
Adrie baru tiba pukul 2 pagi, pertemuan nya dengan Tiara sepulang bekerja sangat menguras tenaga, Adrie menggunakan waktu bertemu Tiara hanya bisa di saat jam pulang kantor saja, bagi Adrie sudah cukup namun tidak bagi Tiara. Tiara kadang suka meminta waktu nya di saat Adrie ada jadwal libur, tentu saja Adrie tidak bisa memenuhi permintaan kekasih gelap nya itu. Jadwal libur harus bersama istri dan anak anak nya
Saat Adrie masuk kamar ia melihat istri nya belum tidur. Adrie selalu beralasan pulang telat karna urusan pekerjaan ia berbohong pada istrinya yang terlalu percaya padanya. Karna alasan itu Adrie meminta istri nya tak perlu menunggunya pulang, namun saat ini Lina mempertanyakan nya.
" Kamu belum tidur?"
" Bagaimana aku bisa tidur, kalau abang pulang selarut ini.
" Abang sudah bilang, jangan tunggu abang."
Lina menghela nafas dengan ucapan suami nya yang sudah berkali kali mengatakan hal itu untuk jangan menunggu nya.
" Bang...bagaimana pun kalau suami belum tiba di rumah mau istri mu ini sudah lelah , mata ini sudah mengantuk tentu tidak akan bisa tidur nyenyak."
" Ya tapi kan abang memang ada urusan pekerjaan."
" Bang akhir akhir ini, kenapa sering pulang larut malam?"
" Ya memang ada urusan pekerjaan."
" Kalau memang ada urusan pekerjaan kenapa aku selalu tidak bisa menghubungi mu bang?" ponsel selalu tidak aktif ?"
" Maaf sayang hp abang habis batere."
" Memang tidak bisa mengisi batere ponsel abang."
" Ahh sudah lah abang lelah !
Napas Lina langsung terhenyak mendengar ucapan suami nya. tidak biasa nya Adrie bersikap kasar. Adrie langsung tidur tidak membersihkan tubuh nya dahulu dan masih memakai kemeja dari sepulang kantor. Lina hanya menatap Adrie yang memunggungi nya. Tak lama kemudian Lina pun tidur di sisi Adrie.
Johan sudah mendapat Informasi dari orang suruhan nya Devis tentang Identitas seorang wanita yang bisa dikatakan selingkuhan nya sepupu Devis, ia segera pergi ke ruangan Boss nya itu. Selama bekerja dengan Devis baru ini Johan di beri tugas di luar urusan bisnis atau bisa di bilang kepo in urusan orang membuat Johan geleng kepala.
Tapi biar gimana pun Johan harus tetap profesional bekerja terhadap boss nya itu. Devis sendiri bukan lah orang yang ingin tau urusan orang lain. Johan mengerti isi hati nya Devis saat ini, untuk itu tugas yang diberikan Devis menyangkut perasaan hati boss nya kepada wanita yang dia sukai yaitu Istri dari sepupunya bernama Adrie.
" Selamat pagi Pak Devis."
" Pagi Jo." Devis yang lagi menatap layar laptop nya melirik sebentar ke Johan.
" Saya membawa Informasi tentang wanita itu."
Devis langsung menutup laptop nya, dan menerima laporan dari Johan.
" Wanita bernama Tiara adalah teman sekolah dengan sepupu anda, dan ia seorang janda belum mempunyai anak bercerai karna suami nya berselingkuh dengan sepupunya.
Dan dia bekerja sebagai desain grafis.. Kantor nya di letak jalan Delima Jakarta Barat."
Ucap Johan yang bicara secara detail.
" Oke Jo, trimakasih "
" Baik Pak Devis, saya permisi."
Di dapur Lina sudah menyiapkan makan siang untuk keluarga dan para Pegawai nya. lima rantang susun berisi makanan akan dikirim ke toko cabangnya.
" Lesti tolong bawakan makanan ini ke toko cabang ya berdua sama buk Jum."
" Iya Bu."
Tubuh Lina sedang tidak fit, dari semalam ia merasa tidak enak badan selesai memasak ia segera tidur setelah minum obat.
Adrie yang baru selesai mandi sedikit heran lihat istrinya sedang tidur biasa nya Jam segini Istrinya mengecek pembukuan di meja kasir.
" Sayang tumben kamu tidur tidak ke toko?"
Merasa Istri nya di tanya tidak menjawab. Adrie yang sedang memakai baju mendekat ke sisi ranjang.
Adrie menatap Lina wajah nya agak pucat.
__ADS_1
" Sayang kamu sakit?"
" Iya..aku sedang tidak enak badan."
Lina bicara sambil memejamkan mata
" Kita ke dokter yaa sekarang."
" Tidak usah aku hanya perlu istirahat nanti juga baikan."
Adrie kemudian keluar dari Kamar memberitahukan Surya untuk tutup Toko sampai Jam 6 saja.
" Surya !
" Iya Pak Adrie."
" Nanti tutup toko sampai Jam 6 saja, Ibu sedang sakit."
" Iya baik Pak Adrie."
Adrie kemudian kembali ke Kamar menemani Istrinya yang sedang sakit.
Sore hari Adrie baru keluar kamar hendak ke Dapur membuat Bubur untuk Lina.
" Sayang makan lah dulu, abang sudah membuat bubur buat kamu."
Mata Lina yang terlihat sayu menuruti suami nya yang sudah duduk disisi ranjang, tubuhnya lemah Adrie membantu Lina duduk bersandar pada kepala ranjang tempat tidur.
" Abang suapin yaa.!
" Anak anak dimana bang?"
" Mereka sedang bersama buk Jum sayang."
" Abang minta maaf yaa! semalam Abang mengacuhkan kamu."
Adrie menyuapi Lina dengan lembut.
" Sudah cukup bang. aku sudah kenyang."
" Sisa satu sendok lagi sayang."
" Gak sudah cukup. aku mau minum obat saja."
" Baik lah."
Lina kemudian kembali tidur Adrie menyelimuti istrinya. kemudian Adrie keluar kamar melihat anak anaknya.
Pagi hari tubuh Lina merasa baikan, ia ke kamar mandi membersihkan tubuh nya agar terasa segar kemudian menuju ke dapur.
" Pagi sayang..kamu sudah enakan?"
" Sudah bang aku buat kan sarapan yaa."
" Jangan biar abang saja mata kamu masih terlihat sayu...kamu jangan ke toko dulu biar istirahat saja.. ya."
" Hari ini abang tidak masuk kantor, mau menemani kamu seharian."
Lina tersenyum, hati Lina menghangat suami nya begitu perhatian.
" Baik lah aku menurut saja apa kata abang."
Adrie kemudian memberi kecupan di kening Lina dan memeluk erat Istrinya.
di saat seperti ini hati Adrie merasa bersalah dan bimbang. Ia sayang pada Lina tapi juga tak mau melepaskan Tiara.
Devis berjalan tegap menuju kantornya, seorang CEO namun penampilannya sehari hari sederhana saja. Tidak berpenampilan jas berdasi sepatu pantofel yang mengkilat.
__ADS_1
Ia memilih bergaya santai ke kantor. Memakai kemeja yang di gulung setengah lengan, celana jean dan sepatu model slip on, atau sneaker.
Bahkan karyawan yang bekerja di kantornya Devis lebih menyukai agar mereka berpakaian santai saja. Untuk karyawan Wanita tak perlu memakai rok span atau blazer, asalkan merasa nyaman pergerakan mereka saat bekerja. Dan yang lebih penting berpakaian sopan.
Tok Tok
" Masuk !
" Selamat pagi Pak Devis"
" Pagi Johan"
" Saya membawa kabar"
" Duduk lah!
" Trimakasih Pak Devis ."
" Kita akan kedatangan tamu namanya Bapak Yudo beliau seorang pengusaha restoran cabang nya ada di Bogor, Tanggerang dan di Jakarta ini."
" Beliau mengajak Pak Devis untuk bekerjasama tujuan sebenarnya adalah kendala provit restoran miliknya.
" Ok mungkin saya bisa membantu." siapkan pertemuan saya sama beliau"
" Baik Pak Devis"
Lina merasa bosan dikamar dari sehabis sarapan hingga siang Adrie menyuruhnya istirahat, merasa sudah sehat ia keluar untuk ke toko yang berada disamping rumah.
Surya dan Lesti sedang sibuk melayani pembeli. Lina hendak berjalan kemeja kasir diliat suaminya duduk sedang menerima telpon, namun ia berhenti memperhatikan Adrie yang membelakanginya Adrie bicara diponsel dengan suara agak pelan.
Ia heran pendengarannya menangkap pembicaraan Adrie dengan seseorang.
" Maaf sayang...aku tidak ke kantor hari ini istriku sedang sakit."
" Apa ?....sayang ? aku tidak salah dengarkan?
Lina bicara pelan, dalam hatinya bertanya suaminya sedang berbicara dengan siapa? kenapa suaminya bicara di telepon menyebut sayang?.
Lina semakin penasaran ia berdiri agak sembunyi dan kepalanya sedikit dimajukan agar telinganya bisa mendengar dengan jelas.
" Aku tau sayang...besok saja selepas aku pulang kerja aku pasti datang ke apartemen mu"
Nafas Lina terasa sesak mendengar pembicaraan suaminya ia berusaha tenang mengambil nafas ditariknya dalam dalam rasanya belum percaya kalau suaminya ada hubungan dengan wanita lain, namun pikirannya tidak mau berburuk sangka dahulu.
Setelah Adrie menutup telepon Lina keluar dari dari balik tembok, ia berusaha tenang seperti tidak tahu apa apa.
" Bang...
Adrie kaget tiba tiba istrinya memanggilnya, dan sudah berdiri dibelakangnya.
" Ka kamu sudah enakan sayang?"
" Aku sudah sehat...lagian aku bosan berada didalam kamar."
" Oh...ehemm ya ya sudah...sukurlah kalau kamu sudah sehat."
" Mm...tadi abang lagi terima telepon dengan siapa?"
" Ohh..tadi abang sedang menerima telepon dari teman kerja abang."
" Abang kenapa kok terlihat gugup...?
" Ah tidak sayang...abang hanya kaget kamu sudah ada dibelakang abang ."
" Untung saja aku sudah menutup telepon semoga istriku tidak mendengar pembicaraan ku tadi."
Adrie bicara dalam hati.
__ADS_1