CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Devis Mendambakan Bayi Perempuan


__ADS_3

Devis membelokan mobilnya ke rumah sakit, membuat Lina bertanya tanya.


" Lho..? kok ke rumah sakit?"


" Iya..aku ingin tahu apa yang sedang terjadi pada tubuh mu?, jangan jangan kau hamil?"


" Hah?" Lina seketika menyadari dengan ucapan Devis ia langsung mengingat ingat kapan terakhir ia datang bulan.


" Ayo kita turun!, aku ingin tahu pasti."


" Iya baiklah, semoga saja salah." Lina penuh harap.


Lina dan Devis sudah masuk ke ruangan periksa, dokter meminta Lina untuk tes urine. Saat menunggu hasil tes urine nampak raut wajah pada Lina gelisah dan gugup.

__ADS_1


" Hasil tes urine Nyonya Positif."


" Eugh? Lina tercengang mendengarnya.


Devis hanya senyum senyum saja, Devis hatinya langsung senang, Devis akan memberi kabar pada Mommy nya setelah ini.


" Apa Nyonya ada keluhan?"


" Tidak hanya ada rasa mual sebentar dan lemas saja, Dok."


" Saya berikan vitamin dan obat rasa mual saja, Nyonya."


" Terimakasih Dokter."

__ADS_1


Devis sudah berada di mansion nya, Lina melihat lihat dalam rumah Devis. Lina kagum dengan interiornya sangat luxurious rumah Devis.


Devis menggandeng Lina ke ruangan kerjanya pada saat itu Lina sempat kagum melihat meja kerja Devis, tapi teringat kembali sekelebat bayangan di ingatan Lina 2 hari lalu Devis sedang bersama Lidya namun Lina buru buru menepis nya dan tidak mau mengingat nya lagi, Lina percaya Devis.


" Sayang kau duduk saja di sofa itu, aku bekerja dulu hanya ingin melihat laporan perusahaan saja."


" Baiklah." Lina mengangguk senyum


Devis sudah duduk di meja kebesarannya dan mulai fokus pada layar laptop nya, Devis memakai kacamata beningnya. Lina menatapi Devis yang sedang fokus bekerja, Lina kagum Devis berada di meja itu terlihat semakin tampan. Bathin Lina berkata boleh tidak? dirinya bangga memiliki Devis yang tampan, kaya, pengusaha sukses dan juga sangat mencintai diri nya. Lina secuil pun tidak pernah memimpikan dalam hidup nya mendapat kan pangeran yang sedang duduk di meja itu. Menurut Lina meja dan kursi di ruang kerja Devis, sangat dominan dan sangat serasi dengan karakter Devis. Lina sangat bersyukur di miliki Devis.


Memori Lina kembali teringat ketika Devis datang mengunjungi Adrie, Devis memperkenalkan dirinya saat ia baru datang. Lina di perkenalkan oleh almarhum Adrie pada sepupunya kalau ia adalah istri Adrie, Lina sama sekali tidak menyangka saat itu kalau Devis diam diam suka menatap nya. Dan yang terkejutnya lagi Devis menyatakan suka pada diri nya. Lina sangat tidak menyangka Devis bisa segila itu. Tapi sekarang Devis akan menikah dengan nya, sungguh ironis.


Devis bisa saja memilih wanita yang cantik dan masih gadis bahkan yang selevel dengan nya. Tapi Lina tidak tahu kenapa Devis malah menyukai nya. Apa yang membuat Devis tertarik dan jatuh cinta padanya. Devis tidak pernah mengatakan jujur pada nya apa yang membuat Devis jatuh hati padanya? hanya Devis yang tahu.

__ADS_1


Devis sudah menutup laptop nya matanya beralih pada Lina yang tertidur kerena menunggu nya bekerja. Devis lalu berdiri dan menghampiri Lina. Di tatap nya wajah Lina lalu menelusuri pada bagian perutnya. Devis tangan nya meletakan diperut Lina dan mengusap nya lembut hati nya berdesir Lina sedang mengandung hasil keras dulu lalu bekerja. Devis tersenyum kalau boleh memilih jenis kelamin bayi yang di kandung Lina adalah bayi perempuan. Devis mendambakan anak perempuan dari Lina. Devis memohon pada yang kuasa agar di kabulkan, Lina nampak cantik bila sedang tertidur. Ia membelai rambut Lina, Devis lalu menggendong Lina ke ranjang nya.


Saat Lina sudah di baringkan Devis melepaskan seluruh kain yang melekat nya


__ADS_2