
Hai..Readers baru update nih udah 2 episode belum lulus juga sebel banget padahal udah ditipisin adegan endul nya. Ok lanjut👉
Freddo kemudian membawa Via keruangan kerjanya, nampak sangat mewah ruangan Freddo terlihat di meja kebesaran Freddo ada sebuah laptop dan bolpoin dengan harga yang mahal, Via tahu bolpoin itu untuk menanda tangani khusu dokumen yang sangat penting.
" Disinilah aku bekerja, Dear." Freddo langsung menurunkan bokong untuk duduk di kursi CEO nya.
Via tersenyum dan mengangguk angguk mata nya masih mengedari seluruh ruangan Viona masih berdiri di sisi kursi Freddo tangan nya masih di genggam oleh Freddo.
Freddo berlanjut menjelaskan kedudukan nya di sini.
" Aku memimpin meneruskan perusahaan Kakek dan Ayah ku, di perusahaan cabang sedangkan adik ku Freddy di perusahaan inti."
Via masih tersenyum, terus terang Via saat ini sangat bangga memiliki Freddo yang baru dua jam lalu mendeklarasikan Via menjadi kekasih nya. Sebagai wanita matre 😀 jujur saja Via memang mengidamkan punya pasangan yang bisa membuat ia punya segalanya. Makanya Via sudah tertanam bahwa ia memang pemilih lelaki yang akan menjadi pasangan nya harus mempunyai masa depan yang cemerlang. Bagi Via julukan matre bukan lah hal yang negativ tapi ia memikirkan masa depan untuk anak anak nya kelak.
" Bagaimana menurut mu, dear?" tanya Freddo.
" Bagus Freddo ruangan ini sangat cocok dengan diri mu."
Freddo mengangguk.
" Aku akan giat bekerja untuk membahagiakan kamu, dear."
" Terimakasih Freddo."
" Eumm..kapan kita akan menikah?"
__ADS_1
" Hah?" Via tercengang Freddo menanyakan pernikahan.
" Secepat itu Freddo ."
" Kita sudah cukup umur jangan menunda lama lama."
" Tunggu!, memang nya kau usia berapa?" Via baru menyadari data Freddo yang belum tahu.
" 37 years old, kamu ?"
" Sudah banyak, Freddo."
Freddo tertawa.
" 32 years old.." Tua ya?"
" Aku akan melamar mu, setelah kepulangan mu ke Jakarta aku akan urus pernikahan kita."
" Baik aku siap."
Tiba tiba Freddo menarik pinggang Via untuk di pangkunya, membuat Via kaget lalu memegang kedua tangan freddo yang sudah melingkarkan di pinggang nya untuk melepas nya namun Freddo tahan.
" Biarkan seperti dulu, aku ingin memeluk mu." Freddo membenamkan wajah nya di ceruk leher Via.
Via menjadi tergugu, ia pun mendiamkan Freddo merebahkan kepala nya kedua tangan Via masih memegang tangan kekar Freddo.
__ADS_1
" Terimakasih, dear." Freddo menghirup harum tubuh Via dalam dalam saat wajah nya di leher Via.
Terasa hembusan nafas Freddo di kulit leher Via, membuat Via geli dan merinding.
" Geli..." Via mengangkat satu bahunya yang wajah Freddo sandarkan.
Hidung mancung Freddo sengaja di enduskan dan di gesekan ke leher Via membuat Via merasakan gelenyer di tubuh nya. Freddo menyampirkan rambut Via ke bahu satu nya nampak leher Via yang putih
Tangan Freddo mulai berani mengusap usap pelan lengan kanan Via. Freddo mulai mengecupi leher Via. Via nampak diam saja saat tangan kiri Freddo mulai di letakan di dada Via, Via memekikkan suara nya yang ia tahan. Freddo tersenyum.
" Apa boleh?" tanya Freddo meminta ijin untuk memainkan dada Via masih dari luar kemeja nya.
Namun Freddo meminta ijin itu saat tangan kanan nya sudah memutar dan menekan dada Via sebelum Via katakan boleh atau tidak. Via makin merasakan nikmat dari sentuhan telapak tangan Freddo.
Bibir Freddo sudah berpindah dari ceruk leher Via, Freddo memalingkan wajah Via ke wajah Freddo, Ia ingin mencium bibir Via tangan kanan Freddo menahan leher Via untuk memperdalam pagutan nya, sedangkan tangan kirinya masih di dada Via dengan gerakan memutar. Perlakuan Freddo membuat tubuh Via semakin meremang Kini decapan dari suara mulut Via dan Freddo terdengar indah di ruangan Freddo lidah mereka saling mengait terus terang saja bagi Via, Freddo memang pintar berciuman.
" You are a great kisser, Freddo." ucapan nya saat ia melepas pagutan nya dari mulut Freddo.
Freddo pun tersenyum, Freddo pun tahu Via memang sudah berpengalaman juga.
" Kau pun membantu nya." balas Freddo.
Via terkekeh.
" Kita sama sama, kau pandai berciuman aku pun juga sudah berpengalaman jadi klop."
__ADS_1
Freddo ketawa cekikikan. Ia semakin gemas dengan Via.