
Adrie menuju meja untuk sarapan, di meja itu hanya ada Sakya dan Aileen.
" Pagi..Sakya Aileen."
" Pagi pah " Ucap Aileen dan Sakya.
" Mama mana ?"
" Mama lagi lagi ne*enin Adek Aldeen pah".
" Adrie kemudian duduk diantara Sakya dan Aileen.
"Sini papa bantu mamam nya dek."
Adrie mengambil tisu membersihkan mulut Aileen.
Klekk ! Suara pintu di buka Lina yang sedang menggendong bayi masih berusia 10 bulan itu, menyusul suami dan anak anaknya sedang sarapan.
" Pagi Suami ku..kamu belum sarapan?"
" Belum sayang nunggu kamu."
Sambil tersenyum Lina duduk di samping suaminya. Tangannya yang menggendong Alden, masih bisa meletakan piring kosong dan mengisi nasi goreng di piring itu untuk Adrie.
Adrie kagum melihat Istrinya sangat cekatan.
" Trimakasih sayang!"
" Sakya Aileen ayo!, Habiskan sarapan kalian
nanti kalian terlambat ke Sekolah. ujar Lina.
Hari ini hari pertama anak anaknya mulai masuk sekolah. Lina hanya tidak mau nanti anak anaknya baru pertama kali masuk sudah terlambat.
" Papa dan mama akan mengantar kalian!"
Bekal makanan Sakya dan Aileen sudah di dalam tas mereka, Mereka berempat sudah masuk kedalam mobil.
Surya dan Lesti sibuk melayani para pembeli
tak lama mobil Tuannya datang mereka sudah pulang mengantar anak anaknya Sekolah.
Mata Lesti langsung tertuju pada tuan Adrie, Surya yang masih sibuk memasukan barang barang ke dalam plastik untuk dibawa oleh pembeli mengamati Lesti.
Surya mengikuti arah pandangan Lesti ternyata tertuju pada Bapak Adrie.
Surya menggeleng kan kepala.
langsung menepuk bahu Lesti hingga kaget.
" Hei Lesti, jaga tuh mata !"
" Apaan sih lu Sur?"
" Gue tau elo lagi liatin Pak Adrie' kan ?"
" Memang nya kenapa ?"
" Hem...sadar diri, lu tu siapa?". Surya berlalu ke tempat stok barang.
Lesti berdecak kesal, tidak suka dengan ucapan Surya dan memilih duduk di meja kasir. Pikirannya kembali memikirkan Adrie sambil memangku tangan.
Surya yang sedang membawa tumpukan dus kosong melintas depan Lesti, Surya kembali meledek Lesti.
"Lama lama kesambet lu!..Ngelamun bae, gak pantes ngelamunin suami orang!"
Lesti yang masih menopang dagu hanya diam matanya melirik ke Surya.
" Emang masalah yaa..mikirin Suami orang ?"
" Iya lah masalah, dosa tau!"
"Cilok cilok...Cilok Cilok"
Pedagang jual cilok lewat depan toko, dan berhenti. Surya menghampiri penjual cilok untuk membelinya.
" Bang Jul ciloknya 5 biji yaa!"
" Eee..Kang Surya, siap kang!, Atuuu sekalian buat Neng Lesti."
" Noohhh..lagi bengong!"
" Atuu.. kunaon Neng Lesti bengong, mikirin saya ya"?
Surya ketawa.
" Iyaa Jul, kangen sama lu Jul."
" Bilangin atuuh!, Saya juga kangen hehehe.."
Baso..Baso..Baso..
Penjual baso berhenti sejejeran dengan gerobak penjual cilok.
" Mas Surya, mba Lesti ada?, Bilangin mau baso ngga? Mas Bejo kangen!"
Seketika Surya bingung dengan tingkah penjual cilok dan baso.
" Eet dahh yaak!, jadi lu berdua mau jualan apa mau ketemu sama Lesti?"
Surya langsung memanggil Lesti untuk segera keluar menemui penjual cilok dan baso.
" Lestii.. Les..!"
Lesti pun segera keluar.
" Apa sih, Sur?"
" Tuh! tukang cilok ame tukang baso pade nyariin elo!"
" Hehehe...Idola juga lu yaa ."
__ADS_1
Lesti langsung melotot pada Surya.
" Ihh amit amit, deh!"
" Lu samperin dulu sanaaa..!, Mayan kan bisa gratis makan cilok sama baso."
Surya semakin jadi meledek Lesti, dan kembali kedalam Toko.
" Dari pada gue ntar jadi obat nyamuk, mendingan gue masuk dulu."
Lesti pun terpaksa menemui mereka di luar, Surya yang masih ketawa tidak sadar Lina sudah di belakang Surya.
" Surya kamu ketawa kenapa?"
" Ehh..Ibu! itu Bu si Lesti.."
" Di demenin Bang Jul sama mas Bejo"
Lina hanya tersenyum dengan apa yang di katakan Surya pegawainya.
Disebuah kantor, Tiara berjalan keluar membuka kan pintu untuk ke dua kliennya.
" Ok Mr. Smith, i will contack you soon, for more Information."
" Yes thank you, Mrs. Tiara."
Dengan sikap ramah ia menjabat tangannya pada 2 orang pria itu. Setelah mereka pergi, Tiara kembali ke meja kerjanya.
Ia merasa penat, dua hari ini di kejar kejar deadline.Tangannya meraih ponsel pintar yang di letakan di atas meja dan mencari kontak nama Adrie untuk chat sekedar menanyakan kabarnya.
Tiara mulai mengetik...
√ Hai lagi apa Drie ?
√nanti sore kita bisa ketemuan ?
Namun sudah dua jam Adrie belum membaca. chat Wa Tiara centang dua belum berubah biru, tak ayal Tiara yang menunggu balasan chat wa dari Adrie membuat hatinya gusar.
Adrie yang baru selesai membersihkan diri , setelah seharian membantu Istrinya di toko cabang, baru teringat dengan ponselnya. Ia memegang ponsel membuka layar segera memeriksa apakah ada panggilan atau pesan. Wajah Adrie seketika tersenyum bahwa ada chat WA dari Tiara.
Dan segera membalas.
√ Maaf baru buka Hp.
√ Bagaimana kalau besok selepas aku pulang kerja.
Kemudian Ia meletakan kembali ponselnya di nakas dan segera keluar dari kamar tidur untuk bermain dengan ke tiga anaknya.
Tiara yang hendak bersiap siap pulang, langkah nya terhenti karna mendengar bunyi nada Wa di lihat layar pada ponselnya bahwa Adrie telah membalas chat. Senyum Tiara mengembang dan membalas kembali chat itu dengan mengetik ' Ok .
Adrie sedang menunggu Tiara, sebelumnya mereka sudah saling mengirim pesan untuk bertemu di restoran yang tidak jauh dari kantor Tiara. Tiara meminta Adrie untuk menunggu dulu, karena masih ada kliennya.
Tiara nampak terburu buru masuk ke restoran, mereka memanfaat kan waktu singkat karena Adrie tidak mau tiba di tumah terlalu malam, Lina akan menunggu dan yang pasti Lina tidak akan bisa tidur kalau Adrie belum tiba di rumah.
" Maaf Drie Klien ku yang satu ini benar benar menguras otak ku...jadi aku harus sabar menghadapi dia."
Adrie kagum melihat penampilan Tiara, dia terlihat elegan dengan baju kantor nya memang benar benar tipe Adrie. Lina dan Tiara memiliki postur tubuh hampir sama tinggi, pinggang yang ramping sama sama berkulit putih hanya warna rambut saja sedikit beda.
" Aku sudah memesan makanan dan minuman Ra."
" Apapun yang kau pesan aku suka." Tiara tersenyum.
Hidangan sudah di letakan oleh pelayan di meja, mereka mulai menikmati dan sambil bercerita.
Obrolan mereka seputar masa masa sekolah dulu, bernostalgia membawa mereka mengingat kejadian kejadian yang lucu hingga mereka saling jatuh cinta.
Tiara adalah cinta pertama Adrie dulu, walaupun Tiara sempat menjauhinya. Adrie memang tidak pernah mendapat kan ranking di kelas, ia selalu di urutan 10 bahkan ke 15 dari 30 siswa.Tapi sebenarnya dia adalah anak yang cerdas kecerdasannya justru melebihi dari yang pintar.
Pernah suatu kejadian di Sekolah Ia di kerjai oleh siswa Kelas lain yaitu 5 Orang, 2 siswa laki laki dan 3 siswa perempuan.
Adrie berkelahi karena membela Tiara yang sedang di bully sampai menangis.Tiara berwajah cantik tak ayal banyak yang suka padanya hingga membuat siswa bernama Cindy iri padanya.
Perkelahian itu membuat Adrie dan geng yang dinamai geng KOPLAK itu mendapat hukuman.
Masalah pun selesai, 5 siswa itu tidak pernah membully Tiara lagi.
Tapi 5 siswa itu belum puas pada Adrie, karena tidak mau orang tua mereka akan di panggil kembali oleh kepala sekolah dan takut di DO pula, 5 siswa ini iseng mengerjai Adrie
" Sorri Drie, kami berlima minta maaf atas kejadian kemarin." Ucap Riyan si pemimpin geng Koplak.
" Gak apa apa Yan..! gue juga minta maaf yaa."
" O iya Drie... elo di suruh menghadap kepala sekolah, Pak Rahmat minta tolong ke gue buat sampai kan ke elo."
Riyan dan teman teman gengnya saling liat liatan dan mereka tersenyum.
" Oh.. memang nya ada apa lagi Yan?, gue di panggil ?"
" Kurang tau gue Drie !"
Adrie sedang berfikir.
" Ya sudah gue kesana sekarang!"
Adrie pun pergi segera menemui Pak Rahmat.
Riyan dan teman geng nya tertawa puas sukses mengerjai Adrie. Mereka menunggu reaksi Adrie sebelum menuju ke kantin sekolah.
Adrie mengetuk pintu ruangan Pak Rahmat sebelumnya Ia menarik napas dalam dalam agar tidak gugup.
Tok Tok !
" Silahkan masuk!" Terdengar suara pak Rahmat dari dalam menyuruh nya untuk masuk.
' Selamat siang Pak "
" Selamat siang ada apa Drie? kamu bikin ulah lagi?"
" Gak Pak... lho bukan nya Bapak manggil saya untuk menghadap?" Adrie tampak bingung.
" Tidak !... Bapak tidak menyuruh mu datang untuk menghadap saya."
__ADS_1
Adrie pun sadar bahwa dirinya telah dikerjai oleh Riyan dan geng koplaknya.
Adrie berucap pelan.
" Ah sialan, gue di kerjain rupanya."
" Oh ok Pak saya permisi dulu!"
Adrie kemudian keluar dari ruangan, Ia mulai merencanakan untuk mengerjai mereka balik.
Adrie berpura pura pasang wajah sedih.
" Drie kenapa lu? kok kayak lagi sedih gitu muka lu."
" Iya Yan, gue di suruh push up tadi sama Pak Rahmat."
" Kasian lu Drie"
" Yan sekarang giliran elu berlima di suruh menghadap Pak Rahmat.
Geng itu nampak bingung dan mulai ketakutan karena siswa siswi sekolah ini tahu kalau Pak Rahmat sangat galak, hingga beliau di juluki 'The Killer Man.
" Serius lu Drie..?, Kita kita di panggil juga?"
Adrie mengangguk hatinya teretawa.
" Aduh gimana nih? kita berlima di suruh menghadap."
" Iya gimana dong ?" Timpal Cindy.
" Kalian temui pak Rahmat cepat!, killer man sedang menunggu."
Geng Koplak itu akhirnya jalan dengan ragu ragu wajah mereka nampak ketakutan untuk menghadap Bapak Rahmat.
Tok Tok
" Iya masuk !
Riyan memegang handel pintu sedikit ketar ketir untuk buka pintu.
5 siswa siswi itu masuk ke ruangan kepala sekolah. Pak Rahmat nampak bingung mengamati 5 Siswa itu.
" Selamat siang Pak!"
" Selamat siang!"
" Maaf Pak kami tidak membuat masalah kok."
Riyan mulai bicara.
" Iyaa pak..kami gak mau di hukum lagi." Cindy bicara sambil menundukkan kepalanya.
Geng itu tidak berani menatap Pak Rahmat.
" Lho lho!..Bapak tidak menyuruh kalian untuk menghadap saya."
Sontak 5 siswa itu kompak kepala yang menunduk langsung menatap Pak Rahmat, mata mereka liat liatan ke sisi Riyan, mereka nampak bingung dengan ucapan Pak Rahmat.
" Jadi Bapak tidak memanggil kami?"
" Siapa juga yang manggil kalian?, sudah sana ! kalian ganggu Bapak saja, saya sedang sibuk!"
Ucap Bapak Rahmat yang masih duduk di belakang mejanya.
Riyan dan teman temannya akhirnya keluar dari ruangan kepala sekolah.
" Ada ada saja,...!" Ujar Pak Rahmat.
Riyan dan yang lainnya merasa lega, tapi juga sekaligus kesal karena geng mereka di permalukan. Adrie berhasil mengerjai mengelabui mereka.
" An**ng tuh Adrie!, kita di kerjain balik sama dia." Ucap Riyan kesal.
" Sudah sudah..! ini juga kan karna elu Riyan!"
Timpal Cindy.
" Iya lu boss, kita juga kan yang malu." Balas Niko dengan kesal pada Riyan.
" Gue mau ke kantin, gue udah lapar!"
" Bareng gue Nik..!, Gue juga mau ke kantin."
Sara dan Niko ngeloyor meninggalkan 3 teman nya.
Flash back Off.
Tiara dan Adrie tertawa karena cerita Adrie yang baru selesai, namun tiba tiba mereka diam, mata mereka saling menatap dari manik mata mereka seakan menyampaikan kerinduan yang dalam.Tatapan itu terputus karena ponsel Adrie berdering. Dilihat layar itu ada panggilan dari Istrinya, dan Adrie meng off kan sinyal.
Tiara bicara pelan
" Drie sebenarnya aku rindu kamu, ini yang aku suka pada mu..., kamu selalu membuat ku bahagia tersenyum setiap kali aku sedang bersama mu."
Adrie menggenggam tangan Tiara seakan mengalir kan rasa rindu pada Tiara.
" Ra.."
" Iya "
" Aku juga merindukan kamu."
Adrie berucap dengan sadar.
" Sesudah pertemuan ini apa kita bertemu lagi?"
Tiara kembali tersenyum.
" Kapan pun kau mau."
Kemudian mereka beranjak meninggalkan meja Adrie merangkul Tiara berjalan menuju mobil Tiara di parkiran, merasa berat untuk berpisah mereka pun berlanjut ke apartemen Tiara.
Selama diperjalanan Tiara dan Adrie terus menggenggam tangan.
__ADS_1
.