada apa apa nya orang itu bandingkan dengan Papa ku."
Devis Lina sedang berbicara pada tukang bangunan.
" Tuan di lantai satu sudah selesai di cat dinding nya."
" Ohh baik saya mau lihat hasil nya."
Devis kemudian bicara pada Lina.
" Sayang ayo!, kita lihat di lantai satu."
" Oke!"
__ADS_1
Devis melangkah sambil tangan nya merangkul pundak Lina menuju lantai atas.
" Cat dinding warna pilihan mu sangat bagus."
" Iya aku suka warna nya, jadi terlihat lebih terang saja."
" Iya benar, lalu kapan kau akan memulai nya?"
" Eum..sebenarnya rencana ku ini...sudah aku bicara kan pada Adrie."
" Lalu?"
" Dia tidak menyetujui..aku punya usaha lain, Dev!, karena alasan nya nanti aku akan bertambah sibuk."
" Lalu apa yang akan kau lakukan?, mengembangkan suatu usaha itu kan bagus. yang nanti nya kelak untuk anak anak mu juga, sayang!"
" Iya benar!, aku ingin anak anak ku harus mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan mereka nanti. Untuk itu aku harus menabung buat mereka."
" Kau sangat bagus punya pemikiran untuk kedepan, jadi bagaimana?"
" Tetap aku akan buka usaha ini."
Devis tersenyum bangga dengan Lina. Mereka berdua berpelukan. Devis hanya menyesal kan pada Adrie saja, kenapa wanita seperti Lina harus di sakiti, dan di duakan.
Malam ini Lina sudah tahu Adrie tidak pulang
Lina sedang serius dengan angka angka di buku besar dan jari lentik nya dengan lincah menekan tuts kalkulator yang sudah hapal letak letak nya tanpa di lihat. Mata nya hanya tertuju pada kertas penjumlahan antara pemasukan dan pengeluaran.
Setelah selesai memeriksa nya. Lina mengganti baju dengan gaun busana tidur, ia ingin cepat cepat merebahkan tubuh nya karena sudah lelah. Tapi malah ponsel nya berdering Lina berharap itu panggilan dari suami nya. Ternyata bukan!, panggilan video call itu dari Devis.
Baru ini Devis meminta panggilan video call pada Lina.
" Halo Dev."
Nampak wajah Devis tersenyum.
" Halo sayang, kau sudah mau tidur?'
" Ya tentu saja, tapi kalau kau ingin bicara aku menunda nya, Dev." Lina membalas senyum pada Devis.
Nampak pada layar Devis memakai bathrobe dengan rambut nya yang basah. Ia baru selesai mandi.
" Aku baru selesai mandi."
" Kau mandi terlalu malam, Dev. Kau bisa flu nanti."
__ADS_1
Devis senang Lina mengkhawatirkan nya.
" Besok aku ingin mengajak mu."
" Kemana?"
" Ketempat restoran baru ku, kau mau kan?"
" Baik lah."
" Ya sudah, aku akan menelpon mu besok. Selamat tidur, sayang."
Adrie baru tiba pukul 10 malam. Tiara belum tertidur karena menunggu Adrie.
" Kau baru pulang?"
" Iya Ra, tadi aku rapat dulu."
" Kau ingin makan?"
" Iya tolong siapkan untuk ku!'
Tiara sudah menghidangkan makan untuk Adrie yaitu steak. Tiara tahu kesukaan Adrie namun saat mulai menyantap nya. Adrie buru buru melepeh nya.
" Kenapa?, tidak enak yaa?"
Tiara memang tidak memakan daging Ia lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur. Pada saat membuat steak Tiara memang tidak mencoba nya. Melihat steak Tiara sudah malas, padahal Tiara memasak nya sesuai petunjuk di aplikasi.
" Coba kau rasa?"
Tiara pun mau tidak mau mencoba rasa steak itu. Dan sama ia lepeh kan.
" Emm..wuek kok rasa nya seperti ini..maaf yaa, Drie. Tadi waktu membuat nya aku memang tidak mencoba sebelum nya."
Alhasil steak itu Tiara buang ke tempat sampah.
" Tidak apa sayang, biar aku membuat nasi goreng saja."
Adrie beranjak dan membuka lemari es dan mengeluarkan sayur telur cabai bawang putih juga mengeluarkan margarin di dalam lemari dapur. Tiara membantu Adrie memotong irisan cabe dan sayur.
Selesai membuat nasi goreng. Adrie ingin membagi nya menjadi dua piring. Namun Tiara menolak ia takut tambah berat badan nya makan di malam hari. Tiara sangat menjaga tubuh nya agar tetap langsing.
" Kau mau?, aku akan bagi menjadi dua piring saja."
" Tidak Drie, nanti barat badan ku malah bertambah."
__ADS_1
Adrie teringat pada istri nya, Lina selalu menemani Adrie makan dan bila membuat nasi goreng di malam hari Lina ikut makan bersamanya. Tapi Adrie melihat tubuh Lina tidak berubah tetap langsing.