CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Tertangkap basah


__ADS_3

Lina menarik nafas dalam dalam dan jari tengahnya siap untuk mengetuk pintu itu.


Didalam kamar.


Adrie dan Tiara yang sudah memulai aksi panasnya, Tiara sedang asiknya menciu*i dada


bidang Adrie tangan kanannya sudah meng**ng**m senjata Adrie. Adrie yang sudah mendesah tidak tahan dengan aksi liar Tiara, terpaksa berhenti ketika mereka berdua mendengar suara ketukan.


Tok Tok Tok Tok!


"Kamu...sedang menunggu seseorang?"


"Tidak Drie..! . Tiara menggeleng


" Apakah ada tamu..? Adrie bertanya kembali.


" Sebentar aku lihat dulu !


Tiara turun dari ranjang tangannya langsung meraih piyama di atas kursi sofa dan memakainya ia berjalan mendekati pintu yang diketuk oleh seseorang sambil mengikat tali piyama.


Tiara memutar kunci kearah kanan. klek ! tangannya memegang handel pintu dan menekan kebawah.


Kreeekkk... suara pintu dibuka perlahan oleh Tiara.


Mata Tiara menatap kaget seorang wanita cantik sudah berdiri dihadapannya . dan Ia mengenali sosok wanita itu, walaupun Adrie belum pernah memperkenalkan secara langsung.


Begitu juga Lina saat pintu sudah dibuka lebar oleh si empunya kamar apartemen menatap Tiara dari ujung rambut sampai kaki.


Lina menyunggingkan sudut bibirnya melihat Tiara hanya memakai piyama, sudah Lina duga didalam mereka sudah tidak berbusana.


Tiara menjadi gugup dan melihat dirinya nampak sangat bodoh kenapa ia harus memakai piyama.


" A a ada keperluan apahhh..yaa?" Tiara bicara tersendat sendat.


Lina yang masih berusaha tenang membalas pertanyaan Tiara.


" Maaf menggangu kesenangan kalian berdua ! kenalkan saya istrinya Adrie..kekasih kamu."


Lina memberi tangannya untuk berkenalan namun saat Tiara tangannya juga mulai berjabatan tiba tiba Lina menarik tangannya kembali.


Dengan lembut Lina bicara.


" Oh maaf tangan anda pasti belum sempat dicuci terlebih dahulu' kan? saya tidak mau menyentuh tangan anda yang kotor habis membelai suamiku." Lina tersenyum sinis


" Mana suamiku?..


" Dia tidak ada disini ! apa maksud kamu mencari suami mu disini?"


Lina membuang napas pelan dan tersenyum.


" Kamu memang hebat berbohong.. pantas saja suamiku menjadi seorang pembohong yang besar...itu karena ajaran kamu !.


" Minggir ! Lina langsung masuk bahunya menabrak bahu Tiara dengan kuat hingga membuat Tiara terdorong.


Lina berjalan masuk matanya langsung menuju ruangan kamar tidur, Adrie yang masih terbaring dengan ditutupi selimut sontak kaget melihat istrinya sudah berada didekat pintu ruangan kamar. Ia bangun dan berdiri berusaha menutupi bagian bawahnya dengan selimut.


"Lina...! Adrie menyebut istrinya karena kaget.

__ADS_1


Lina yang menatap Adrie lekat lekat menggelengkan kepala.


" Jadi ini yang membuat abang sering beralasan pulang larut malam karena ada urusan pekerjaan !


Adrie yang tidak bisa berbuat apa apa sudah tertangkap basah oleh Lina tidak bisa lagi menjawab.


" Salah saya apa bang?


Lina kemudian melepaskan gelang model bangles berlapis emas yang bertahtakan tiga mata berlian itu dilemparkan kemuka Adrie. dan jatuh tepat di kaki Adrie, Adrie mengambil gelang itu.


Seketika Adrie mengingat gelang pemberiannya sebagai hari ulang tahun pernikahannya bersama Lina, kenangan tiga tahun lalu dimana momen itu Adrie bersumpah untuk setia menjaga dan membahagiakan Lina dan anak anaknya. disebuah cafe.


Flash back.


" Gelang ini lingkarannya tak ada ujungnya simbol cinta abang pada mu yang tak berujung sayang..."


Lina sedikit menitikan air mata merasa terharu atas ungkapan hati suaminya.


" Sampai maut memisahkan."


" Sampai maut memisahkan kita." Balas Adrie


Lalu mencium punggung tangan Lina dan keningnya.


flash back off.


" Aku pergi...permisi !


Lina melangkah cepat keluar dari kamar apartemen itu. Namun langkahnya terhenti ketika melewati Tiara yang sedang duduk sambil menangis.


" Buat apa kamu menangis? Lina yang menoleh memandang sangat benci.


Tiara belum melanjutkan bicaranya namun Lina sudah buru buru pergi seolah tidak mau mendengar alasan klise perempuan itu.


Tiara yang duduk di sofa merasa tidak bisa berbuat apa apa hanya menangis penuh penyesalan.


Adrie pun yang masih terduduk dilantai atas karpet masih memegang gelang berlian itu. Matanya sedikit mengeluarkan air mata.


Dari lorong apartemen Lina melangkah cepat keluar sambil menangis telapak tangannya terus mengusap air matanya yang terus mengalir.


Saat sampai di mobilnya Lina masuk dan menutup pintu mobil ia menangis sejadi jadinya, hatinya sakit ada rasa trauma dan mulai membenci Adrie.


Tiara berjalan menghampiri Adrie, tangannya mengusap usap bahu Adrie.


" Drie....


" Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


" Entahlah Ra ! Adrie menjawab sambil memandangi gelang yang masih dipegangnya


" Aku salah maafin aku sudah membawa kamu menjalin hubungan dengan ku."


" Aku juga salah Ra..sudah mengkhianati istriku."


" Tapi jujur aku memang sangat mencintaimu Drie..aku juga tidak mau kehilangan kamu."


Adrie menoleh ke Tiara.

__ADS_1


" Keputusan ada ditangan kamu sekarang !


Adrie memandang Tiara lekat lekat manik matanya memang ada cinta yang begitu besar untuk Adrie.


Kemudian Adrie menatap kembali gelang berlian itu, dan bicara.


Adrie menarik nafas kemudian dihembus nya pelan.


" Aku harus bicara pada Lina. Aku permisi dulu Ra !, aku harus pulang !


Tiara tidak bisa menahan Adrie pergi untuk pulang biarkan dia memberikan waktu untuknya.


" Baiklah !


Adrie segera berpakaian dan bersiap siap untuk pulang.


Lina yang berusaha tenang ia harus berfikir bagaimana nasip rumah tangganya bersama Adrie, Tapi ia juga sudah menutup pintu hatinya rapat rapat untuk Adrie.


Mobil yang sudah melaju itu Lina terus memikirkan anak anaknya Sakya Aileen dan Aldeen. mereka pasti akan merasakan kesedihan apa yang terjadi terhadap mama papanya bercerai.


Dimulai saat itu juga Lina merencanakan sesuatu. Lina akan membeli sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk ketiga anak anaknya.


Uang hasil dari penjualan sembako dua tokonya ia rasa cukup dan rencananya juga ia akan membuat toko sembako lagi untuk menutupi kebutuhan hidup dirinya dan ketiga anaknya.


Sampai dirumah Lina langsung masuk kekamar anak anaknya yang sudah tidur terlelap ia kembali menangis dengan apa yang terjadi siang tadi.


Mulai malam ini ia akan tidur dikamar anak anaknya.


Merasa tubuhnya sudah lelah, Lina pun tertidur.


Adrie yang baru tiba pukul 9 malam langsung masuk mencari Lina dikamar mereka namun Adrie tidak menemukan, ia kemudian mencari didapur tidak juga menemukan.


Adrie membuka pintu kamar anak anaknya namun pintu itu terkunci dari dalam.


Buk Jum yang baru keluar dari kamar dilihat Tuannya sedang berdiri didepan pintu kamar anak anaknya.


" Tuan adrie..!


Adrie seketika langsung menoleh pada wanita paruh baya itu.


" Buk Jum...apa ibu sedang didalam kamar bersama anak anak?"


" Iya Tuan Adrie tadi sih saya lihat ibu lagi dikamar cuma saya langsung masuk keruangan setrika baju."


" Tapi kenapa pintu kamar anak anak dikunci ya buk Jum?


" Dikunci Tuan ?"


Buk Jum bingung bagaimana bisa masuk kalau dikunci dari dalam sedangkan dia akan masuk membuatkan susu dikala mereka terbangun dan meminta dibuatkan susu botol.


Buk Jum mencoba menekan kebawah handel pintu. Namun tidak bisa terbuka.


" Ibu ada didalam mungkin sudah tertidur Tuan."


Adrie mengangguk.


" Baik terimakasih Buk Jum !

__ADS_1


Buk Jum meninggalkan Adrie dan masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Adrie yang masih terdiam akhirnya masuk kekamar dan segera membersihkan tubuhnya.


__ADS_2