CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Hampir 4 Minggu


__ADS_3

Lina dan Devis kini sudah membawa pulang baby Hasya, Lina sedang menyusuinya, Laura, Derick,Bastian, Sander, Sakya, Aileen dan Aldeen menjemput adik perempuan mereka dari rumah sakit. Devis sendiri masih enggan untuk bekerja ia masih ingin dekat dekat dengan baby Hasya, Ia sudah meminta pada sekretarisnya agar di handel dahulu selama satu Minggu.


Laura dan Derick masih menginap di kediaman Devis beberapa hari, kedua ya memang sangat bahagia dengan kehadiran cucu perempuan mereka.


Setelah Lina selesai menyusui baby Hasya,


Aileen dan Aldeen masih terus dekat dengan ibu nya. Aileen dan Aldeen menciumi adik mereka. Sedangkan Bastian dan Sander juga Sakya senang melihat adik perempuan mereka terutama Sander dan Bastian. Bayi itu dikerumuni oleh kakak kakak nya.


" Pah."


" Iya Sander."


" Bolehkah kami, tidak kembali pada mess kami?"


" Kenapa memang nya kalian berdua?" Devis tersenyum.


" Kami berdua akan merindukan Hasya, aku tidak mau jauh jauh dari nya."


" Baiklah kalian Papa ijinkan, hanya satu Minggu saja."


" Oughh.." Bastian merengek.


Sakya pun masih menatap adik mungilnya, yang masih digendongan Mamanya.

__ADS_1


" Mam."


" Iya Abang Sakya."


" Dia seperti boneka hidup."


" Iya kau benar Sakya." seru Sander


Devis dan Lina tersenyum, Kakak kakak laki laki Hasya rupanya sangat menyayangi adiknya.


Lalu kemudian Aldeen mendekati Devis yang berdiri di sisi Lina.


" Mam..aku akan cemburu, Mama tidak akan sayang lagi pada Aldeen." ucapnya sambil cemberut.


" Aldeen kamu tetap Papa Dev dan Mama sayang." Devis kemudian mengecup pipi Aldeen, lalu Devis memangku Aldeen.


Satu Minggu Devis sudah selesai berdiam di rumah, Ia harus kembali bekerja saat ini Ia dan sekretaris Johan akan terbang ke Korea. Devis sangat enggan untuk berada jauh jauh dari Lina dan Anak anak nya. terutama Baby Hasya. Bastian dan Sander pun sudah kembali ke mess mereka, Sakya Aileen dan Aldeen sudah berangkat ke sekolah.


Baby Hasya tertidur, maklum bayi masih merah itu banyak jam tidur nya. Lina sedang menyiapkan baju kemeja Devis juga perlengkapan suaminya yang akan terbang ke Korea selama 5 hari. Lina sudah menyiapkan kemeja pilihan nya. Lina tidak pusing warna kemeja apa yang akan dipakai Devis, karena Devis sendiri mempunyai kulit yang putih, warna apapun cocok saja hanya Devis tidak memakai dasi dan jas. Devis memang tergolong santai dengan busana kerjanya, Ia akan memakai jas dan dasi di saat ada pertemuan atau undangan para investor Devis. Beda dulu dengan almarhum Adrie, Lina harus mencocokan warna kemeja dengan warna kulit almarhum Adrie yang sawo matang.


Devis selesai mandi seperti biasa jenggot dan kumis Devis sudah tebal, Lina sedang mencukur jenggot dan kumis Devis, Devis sendiri masih memakai bathrobe. Lina duduk di meja washtofel dengan posisi membelakangi cermin, tubuhnya berhadapan dengan tubuh Devis. Kedua tangan Devis merangkul pinggang Lina.


" Kau harus tampil bersih, saat bertemu dengan klien kamu, sayang." ucap Lina sambil tangannya membubuhkan foam pada pipi rahang dan dagu sampai leher Devis untuk di cukur.

__ADS_1


" Hemm.." Devis hanya mengangguk.


Lina sangat telaten dan lembut mencukuri kumis dan jenggot Devis. Devis matanya hanya terpana pada belahan dada Lina yang semakin membesar karena asi. Devis teringat sudah hampir 3 Minggu Devis belum mencumbu Lina, kalau di tambah keberangkatan nya ke Korea selama 5 hari sama saja 4 Minggu jadi nya.


Selesai membersih kan kumis dan jenggot Devis, lalu tiba tiba Devis keluar dan mengunci pintu kamar dan kamar mandi. Lina yang masih duduk di meja washtofel ingin turun dia ingin meletakan alat cukur pada tempat nya namun Devis buru buru mencegahnya.


" Jangan turun, tetap di situ!"


" Eugh?"


" Kita bercinta dulu ya!, mumpung Hasya masih tidur."


😍😍☠️☠️ warning 21+ yang masih bocil di kondisikan.


Devis langsung memagut bibir Lina, kedua tangan Devis menarik leher Lina menekan bibir nya agar lebih dalam pagutan nya, Devis sangat bergairah, tangan nya meloloskan pakaian Lina, sedangkan Lina melepaskan bathrobe Devis kini kedua nya sudah polos. Devis kemudian merebahkan Lina pada dinding cermin, lidah nya langsung menjilati pucuk pucuk dada Lina. Lina mulai mendesah, merasakan ciuman Devis dari dada sampai perut Lina, kedua kaki Lina dilebarkan Devis ingin mencumbui bagian lembah Lina yang sudah terlihat basah.


Lina mengerang, lidah Devis bermain main di situ satu tangan nya memegang kepala Devis tangan satu nya lagi menopang tubuhnya.


" Aaahhhh..suami ku." aku ingin keluar..eeuuhh."


" Keluarkan sayang!"


Cairan Lina Devis telan sampai habis, Lina dan Devis memang sangat menikmati nya Lina pun sangat tidak tahan bagian lembah nya sangat menggelitik ada rasa gatal nikmat yang lama sudah hampir 3 Minggu Devis belum memasukan nya.

__ADS_1


__ADS_2