
Pagi hari Lina siap berangkat ke tempat kantor almarhum suami nya dulu bekerja. Ia memakai stelan baju yang di belinya kemarin sore dari wanita pedagang itu . Baju itu terlihat sangat cocok dipakai oleh Lina, bahkan baju yang Lina pakai terlihat mahal.
Perjalanan dari rumah ke kantor Tiara memakan waktu satu jam, karena agak macet Lina hampir terlambat Ia tidak mau Tiara lama menunggu nya maklum saja Tiara pun juga sibuk. Sampai di kantor Tiara, Lina memarkirkan mobil nya namun saat mobil nya masuk karena terburu buru, pandangan Lina tidak perhatikan lagi jarak antara mobilnya dengan mobil BMW itu. Tidak sengaja Lina menyenggol mobil BMW keluaran terbaru itu hingga terdengar suara benturan.
DUG
Terasa pada Lina mobil nya menyenggol pada bagian sisi belakang mobil BMW itu
" Aduhh, mobil gue nyenggol mobil orang lagi bisa berabe nih!" gumam nya pelan.
Lina segera keluar ingin melihat kondisi badan mobil. Mobil Lina lecet tapi mobil BMW itu sedikit penyok. Tidak di sangka pemilik mobil itu keluar sama sama ingin melihat kondisi mobil nya.
" Eumm..ma- maaf saya tidak sengaja menyenggol mobil anda karena saya tadi sedang terburu buru." Lina takut pemilik nya akan marah pada nya.
" Nanti saya ganti, saya masuk dulu!, setelah ini kita bicara kan berapa biaya kerugiannya."
Pria itu melepas kaca mata hitam nya dan menatap Lina sangat dingin, Lina semakin takut pada pria itu.
" Mobil ini kau ganti kerugiannya tidak akan cukup dengan gaji kamu, Nona."
Pria itu berfikir Lina adalah pegawai kantor di perusahaan ipar nya.
" Maaf biar saya cicil bagaimana,Tuan? dan saya bukan karyawan sini. Saya tidak bekerja di kantor ini. Tuan."
" Oh kalau begitu mobil Nona saya tahan di sini, berikan kunci nya pada saya!"
" Hah?, tapi nanti saya pulang bagaimana, Tuan?"
" Itu bukan urusan saya, Nona."
Pria itu pergi setelah mengambil kunci mobil Lina. Lina tidak bisa mengejar pria itu, karena ia harus segera menemui Tiara. Masalah mobil nya di tahan nanti ia akan bicara pada Tiara.
" Selamat siang saya mau bertemu dengan ibu Tiara. Saya sudah ada janji dengan nya.
" Oh Ibu Lina ya, mari ikut saya, Ibu Tiara sudah menunggu."
__ADS_1
" Terima kasih."
Lina mengikuti wanita yang bekerja di bagian FO, sampai di depan pintu ruangan Pak Harry. wanita bernama Yuni dibaca oleh Lina terdapat namanya di dada sebelah kiri oleh Lina.
TOK TOK
" Selamat siang Bu Tiara, Ibu Lina sudah datang, silahkan masuk Bu lIna!"
" Trimakasih Mba Yuni."
" Sama sama Ibu."
Tiara langsung menyambut kedatangan Lina,.ia memeluk Lina dengan hangat.
" Apa kabar Lina?"
" Baik Kak."
" Ayo masuk!"
" Hah?, bukan kah itu pria yang tadi." Lina bicara dalam hati.
" Apa kabar Lina?" ucap Pak Harry Ayah kandung Tiara ia berdiri menyambut Lina.
" Baik baik saja, Om Harry."
Begitu pun juga Brata, ia berdiri memberi tangan pada Lina. Brata sudah ketiga kali ini dia bertemu dengan Lina lagi.
" Apa kabar kamu Lina?"
" Baik Kak Brata."
" Anak anak sehat semua."
" Sehat sehat saja, Kak."
__ADS_1
" Syukurlah kalau begitu."
" O iya Lina kenalkan ini Diego Mussaffer adik suami saya, Adik ipar kenalkan ini Lina istri almarhum Adrie!"
" Oh." Diego menatap Lina dari atas sampai bawah.
" Diego."
" Lina."
Saat Lina bersalaman dengan Diego Lina merasa tangan Diego menggenggam nya kencang. Lina merasa tatapan Diego tidak nyaman hingga Lina menunduk tidak berani melihat wajahnya yang dingin.
Melihat Diego masih saja menggenggam tangan Lina. Tiara pun heran melihat kedua nya Diego menatap Lina dingin sedang kan Lina hanya menunduk. Tiara pun berdehem.
" Ehemm, adik ipar apa kau ingin tamu saya berdiri terus?"
" Eugh." Diego memutuskan pandangan nya pada Lina, ia menoleh pada Tiara.
" Maaf."
" Kau membuat nya takut. Diego!, lihat Lina hanya menunduk saja. Lina ayo silahkan duduk!"
" Euh iya Kak terimakasih."
Namun berselang waktu Brata dan Diego pamit pada Pak Harry dan Tiara.
" Pah Brata pergi dulu."
" Iya Brata."
" Ayo Diego kita kekantor!"
Dua pria gagah itu melangkah dan keluar dari kantor Pak Harry.
Diego adalah adik kandung Brata yang baru dua Minggu tiba di Indonesia ia dan Kakak nya sama sama meneruskan perusahaan almarhum Ayah nya. Hanya saja perusahaan Diego berada di negara Turki. Ia datang ke Indonesia ingin mengunjungi Kakak nya dan Ibu nya Diego sudah pernah menikah namun gagal karena ia tertangkap sedang selingkuh oleh istrinya hingga istrinya tidak tahan lagi dengan kelakuan Diego yang suka main perempuan. Diego sendiri belum mempunyai anak dari mantan istri nya.
__ADS_1