CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Devis Menantang Lina


__ADS_3

Malam itu Devis baru saja selesai mandi, dan masih di balut dengan bathrobe nya Lina sendiri sudah menidurkan Baby Hasya yang baru di susui nya.


Devis kemudian memeluk Lina, Lina sudah tahu suami nya meminta kebutuhan nya.


" Sayang."


" Iya."


" Jangan tidur dulu."


" Iya aku sudah tahu."


Devis tersenyum.


" Tapi sayang, kau main nya 5 menit kemudian 20 menit dan terakhir lama banget."


Devis tertawa sambil menciumi wajah Lina.


" Bukannya..yang lama itu enak sayang, kau pun puas, dengan permainan ku, Hem?"


" Iya sihh, tapi..sayang."


" Iya aku janji tidak akan lama, sayang." Devis makin mengeratkan pelukan nya.


" Janji?"


" Iya aku janji."


Lina kemudian lupa kalau esok hari Devis berada di rumah saja.


" Tunggu!, besok kan kau libur."

__ADS_1


" Iya memang kenapa?"


" Pasti sampe pagi."


Devis terkekeh, tak mau berdebat Devis langsung menarik tangan Lina ke ranjang, dan langsung mengungkung Lina. Di tatapnya wajah Lina.


" Dengar kan aku sayang..selagi kita masih muda masih sehat dan produktif jangan mengeluh bilang bercinta itu capek nikmati.. selagi kita masih kuat masih bertenaga dan masih bergairah..heum!"


" Euh..bisa saja kau ini." balas Lina.


" Betul apa betul?, sayang."


Lina tersenyum, lalu kedua tangan nya, ia lingkarkan ke leher Devis ia akui diri nya juga sangat bergairah bila bercinta dengan Devis, Devis memang punya stamina yang kuat karena rajin berolah raga. Dirinya kalau tidak bercumbu satu Minggu di saat Devis berada di luar negeri Lina sudah sangat merindukan belaian kecupan dan kehangatan Devis.


" Kau tidak akan capek karna aku yang bergerak di atas kamu." Devis terkekeh


" O, ya?" balas Lina.


" Baiklah kalau begitu..aku di atas. hemm?" Lina mengangkat kedua alis nya dan menarik kedua sudut bibir nya.


Kemudian tangan nya melepas bathrobe Devis yang berwarna putih. Devis merubah posisi nya terbaring, Lina duduk di atas perut Devis. Istrinya mulai muncul sisi liar nya, ini yang membuat Devis semakin tak berdaya. Lina mulai mengeluarkan jurus J***Ng nya.


Tubuh Lina menjorok kedepan agar wajah nya lebih dekat pada wajah Devis, tangan kiri Lina di letakan di bahu Devis sebagai topangan tangan kanannya membelai wajah Devis, Lina dengan jari telunjuk nya membelai pelan seperti membuat garis lurus ke bawah dari kening hidung kemudian bibir Devis tepat jari telunjuk nya Lina di bibir Devis, Devis memasukan jari telunjuk Lina kedalam mulut nya ia menghisap jari itu pelan. Lalu jari itu menyusuri ke leher Devis, Lina masih dengan telunjuknya menggelitik leher Devis. Devis memejamkan mata menikmati sentuhan sentuhan lembut Lina. Lalu jari itu bermain main di dada berbulu Devis. Lina mengucapkan sesuatu yang terdengar sangat sensual di telinga Devis dan lembut. Lina memang punya suara yang lembut kalau bicara dengan nya, Devis sangat sukai itu,


Lina mulai bicara dengan kelembutan. Devis sudah sangat serius.


" Devis." Lina menggigit bibir bawah nya.


" Euh..I-iyahh sayang." Jakun Devis naik turun.


Lina sambil membelai belai dada Devis.

__ADS_1


" Devis suami ku tersayang..Papa nya Hasya Kencana Ayudisha Bakker.." Lina mengerlingkan mata sebelah nya.


Devis malah ingin ketawa.


" Iya..sayang."


" Malam ini biar aku yang berada di atas, kau cukup terlentang dan memejamkan mata saja."


" Kau yakin kuat seperti aku?"


" Yaakin." jawab Lina.


" Oke..tunjukan kemampuan mu, sayang."


Lina mulai melepas busana tidur nya, rambut nya yang di cepol ia lepas dan tergerai. Devis hanya menatap aksi istrinya itu, ia menahan ketawa. Lina sudah polos terpampang kini kedua dada nya yang menggantung indah. Lina ******* ***** kedua dada nya


" Huuff..." Devis membuang nafas. ia mulai bergairah. Mata nya tidak memutuskan pada kedua dada Lina yang diremas remas nya sendiri.


Lina sudah mengangkat bokong nya bagian lembah nya ingin memasukan langsung ke junior Devis. Tapi Devis menundanya.


" Jangan dulu!"


" Eugh?"


" Itu nanti, kau harus mulai dari atas dulu, cium bibir ku dulu."


" Aku cuma ngetes kok, latihan dulu"


" Oke lanjutkan."


Lina mulai menciumi wajah Devis lalu memagut bibir Devis, Devis hanya diam membiarkan aksi Lina melayani dirinya.

__ADS_1


__ADS_2