CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Bertemu mantan


__ADS_3

Adrie dan Lina berjabat Tangan dengan Kepala Sekolah secara bergantian . Mereka sudah menyelesaikan administrasi pendaftaran sekolah TK dan PAUD untuk Sakya dan Aileen.


" Trimakasih Bapak Ibu sudah menghantar anak anak nya untuk daftar di Sekolah ini, saya dan para pengajar akan menjaga dan mengajarkan anak Bapak Ibu dengan baik tentunya." Ucap nya ramah.


" Sama sama Bu".


" Mari Bapak Ibu saya antar !"


Sampai depan pintu ruangan Kepala Sekolah, Sakya dan Aileen masih asyik bermain ayunan dan perosotan yang di temani oleh satu orang pengajar, mereka tampak gembira.


Karena Orang tua mereka sudah keluar dari ruangan, Sakya dan Aileen menghampiri mereka.


" Sudah main main nya nak ?" ucap Lina lembut


" Sakya Aileen mulai minggu depan sudah boleh sekolah ya, Ibu tunggu !"


Sakya dan Aileen liat liatan dari binar mata kedua anak itu terpancar kebahagiaan.Tidak sabar rasa nya mereka menunggu inggu depan masuk sekolah.


"Ayo Sakya Aileen Salim dulu sama Ibu Guru !"


Ujar Adrie.


" Kalau sudah sekolah Papa sama Mama yang akan mengantar kan kalian."


" Jadi aku sama dek Aileen sudah masuk sekolah ya pah..?"


" Yup benar sekali." Kepala sekolah itu mengacung kan jempol kanannya.


" Baik Bu kami permisi dulu, trimakasih."


Lanjut Lina.


" Iya sama sama Bapak Ibu ." Dibalas nya dengan membungkuk kan badan.


Lina dan Adrie sambil menggandeng anak anak nya berjalan beriringan keluar dari gedung sekolah.


Didalam mobil Adrie menawarkan perjalanan selanjut nya.


" Mm..Sekarang kita mau kemana sayang ?"


Lina melihat jam tangan.


" Ini masih jam 10 pagi.."


" Kita ajak anak anak main ke mal yaa..!"


" Horeee kita jalan ke mal ." Ucap Aileen dengan girang nya.


Adrie dan Lina tersenyum.


Mobil mereka sudah di pelataran parkiran mal untuk makan di sebuah restoran sea food. Lina sangat tau kegemaran anak anak nya itu. Mereka pun menuju meja yang masih kosong untuk di tempati lalu memesan makanan


Aileen ingin makan udang tepung sambil menunjuk nunjuk tangan nya kearah makanan yang baru di letakan oleh pelayan , dengan tidak sengaja Ia menyenggol gelas minuman es jeruk yang terisi penuh di samping Adrie hingga tumpah, lengan kemeja Adrie pun jadi basah .


" Yaah tumpah deh ." Ucap Aileen tangannya yang mungil mengkibas kibas kan roknya agar tidak basah sampai dudukannya.


" Sudah sayang tidak apa apa..biar papa pesan lagi es jeruk nya.."


" Rok aku jadi basah mah !"


" Mama bawa salinan baju Aileen..., Kemari Nak ! , biar mama ganti roknya sudah basah.."


" Biar aku saja sayang!, aku juga mau ke washtafel tangan ku juga lengket."


Adrie kemudian membawa Aileen ke tempat cuci tangan di restoran itu sambil. Membersihkan lengan nya dari tumpahan es jeruk agar tidak lengket dan sekaligus mengganti rok Aileen yang basah.


Namun saat Adrie menghadap ke cermin Ia menangkap sosok wanita dari pantulan kaca seperti nya mengenali dengan perempuan itu.


Adrie membalik kan badan menatap lekat pada sosok yang masih membelakangi nya , wajah nya sedikit menunduk pada kran air yang mengalir.


Iya sedikit ragu untuk menegurnya , penasaran Adrie mulai mendekat dengan jarak 1 meter di sisi kanan perempuan itu .


" Tiara..."


Perempuan itu menoleh ke kanan, melihat siapa yang memanggil nya.


Tiara menegaskan matanya ke wajah Adrie


" Adrie..kamu Adrie kan ?"


Adrie mengangguk anggukan Kepala berusaha meyakin kanTiara.


" Iya Tiara, ini aku Adrie teman sekolah mu."


Mereka saling pandang pandangan seolah rasa tak percaya bisa bertemu kembali.


" Apa kabar kamu Tiara..?"


wanita itu sedikit gugup.


" Ba baik Adrie.."


Tiara ingin bersalaman namun ia mengeringkan kedua telapak tangan nya dulu dengan tisu toilet.


Masing masing melangkah maju untuk bersalaman. Tatapan wajah kedua nya mengekspresikan bahagia sampai belum melepaskan jabatan tangan kedua nya. Adrie dan Tiara seperti menghilang tak pernah ada kabar sama sekali di antara mereka.


Sadar akan tangan mereka yang masih saja berjabatan, mereka pun melepaskan nya.


" Ohh..mm Maaf Drie !"


" Oh..ee Iya yaa !"


Mereka kembali gugup.


" Drie..rasa nya aku tidak percaya kita bisa ketemu lagi."


" Aku kagum melihat perubahan kamu Drie.. sampai sampai aku tidak mengenali kamu sama sekali, kalau saja kamu tidak memangil ku tadi."


" Aku masih mengenali kamu, walau dari balik badan kamu kok !"


Kekaguman mereka masing masing hanya bisa diungkapkan dalam hati.


" Kamu ganteng sekali Drie.."


" Makin cantik saja kamu Tiara."


Tatapan mereka terputus tak kala Aileen mengguncangkan tangan Adrie.


" Papah..ayo!, kita kembali ke meja"


Tatapan Tiara beralih pada gadis kecil yang imut mengemaskan karena gadis kecil itu menyebut Adrie ' Papa '


" Ini anak mu Drie ?"


" Iya Tiara ."

__ADS_1


Tiara membungkukkan badannya sedikit dan menghadap Aileen.


" Sayang nama kamu siapa..? ucap Tiara dengan lembut.


" Aileen tante."


" Aku Tiara panggil saja Tante Tiara."


Tiara mengajak gadis kecil itu salaman.


dan disambut Aileen agak ragu.


" Aku teman papa kamu sewaktu di sekolah dulu ."


Aileen yang belum lepas dari genggaman tangan Adrie, menatap Tiara sedikit tidak suka pada wanita yang mengaku teman papa nya itu.


Karena Aileen diam saja, Tiara kembali menghadap Adrie.


" Tiara maaf aku harus kembali, Istri ku dan anak ku takut nya sudah menunggu lama."


" Baik lah Drie...emm sebelumnya bisa kah kita bertukar nomor telpon?"


Adrie mengangguk.


" Mana ponsel mu biar aku ketik nomor ku."


Tiara mengambil ponselnya didalam tas kemudian diberikan ke Adrie .


" Ini nomor ku, simpanlah !"


" Trimakasih Drie."


" Aku kembali dulu."


Tiara mengangguk senyum .


Adrie dan Aileen berjalan sampai membelakangi Tiara yang masih berdiri menatap punggung Adrie sampai di kejauhan.


Kemudian Tiara kembali kemeja bersama sama ketiga temannya.


" Maaf sayang aku sedikit lama sama Aileen.."


" Tidak apa apa.. ayo makan lah !"


Keluarga kecil itu menikmati hidangan yang sudah komplit di meja.


Lina menyuapi Aileen, sedangkan Sakya yang sudah mandiri tidak mau di suapi oleh Lina.


Namun saat sedang menikmati hidangan , mata Adrie menangkap Tiara sedang berjalan menuju pintu keluar bersama ketiga teman nya.


Entah bagaimana tiba tiba Tiara menoleh Ke Adrie yang masih melihat Tiara. Sebelum melewati pintu Tiara berhenti sebentar lalu, tersenyum sambil melambaikan tangannya ke Adrie .


Adrie pun tersenyum dan menganggukkan kepala.


Sore di kantor gudang pusat. Adrie meninggalkan ruangan kerja hendak memonitor anak buahnya. Ia berkeliling mulai dari belakang sampai depan gudang. Pada saat di bagian packingan ponsel Adrie berdering.


Di layar ponsel itu ada panggilan dari Tiara. Ia nampak senyum dan sedikit tak percaya kalau Tiara menghubunginya. Padahal sebelumnya Adrie berfikir Tiara belum tentu akan menelpon.


Adrie menjauh pergi sementara masuk keruangan dan duduk. Telunjuk Adrie mulai menggeser gambar gagang telpon warna hijau untuk menjawab.


" Halo..


" Halo Drie..Apa kabar ?"


" Aku baik baik saja Ra."


" Iyaa Ra !"


" Boleh kah aku bertemu dengan mu?"


Adrie ragu menjawab sebenarnya ia merindukan Tiara dan ingin bertemu, namun Ia teringat istrinya.


" Halo Drie !


" Baik lah!, besok kita bisa ketemu. Tunggu aku selepas pulang dari kantor!"


" Aku akan menghubungi mu lagi besok siang."


Tiara senang Adrie tidak menolak untuk bertemu.


" Oke Aku tunggu kamu besok!"


Telpon pun ditutup. Adrie terdiam teringat masa lalu nya bersama Tiara waktu mereka masih di bangku SMA.


Tiara adalah cinta pertamanya Adrie mereka pernah pacaran hingga lulus sekolah. Tapi karena orang tua Tiara ingin menguliahkannya ke luar negeri, Adrie dan Tiara putus hubungan.


Adrie sudah keluar dari area bandara, sambil menunggu bus damri, jari telunjuk kanannya membuka pola L pada layar smartphone untuk menelpon Tiara.


Ia sentuh aplikasi WhatsApp mencari daftar panggilan pada telpon masuk nama Tiara masih di daftar urutan kedua, dengan mudah ia sentuh memanggil.


Layar hijau dengan nama Tiara itu bertuliskan berdering yang artinya terhubung oleh si penerima.


Ponsel itu didekatkan ke telinga Adrie. hanya 2 kali nada. Tiara sudah menjawab.


" Halo Adrie. !


" Halo Ra..aku sudah pulang kantor. kita mau bertemu dimana?"


Tiara : " ......... ..... ........ .........."


" Oke baik kita bertemu di Cafe"


Telpon di tutup. Namun Adrie memutuskan untuk tidak naik bis damri, ia memilih lebih baik naik taxi saja.


" Pak ke Jalan Kemang Cafe Ox**** !"


Supir taxi itu mengangguk.


" Baik Pak ."


Karena perjalanan membutuhkan waktu 45 menit, AC di dalam mobil cukup dingin membuat Adrie mengantuk dan tertidur.


Taxi sudah membawa Adrie daerah Kemang, terbangun matanya melihat ke kanan jendela mobil.


"Kita sudah di jalan kemang ya Pak supir ?"


" Iya Pak."


Adrie melihat arloji nya yang melingkar di tangan kiri Jam menunjukan angka 2 lebih 10 menit. Hati Adrie mulai deg degan sekaligus tidak enak takut Tiara sudah menunggu lama.


Taxi sudah sampai di depan Cafe.


Adrie bergegas masuk kedalam, matanya mengedar ke meja meja hingga menangkap seorang sedang melambaikan tangan. Ia menebak itu pasti Tiara yang sedang duduk menunggu nya.


" Maaf sudah menunggu ku lama."

__ADS_1


Adrie kemudian menarik kursi dan duduk, sedikit membenar kan posisi duduknya agar terasa nyaman dan santai.


" Tidak Apa Drie, aku juga baru sampai 10 menit yang lalu."


" Kamu sudah pesan minuman? "


" Belum, aku nunggu kamu."


Adrie mengangguk kemudian memanggil Pelayan.


" Biar aku saja yang pesan !"


Pelayan itu menyodorkan daftar menu mereka memilih makanan yang sama dan minuman Jus buah.


" Drie trimakasih lho!, kamu sudah meluangkan waktu mu untuk bertemu dengan ku."


" Aku tidak keberatan sama sekali Ra, bagi ku ini kesempatan bisa ketemu dengan mu."


Senyum wajah Tiara mengembang.


"Trimakasih Drie !"


" Maaf Ra, selama ini kehidupan kamu bagaimana "?


Adrie menanyakan karna semenjak Lulus SMA yang Adrie tau Tiara melanjutkan kuliahnya di luar negri sejak saat itu Adrie tidak tahu lagi kabar selanjutnya hingga waktu mempertemukan mereka kembali.


Tiara mulai bercerita masa lalunya.


" Lulus kuliah, aku bekerja Drie, kemudian aku menikah karena di jodohkan oleh orang tua ku."


" Namun...." . Tiara diam sebentar menarik nafas berat lalu di hembusnya pelan. Wajahnya terlihat mulai sedih.


" Kami berpisah, pernikahan kami hanya bertahan 5 tahun."


Adrie menatap wajah Tiara manik matanya menyampaikan kesedihan yang dalam.


" Mantan suami ku berselingkuh dengan sepupuku, walau hati ku sakit tapi aku sudah memaafkannya."


" Agar kami menyatu kembali, tapi sayang nya..., dia lebih memilih sepupu ku."


" Meraka pun menikah dan sudah punya anak."


" Tapi aku tidak mau lama lama larut dalam kesedihan, aku sudah merelakan mereka hidup bahagia !"


" Aku pergi ke kota lain untuk menenangkan diriku dengan bekerja."


" Sampai sekarang aku belum kembali untuk pulang."


Adrie yang masih diam mendengarkan cerita Tiara, matanya beralih pada pelayan yang datang mengantarkan makanan dan minuman yang mereka pesan.


Badan Adrie menempel sisi meja ia mundurkan karna pelayan itu meletakan sepiring steak dan minuman jus di meja.


Setelah pelayan itu pergi, Tiara dan Adrie melanjutkan obrolan mereka.


" Kamu bekerja di mana Ra?"


" Aku bekerja sebagai Design Grafis Drie..,


sesuai cita cita ku dulu."


Adrie tersenyum bangga mendengar pekerjaan Tiara yang berhasil menjadi seorang designer.


" Kalau kamu bekerja di mana Drie ?" Tiara balik bertanya.


Namun Adrie menunda dulu pertanyaan Tiara.


" Sebaiknya kita makan saja dulu Ra!, nanti steak nya keburu dingin."


" O iya, kita makan dulu."


Mereka masing masing memegang pisau kecil dan garpu.


Tangan mereka bergerak memotong irisan steak, namun mata Tiara menatap Adrie sebentar bibir tipis nya melengkung sedikit membentuk sebuah senyuman.


" Kamu belum jawab pertanyaan ku Drie?"


Adrie menjawab sambil mengunyah.


" Aku bekerja di Cargo werehouse bandara udara Ra."


Tiara mengangguk pelan.


" Pekerjaan ku ini sebenarnya tidak nyambung dengan kuliahku, jurusan informatika komputer."


Adrie sedikit tertawa


" Itu lah hidup Drie, apa yang kita inginkan tapi malah tidak sesuai dengan ekspektasi."


" Dulu aku berharap bisa hidup bahagia bersama mantan suami ku, tapi ternyata tidak"


aku malah meninggalkan kamu dan memilih dia."


Adrie seketika diam menatap Tiara dan tersenyum.


Tangannya memegang gelas jus lemon ice kemudian meminumnya.


" Maafkan aku Drie!"


" Maaf untuk apa Ra?"


" Meninggalkan mu."


" Itu sudah masa lalu Ra, tidak bisa di putar kembali."


" Iya...," Tiara menyunggingkan senyumnya.


" Dan aku menyesalinya Drie."


Setelah bersantap mereka masih melanjutkan perbincangan mereka sebentar.


" O iya Drie....Tiara melihat jam tangannya sebentar. " Ini sudah jam 4 sore."


" Memangnya kamu mau kemana ?"


" Aku ada janji mau bertemu dengan klien."


" Baik lah!"


"Trimakasih untuk pertemuan kita walau sebentar tapi aku bahagia." Ucap Tiara.


" Memangnya kita... tidak bisa bertemu lagi?"


Tiara tidak menyangka dengan ucapan Adrie ingin bertemu lagi dengannya.


" Baik lah!, nanti kita berkabar lagi saja."

__ADS_1


Adrie tersenyum.


__ADS_2